FIFA akan menyelenggarakan turnamen baru yang diberi nama FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini diikuti oleh berbagai tim dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Timnas Indonesia.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan pertama kalinya FIFA menyelenggarakan turnamen resmi di kawasan Asia Tenggara. Jadwal pelaksanaan turnamen ini ditetapkan pada periode 21 September hingga 6 Oktober, yang sejalan dengan FIFA Matchday. Periode waktu ini memungkinkan tim-tim peserta untuk menurunkan skuad terkuat mereka karena klub wajib melepas pemain ke tim nasional.
Keunggulan ini tidak dimiliki oleh AFF Cup, turnamen yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Selain itu, FIFA Matchday juga menjadi bagian dari perubahan jadwal. FIFA menggabungkan jeda internasional bulan September dan Oktober, sehingga tim bisa memainkan hingga empat laga beruntun.
Meski jadwal turnamen sudah diketahui, FIFA belum secara resmi mengumumkan format FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, media Vietnam Soha melaporkan bahwa ada tiga opsi yang sedang dipertimbangkan untuk memastikan kualitas turnamen.
Opsi Pertama
Dalam opsi pertama, 11 tim peserta dibagi menjadi dua grup berdasarkan peringkat FIFA. Grup 1 terdiri dari enam tim dengan peringkat tertinggi, sedangkan Grup 2 terdiri dari lima tim terbawah. Di Grup 1, tim-tim dibagi menjadi dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim dan akan memainkan format round-robin tunggal. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak selanjutnya (semifinal kemudian final) dengan sistem satu pertandingan.
Sementara itu, dua tim terbawah dari setiap grup akan saling berhadapan dalam format two leg dengan tim yang kalah akan terdegradasi ke Grup 2 di edisi berikutnya. Sementara itu, tim-tim di Grup 2 akan berkompetisi dengan format yang berbeda. Lima tim akan memainkan turnamen sistem round-robin tunggal dan tim juara akan dipromosikan ke Grup 1 untuk turnamen berikutnya.
Opsi ini memastikan bahwa semua tim yang berpartisipasi akan memainkan empat pertandingan, masing-masing dua kandang dan tandang.
Opsi Kedua
Opsi kedua adalah membagi 11 tim menjadi tiga grup berdasarkan peringkat FIFA. Grup 1 akan terdiri dari 4 tim, dibagi menjadi dua pertandingan sistem gugur. Dua tim pemenang akan melaju ke final, sementara dua tim yang kalah akan memperebutkan tempat ketiga. Kedua babak akan dimainkan dalam format kandang dan tandang dengan tim yang finis di peringkat ke-4 secara keseluruhan akan terdegradasi.
Grup 2 berisi 4 tim juga berkompetisi dengan format serupa, di mana tim juara akan promosi dan tim peringkat terakhir akan terdegradasi. Untuk Grup 3, karena hanya ada 3 tim, akan diadakan turnamen round-robin dengan dua putaran pertandingan dan pemenangnya akan dipromosikan ke Grup 2 di edisi berikutnya.
Rencana ini tetap memastikan bahwa semua tim yang berpartisipasi memainkan empat pertandingan, masing-masing dua kandang dan tandang.
Opsi Ketiga
Opsi ketiga yang dapat dipertimbangkan adalah 11 tim dibagi menjadi 3 grup unggulan (pot) dengan cara yang serupa dan ditempatkan ke dalam 4 babak gugur.
Di Babak 1, panitia akan melakukan pengundian untuk menentukan pasangan tim di Pot 2 (berisi 4 tim) dan Pot 3 (berisi 3 tim). Satu tim dari Pot 2 akan diundi untuk langsung melaju ke babak berikutnya, sementara tiga tim lainnya akan menghadapi tiga tim dari Pot 3.
Tim-tim tersebut akan berkompetisi dalam format eliminasi tunggal untuk menentukan tiga tim yang lolos ke babak berikutnya. Pengundian ini juga akan menetapkan tim-tim tersebut ke dalam bagan tertentu di babak berikutnya.
Di Babak 2 (setara dengan perempat final), empat tim Pot 1 akan mulai bertanding dan akan menghadapi empat tim yang lolos dari Babak 1 sesuai dengan bagan yang telah diundi sebelumnya. Tim-tim tersebut akan bertanding dalam format eliminasi tunggal untuk menentukan empat semifinalis.
Semifinal dan final kemudian akan mengikuti format yang sama untuk menentukan juara. Selain itu, panitia penyelenggara juga akan mengatur agar tim yang kalah saling berhadapan dalam lag penentuan peringkat untuk memastikan semua tim memainkan empat pertandingan.
Masih belum jelas format apa yang akan diputuskan FIFA, tetapi turnamen ini menjanjikan keseruan dengan semua tim menurunkan skuad terkuat mereka.











