My WordPress Blog

Alfath, Mantan Kuli Bangunan Jadi Mahasiswa UGM Berprestasi dengan 15 Penghargaan

Perjalanan Keras Alfath Qornain Isnan Yuliadi: Dari Tukang Bangunan ke Mahasiswa Berprestasi di UGM

Alfath Qornain Isnan Yuliadi adalah salah satu contoh nyata dari semangat dan tekad yang tidak pernah berhenti. Dari seorang tukang bangunan hingga menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM), kisahnya menginspirasi banyak orang. Awalnya, Alfath hanya bekerja sebagai tukang bangunan untuk menabung biaya UTBK tanpa membebani kondisi keuangan keluarganya.

Sejak kelas XI SMK, Alfath sudah terjun ke dunia kerja. Ia bekerja bersama ayahnya di proyek-proyek konstruksi, melakukan berbagai pekerjaan mulai dari menggali fondasi hingga mengangkat material. Upah harian yang ia terima sebesar Rp50 ribu, sebagian besar digunakan untuk menabung demi biaya ujian masuk perguruan tinggi. Ia tidak ingin merepotkan orang tuanya, jadi ia memilih untuk bekerja sendiri.

Meski sibuk bekerja hingga sore hari, Alfath tetap menjadikan belajar sebagai prioritas. Ia menyisihkan waktu malam hari untuk belajar, bahkan menjelang ujian, ia bekerja selama empat hari dan menggunakan tiga hari akhir pekan untuk persiapan ujian. Tekadnya terus bertambah kuat meskipun sempat mengalami kecelakaan kerja ketika jatuh dari lantai dua proyek bangunan. Namun, pengalaman itu justru memberinya semangat baru.

Pada hari pengumuman hasil seleksi UTBK, Alfath membuka hasilnya sendirian di kamar. Hasilnya membuatnya sangat bahagia, karena ia diterima sebagai mahasiswa prodi D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi UGM angkatan 2022. Ini menjadi titik balik dalam hidupnya, karena ia menjadi satu-satunya anggota keluarga yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi.

Prestasi yang Mengagumkan

Perkuliahan mengubah diri Alfath. Sebelumnya ia hanya fokus pada akademik, namun setelah kuliah ia mulai aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai perlombaan. Tidak kurang dari 15 perlombaan tingkat nasional hingga internasional ia menangkan, termasuk menjadi finalis dalam kompetisi di Nanyang Technological University Singapura pada 2025. Prestasinya juga membuatnya meraih penghargaan sebagai Insan Berprestasi UGM.

Orang tua Alfath sangat bangga dengan prestasi putra mereka. Mereka tidak menyangka bahwa anaknya bisa mencapai hal ini. Bahkan, saat pertama kali mengetahui dirinya diterima di UGM, Alfath langsung lari ke kakeknya dan memeluknya sambil berkata, “Saya jadi kuliah.”

Perjalanan Panjang Menuju Kesuksesan

Alfath adalah anak kedua dari enam bersaudara. Dari awal, ia diarahkan untuk masuk SMK agar bisa langsung bekerja setelah lulus. Namun, ia memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, ia memilih bekerja sebagai tukang bangunan, meskipun ada tantangan ekonomi dan keraguan dari keluarga.

Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, Alfath berhasil membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jalur yang mudah. Dari adegan mengaduk semen hingga menjadi mahasiswa berprestasi di UGM, perjalanannya mengajarkan bahwa usaha dan dedikasi akan membuahkan hasil yang luar biasa.




Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *