Atlet Karate Junior Mengalami Cedera Serius Saat Kejurda Sumsel 2026
Muhammad Ariel Saputra (17), seorang atlet karate junior, mengalami pergeseran tulang hidung akibat serangan lawannya saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Festival Karate FORKI Sumsel 2026. Insiden ini terjadi di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, pada Jumat (10/4/2026). Akibat cedera tersebut, Ariel harus menepi dari pertandingan dan mengubur mimpinya untuk bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Ketua Umum Wadokai Karate Sumsel, Hermansyah, menyampaikan bahwa dalam kejuaraan ini, para atlet memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Piala Ketua Umum Forki. Ia menjelaskan bahwa saat itu Ariel sedang menjalani pertandingan keempat. Lawannya diduga tidak menjaga fair play dalam pertandingan, dengan menyerang dari arah depan hingga mengenai hidung Ariel.
Dalam kelas junior, atlet seharusnya menyerang dari samping, tetapi menyerang dari depan dianggap sebagai pelanggaran. Setelah mengalami cedera, Ariel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina OPI Jakabaring, Palembang, untuk mendapatkan perawatan.
Meski Ariel berhasil memenangkan pertandingan dan berhak maju ke babak selanjutnya, ia harus mundur dari Kejurda karena cedera yang dialaminya. “Atlet karate ini rawan terjadinya cedera, tapi begitu ada cedera, harus menanggung risikonya sendiri,” ujar Hermansyah saat dijumpai di rumah sakit tempat Ariel dirawat, pada Minggu (12/4/2026).
Hermansyah meminta kepada Gubernur Sumatera Selatan agar turut memperhatikan para atlet dengan memberikan bantuan khusus kepada mereka yang mengalami cedera saat memperebutkan Piala Gubernur Sumsel. Menurutnya, Ariel memiliki potensi masa depan yang bagus. Selain bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri, ia juga berprestasi dan ingin mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional.
Sebagai Ketua Umum Wadokai Karate Sumsel, Hermansyah turut membantu pemulihan Ariel. Namun, ia merasa hal ini belum cukup tanpa adanya bantuan dari pemerintah untuk menjamin keselamatan atlet guna meringankan biaya pengobatan yang ditanggung Ariel.
“Terima kasih kepada Sekum Forki yang telah menjenguk Ariel. Namun sebenarnya, kita harapkan pemerintah juga dapat memperhatikan atlet yang akan mewakili Sumsel ke Kejurnas nanti. Begitu ada cedera, ini juga menjadi kerugian bagi Sumsel,” tambahnya.
Ia yakin jika Gubernur Sumatera Selatan mengetahui situasi yang dialami atletnya, akan ada bantuan untuk meringankan beban orang tua Ariel. “Jika Gubernur sudah mengetahui ini, saya harap beliau dapat membantu meringankan beban orang tua Ariel. Apalagi Ariel belum genap berusia 17 tahun dan bercita-cita menjadi TNI atau Polri. Sangat disayangkan apabila nanti sampai mengalami kecacatan pada hidungnya,” tutupnya.
Permohonan Orang Tua Atlet
Sementara itu, Asi, orang tua Ariel, memohon kepada Gubernur Sumatera Selatan agar bisa membantu pengobatan anaknya yang tengah dalam masa penyembuhan. Menurutnya, sang anak telah mendapat rekomendasi untuk segera dioperasi agar bentuk hidungnya kembali normal. Namun, biaya yang ada saat ini masih belum cukup untuk mendapatkan perawatan terbaik.
“Saya mohon kepada Bapak Gubernur Sumatera Selatan untuk turut membantu membiayai anak saya hingga sembuh,” harapnya.











