Program Studi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Gelar Kuliah Umum
Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terus berupaya mempersiapkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan profesional. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menghadirkan Dosen Tamu dalam rangkaian kegiatan pendalaman mata kuliah PPAS (Praktikum Profesi Akuntansi Syariah). Kegiatan ini dihadiri oleh 120 mahasiswa semester enam.
Kuliah umum ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (11/4/2026), dengan mengundang Dera Karunia Pratama Muharam, BBA., S.E., Ak. Dera merupakan Direktur Utama sekaligus Founder PT DST Prime Insight (DST Solution Tasikmalaya).
Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., CTT., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendalaman mata kuliah PPAS yang diampu oleh Dr. Irni Sri Cahyanti, S.E.Sy., M.E.
Pembahasan Mengenai Sertifikasi Akuntan Syariah dan Konvensional
Dalam pemaparannya, Dera Karunia Pratama Muharam membahas topik “Sertifikasi Akuntan Syariah dan Konvensional: Jalan Menuju Profesionalisme”. Ia menekankan bahwa peran akuntan tidak hanya sebatas penyusun laporan keuangan, tetapi juga menjadi penjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang menjadi dasar kepercayaan publik terhadap dunia usaha, lembaga, maupun institusi keuangan.
Akuntansi syariah dibangun di atas prinsip amanah, keadilan, dan keterbukaan. Prinsip ini menjadi landasan penting dalam memastikan laporan keuangan selaras dengan nilai-nilai Islam, yang memberikan kontribusi pada sistem ekonomi yang berkeadilan.
Menurutnya, sertifikasi profesi sebagai bentuk pengakuan formal atas kompetensi dan profesionalisme seorang akuntan sangat penting. Sertifikasi tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.
Peran Lembaga dalam Regulasi Profesi Akuntan
Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dinilai menjadi syarat mutlak agar akuntan selalu relevan dengan perubahan regulasi, inovasi teknologi, dan praktik terbaik di bidang audit maupun pelaporan keuangan.
Dera memaparkan regulasi profesi akuntan di Indonesia yang dikelola oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Kedua lembaga ini berperan dalam menetapkan standar akuntansi, termasuk Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah), serta memfasilitasi sertifikasi profesional seperti Chartered Accountant (CA) dan Certified Public Accountant (CPA).
Jalur Sertifikasi dan Peluang Karier
Berbagai jalur sertifikasi yang dapat ditempuh, mulai dari sertifikasi akuntan konvensional, konsultan pajak, hingga sertifikasi akuntan syariah seperti SAS/USAS dan LSPKS. Sertifikasi ini membuka peluang karier yang luas, mulai dari kantor akuntan publik, konsultan pajak, perbankan syariah, lembaga zakat dan wakaf, hingga fintech syariah.
“Sertifikasi bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan investasi masa depan yang memperkuat daya saing individu, memperluas prospek karier, dan meneguhkan posisi akuntan sebagai profesi yang dipercaya masyarakat,” paparnya.
Harapan untuk Mahasiswa
Dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis akuntan, pentingnya sertifikasi profesi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin unggul, kompetitif, dan profesional.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











