Sidang Lanjutan Kasus Narkoba Ammar Zoni: Pledoi yang Mengundang Perhatian
Sidang lanjutan kasus narkoba yang menjerat Ammar Zoni kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam sidang yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan jawaban atas pledoi atau nota pembelaan yang disampaikan oleh aktor tersebut.
Pledoi yang dibacakan oleh Ammar Zoni dalam persidangan ternyata ditolak sepenuhnya oleh JPU. Hal ini berarti tuntutan hukuman terhadap Ammar tetap sama, yaitu hukuman penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp500 juta.
Ammar Zoni tampak menangis saat membacakan pledoinya. Ia tidak hanya menjawab proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga mengungkap perjalanan hidupnya di masa lalu. Termasuk kekecewaannya setelah diceraikan oleh mantan istrinya, Irish Bella, setelah ia kembali terlibat dalam penggunaan narkoba. Menurut Ammar, ia merasa ditinggalkan saat membutuhkan dukungan untuk keluar dari jeratan adiksi.
Isi pledoi tersebut kemudian menjadi sorotan publik. Beberapa pihak, termasuk Haldy Sabri, suami baru Irish Bella, menyayangkan Ammar yang justru membahas masa lalu daripada fokus pada kasus hukum yang sedang dihadapinya.
Tanggapan dari Keluarga Irish Bella
Susanti Arifin, ibunda Irish Bella, juga turut memberikan komentar terkait penyebutan nama sang putri dalam pleidoi Ammar. Dalam postingannya, Susanti menyinggung sikap tidak gentleman seorang pria yang diduga ditujukan pada Ammar. Ia menulis:
“Seorang yang tidak gentleman memang selalu mencari kambing hitam atas kesalahan yang dibuatnya sendiri. Kami lebih tahu sejarah dan ceritanya seperti apa. So biarlah kuasa Allah yang mengaturnya seadil mungkin.”
Susanti menegaskan bahwa ia lebih memahami perjalanan hidup Irish Bella dan ingin agar semua pihak menjaga hubungan baik.
Haldy Sabri juga menyampaikan kekecewaannya terhadap cara Ammar menyampaikan pleidoi. Menurutnya, langkah Ammar membawa isu pribadi dalam pleidoi adalah hal yang tidak tepat. Ia menilai pembelaan seharusnya fokus pada kasus hukum yang sedang dihadapi.
“Harusnya kemarin focus dulu aja dengan pembelaan,” ujarnya.
Ia juga mengkritik gaya penyampaian pleidoi yang dinilai berlebihan karena melibatkan istri orang di luar perkara. “Jangan bikin pembelaan lebay dengan membawa-bawa istri orang,” sindirnya.
Lebih lanjut, Haldy menilai isi pleidoi Ammar terkesan seperti curahan hati, bukan pembelaan hukum yang substansial. “Terkesan seperti curhat padahal selama ini kita tidak mengusik, kita jalan sesuai sewajarnya hidup,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Haldy berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik. “Semoga Allah SWT memberi yang terbaik ya putusannya nanti… Aamiin,” tutupnya.
Ammar Zoni Minta Maaf
Menanggapi respons negatif terkait pleidoinya yang menyinggung masa lalu, Ammar Zoni meminta maaf. Ia menyatakan bahwa isi pleidoinya merupakan rangkuman perjalanan hidup yang ia alami, bukan bermaksud menyakiti siapa pun.
“Saya yang saya bicarakan itu kan sesuai dengan apa yang terjadi waktu itu. Kan saya sudah bicarakan dari awal kalau perjalanan hidup saya,” kata Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan bahwa tidak ada maksud buruk untuk menyinggung nama Irish Bella dalam pleidoinya. “Saya bikin pleidoi saya itu tidak ada menyinggung siapa-siapa,” tambahnya.
Ammar Zoni juga menyampaikan dukungan terhadap pernikahan Irish Bella dengan Haldy. Ia menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan Irish Bella tetap baik, terutama karena anak-anak mereka kini diasuh bersama.
“Sekarang dia sudah ada suaminya juga saya support juga gitu loh. Dan bukan berarti saya memutuskan tali silaturahmi atau apapun sama dia karena gimana pun anak-anak saya. Enggak akan bisa gitu loh,” ujarnya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











