My WordPress Blog

75 Tahun Menabung dari Jualan Tempe, Kasidah Akhirnya Berangkat Haji

Kehidupan Jemaah Haji yang Menunggu Selama Puluhan Tahun

Ibadah haji pada tahun 1447 Hijriah, yang akan dilaksanakan pada 2026, menjadi momen bersejarah bagi ratusan jemaah dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Banyak di antara mereka akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu bertahun-tahun, bahkan hingga memasuki usia lanjut. Salah satu kisah yang menyentuh adalah Kasidah (75), warga Kalurahan Panjatan, Kapanewon Panjatan.

Kasidah berhasil mewujudkan impian berhaji setelah menabung selama kurang lebih 30 tahun dari hasil berjualan tempe. “Saya menabung dari hasil jualan tempe selama kurang lebih 30 tahun,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Usaha Kecil yang Menghasilkan Impian Besar

Kasidah telah berjualan tempe selama sekitar 40 tahun sejak awal menikah. Ia menjajarkan tempe godong di beberapa pasar, seperti Pasar Bendungan Wates, Pasar Kemendung, dan Pasar Panjatan. Sehari-hari, ia menjual tempe dengan harga Rp 12.000 per bungkus. Dari penghasilan itu, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan niat berhaji yang sudah muncul sejak usia 35 tahun.

Awalnya, Kasidah menabung Rp 100 per hari di celengan. Pada 2012, ia membuka rekening tabungan haji dan mulai menabung secara rutin setiap 10 hari sekali, dengan nominal Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Ia juga menambah penghasilan dengan membuat dan menjual sapu lidi agar tabungannya bisa terus bertambah.

Waktu Tunggu yang Panjang

Meskipun telah menabung selama bertahun-tahun, Kasidah sebenarnya sudah mendapat panggilan berangkat haji pada 2024. Namun, keberangkatannya sempat tertunda akibat situasi pascapandemi Covid-19. Ia pun harus kembali menunggu hingga akhirnya bisa berangkat pada 2026.

Kisah Kasidah mencerminkan realitas yang dihadapi banyak jemaah haji Indonesia, termasuk di Kulon Progo. Panjangnya antrean membuat tidak sedikit jemaah baru bisa berangkat saat memasuki usia lanjut.

Antrean yang Memengaruhi Jemaah Haji

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulon Progo, Mulyono, menyebut ratusan jemaah dari daerah tersebut memang mempunyai waktu tunggu cukup lama untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Meski antrean panjang, ia memastikan pemerintah tetap berupaya meringankan beban jemaah, termasuk dari sisi biaya.

“Sebab dari pemerintah pusat telah menanggung biaya avtur agar tidak membebani jemaah,” jelasnya dalam acara Pamitan Jemaah di Aula Adikarta Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo, Jumat (17/04/2026).

Jemaah Lansia yang Menanti Selama Puluhan Tahun

Di Kulon Progo, sebanyak 384 jemaah calon haji dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026. Sebagian dari mereka merupakan jemaah lansia yang telah menanti dalam waktu lama. Penantian panjang ini membuat banyak jemaah harus menjaga kondisi kesehatan agar tetap bisa menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi biaya haji, termasuk untuk komponen avtur penerbangan. Kebijakan ini membuat biaya yang ditanggung jemaah menjadi lebih ringan dibanding tahun sebelumnya.

Doa dan Harapan Jemaah Haji

Di sisi lain, Kasidah mengaku telah menyiapkan berbagai doa untuk dipanjatkan di Mekkah. Ia berharap selalu diberi kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mendoakan agar anak dan cucunya kelak bisa mengikuti jejaknya menunaikan rukun Islam kelima.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *