My WordPress Blog

Kristo Buka Rahasia di Balik Pembuatan Naskah “Tinggal Meninggal”

Pengalaman Membuat Film “Tinggal Meninggal” yang Unik dan Menarik

Film Tinggal Meninggal (2025) memberikan pengalaman menonton yang segar, dengan cerita yang rapi, unik, dan mudah dirasakan oleh penonton. Perasaan ini muncul dari gaya bercerita Kristo Immanuel dan Jessica Tjiu yang lugas, menyenangkan, namun sedikit “aneh”. Dalam wawancara virtual, Kristo mengungkapkan bahwa teknik breaking the fourth wall serta dialog komedi dalam film ini sengaja dibuat untuk memperkuat karakter dan penceritaan.

Kristo dan Jessica Tjiu bekerja sama sebagai co-writer dalam pembuatan naskah film ini. Proses pengembangan ide, sinopsis, treatment, dan naskah dilakukan bersama-sama selama sekitar satu tahun. Meski premis film ini berasal dari Kristo, perkembangan idenya terjadi secara kolaboratif.

1. Proses Pembuatan Naskah yang Memakan Waktu

Pembuatan naskah Tinggal Meninggal membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Awalnya, Kristo dan Jessica hanya butuh tiga bulan untuk membuat draft pertama. Namun, proses penyempurnaan naskah berlangsung cukup lama karena keduanya terus melakukan brainstorming di berbagai tempat seperti mobil atau kafe.

Kristo menjelaskan bahwa tidak ada pembagian khusus dalam menulis naskah. Bahkan, dialog komedi dan jokes sering kali dibuat bersama. Ia mengatakan, “Kami tidak bisa membedakan bagian mana yang dari aku dan mana yang dari dia. Banyak jokes yang kami buat bersama.”

2. Karakter yang Terinspirasi dari Kehidupan Nyata

Saat menonton Tinggal Meninggal, penonton mungkin merasa relate dengan kepribadian atau perilaku karakter-karakter dalam film ini. Hal ini disebabkan karena karakter-karakter tersebut terinspirasi dari orang-orang yang pernah Kristo temui.

Kristo menjelaskan bahwa ia menciptakan karakter dengan dasar kejujuran, tetapi juga ingin menampilkan gambaran larger than life dari masyarakat. Ia ingin menunjukkan kekurangan manusia sebagai sesuatu yang indah dan alami.

Ia juga menyampaikan bahwa ia kaget saat Mawar Eva de Jongh dapat memerankan sosok Kerin yang funny dan satir. Sementara itu, ia langsung yakin bahwa Omara Esteghlal cocok memerankan Gema karena ekspresi mikronya yang sesuai dengan karakter tersebut.

3. Dialog Komedi yang Berdasarkan Pemikiran Dalam

Dialog komedi dalam film Tinggal Meninggal memiliki nuansa dark comedy dan satir. Namun, dialog-dialog tersebut sebenarnya berasal dari pemikiran dalam Kristo. Ia mengatakan bahwa ia menggunakan dialog-dialog yang ia keluarkan dari pikirannya sendiri.

Kristo ingin membuat dialog yang tidak biasa, sehingga bagi sebagian orang mungkin terkesan tidak normal. Namun, hal ini justru menjadi daya tarik film ini. Bagi penonton yang memiliki latar belakang serupa dengan karakter Gema, mereka akan merasa lebih relate.

4. Teknik Breaking the Fourth Wall yang Direncanakan Sejak Awal

Teknik breaking the fourth wall yang digunakan dalam film ini ternyata sudah direncanakan sejak awal. Kristo mengungkapkan bahwa ia ingin membuat film dengan pendekatan ini sejak dulu.

Namun, teknik ini baru dipikirkan lebih matang saat memasuki tahap pembuatan treatment. Menurut Kristo, teknik ini membantu orang-orang neurotypical memahami perspektif Gema. Penonton yang memiliki latar belakang serupa dengan Gema juga merasa dibaca oleh film ini.

5. Perubahan Adegan yang Signifikan

Selama proses produksi, Kristo dan Jessica beberapa kali menyesuaikan naskah dengan kondisi di lapangan. Salah satu adegan yang mengalami perubahan signifikan adalah adegan di lift. Awalnya, hanya Mario yang mengaku bohong. Namun, Shindy Huang, pemeran Adriana, menyarankan agar semua karakter juga menyampaikan kebohongan mereka.

Menurut Kristo, ide ini menarik karena merepresentasikan kebutuhan validasi dalam kehidupan nyata. Ia menjelaskan bahwa film ini bukan tentang realisme, tetapi tentang representasi masyarakat yang semuanya butuh perhatian dan validasi.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *