Video Viral: Pria Buang Air Besar di Depan Ruko Banjarmasin
Video yang viral di media sosial menampilkan seorang pria buang air besar (BAB) di depan Ruko Jalan Pramuka, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Aksi tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi warga sekitar, terutama pemilik ruko karena aroma tak sedap dan pemandangan yang menjijikan.
Dalam unggahan akun Instagram @peristiwakalsel, peristiwa ini terjadi saat malam hari ketika jalanan sepi. Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak seorang pria mengenakan kaus lengan panjang memasuki kawasan ruko. Ruko tersebut biasanya menjual barang elektronik dan kebutuhan rumah tangga. Namun, pria tersebut justru BAB di bagian teras ruko.
Setelah melakukan aksinya, pria tersebut menyalakan api dan kemudian pergi. Keesokan harinya, pemilik ruko mengeluhkan aroma tak sedap di kawasan teras. Setelah dicek melalui CCTV, ternyata ada seorang pria tak dikenal yang melakukan aksi tersebut. Aksi ini meresahkan warga sekitar karena khawatir akan terulang di tempat lain.
Hingga kini, identitas pria tersebut belum diketahui secara pasti.
BAB Sembarangan di Indonesia
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 masih ada 5,86 persen rumah tangga di Indonesia yang melakukan BAB sembarangan di tempat terbuka. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada 2020, sekitar 6,11 persen populasi Indonesia melakukan BAB sembarangan di tempat terbuka.
Berdasarkan data BPS, populasi Indonesia pada 2020 mencapai 270,203 juta jiwa. Artinya, sekitar 16,509 juta penduduk Indonesia masih melakukan BAB sembarangan di tempat terbuka.
Menurut Conserve Energy Future, semakin tinggi tingkat BAB sembarangan di suatu daerah, semakin tinggi pula masalah sanitasi dan pengelolaan limbah di daerah tersebut. Beberapa faktor penyebab praktik ini antara lain kurangnya edukasi, kemiskinan, lokasi yang sangat terpencil, serta kurangnya dukungan pemerintah.
Dampak Negatif BAB Sembarangan
BAB sembarangan memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Berikut beberapa konsekuensinya:
-
Meningkatnya penularan penyakit melalui air
Salah satu dampak utama dari BAB sembarangan adalah penularan penyakit melalui air. Contohnya adalah diare, yang paling banyak menyerang bayi di bawah lima tahun. Penularan terjadi karena BAB sembarangan sering dilakukan di dekat saluran air dan sungai. Air yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum dan masak, memicu penyakit seperti kolera, tifus, dan trachoma. -
Penularan penyakit tidak langsung
BAB sembarangan juga bisa menyebabkan penularan penyakit secara tidak langsung, misalnya melalui lalat. Kotoran yang menumpuk menarik lalat dan serangga lain yang kemudian menyebar ke daerah sekitar, membawa mikroba penyebab penyakit. Lalat dapat hinggap di makanan dan minuman, sehingga menjadi penyebar penyakit seperti kolera. -
Memperparah penyebaran penyakit
BAB sembarangan menciptakan siklus penyebaran penyakit. Misalnya, jika seseorang terkena diare dan sakit perut, ia mungkin kembali melakukan BAB sembarangan, memperparah penyebaran penyakit di wilayah tersebut. -
Malnutrisi pada anak
Anak-anak yang terinfeksi penyakit akibat BAB sembarangan cenderung kehilangan cairan dan nafsu makan, menyebabkan malnutrisi. Jika terdapat cacing usus, kondisi ini akan semakin parah, menghambat pertumbuhan dan melemahkan daya tahan tubuh. -
Anak stunting
BAB sembarangan dan sanitasi yang buruk juga dapat memicu stunting pada anak. Studi di India menunjukkan bahwa daerah dengan praktik BAB sembarangan lebih tinggi jumlah anak stuntingnya. Stunting dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak.











