My WordPress Blog

Siswa SD di Demak Diduga Bunuh Diri Usai Dihina Ibu, Ini Pengakuan Orangtua

Kematian Bocah 12 Tahun di Kabupaten Demak

Polisi menyatakan bahwa seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Kejadian ini terjadi setelah korban menerima pesan makian dari ibunya melalui aplikasi WhatsApp. Sebelum kejadian, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut ke media sosial dan menuliskan bahwa dirinya merasa lelah di balik tawanya.

Hasil visum dan rekaman CCTV menunjukkan tidak ada tanda-tanda pembunuhan. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Pengunggahan Tangkapan Layar di Media Sosial

Korban disebut sebagai murid SD yang sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian dari ibunya beberapa hari sebelum peristiwa terjadi. Unggahan itu kemudian tersebar luas di media sosial, termasuk dibagikan oleh akun Instagram @infodemakraya.

Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat sejumlah kata kasar yang dikirimkan kepada korban. Saat membagikan gambar itu, korban juga menulis keterangan, “Di balik tawa gua disisi lain aku juga cape.”

Kronologi Kejadian Berdasarkan CCTV

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB. Setelah masuk, sang ibu mendapati anaknya dalam kondisi tergantung. Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.

Pada jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Dengan waktu singkat antara 18.01 hingga 18.03 WIB, tidak memungkinkan adanya indikasi pembunuhan oleh ibu korban.

Warga yang mendengar teriakan tersebut segera datang. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.

Hasil Pemeriksaan Forensik

Dari hasil visum dokter forensik, ditemukan tanda-tanda kematian akibat gantung diri. Ada luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher. Didapatkan tanda mati lemas. Waktu kematian diperkirakan 2-6 jam sebelum pemeriksaan visum dilakukan.

Polisi menerima laporan kejadian sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta pendalaman lebih lanjut.

Pengakuan Orangtua

Anggah mengakui bahwa sebelumnya sang ibu beberapa kali mengirim pesan bernada marah dan mengandung kata-kata kasar kepada korban. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti tindakan korban tidak dapat disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.

“Memang sebelumnya ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar. Tetapi penyebab korban gantung diri tidak bisa kita simpulkan karena hal itu, karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman,” ujar Anggah.

Ia juga berharap para orang tua bisa lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anaknya. Selain itu, selalu perhatikan dan awasi aktivitas media sosial anak-anaknya agar anak merasa bahwa ada orang tua yang selalu hadir dan mendengarkan dirinya.

Kasus di Ngada NTT

Selain kasus di Kabupaten Demak, terdapat kasus serupa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang bocah SD di sana meninggal dunia karena kemiskinan ekstrem. Korban disebut mengakhiri hidupnya karena ibunya tidak sanggup membelikan peralatan sekolah.

Korban diketahui berinisial YBR (10), murid SD kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).

Peringatan Penting

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri. Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tragis, Bocah SD di Demak Akhiri Hidup Setelah Dimarahi Ibunya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *