Warga Kabupaten Sikka Khawatir dengan Keberadaan SG yang Menghilang
SG, seorang saksi kasus pembunuhan siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, kini dikabarkan bersembunyi di Hutan Kojablo, Desa Mamai, Kecamatan Talibura. Peristiwa ini terjadi sejak Minggu, 1 Maret 2026, dan hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari keberadaannya.
Menurut laporan warga, SG terlihat di Hutan Kojablo setelah mandi dan mengenakan baju kaos berwarna hitam. Sebelumnya, pada hari yang sama, ia dilihat mengenakan kaos merah. Hal ini membuat warga semakin waspada karena tindakan SG yang tidak jelas arahnya.
“Baru saja SG terlihat di hutan Kojablo baru habis mandi, hari minggu itu terlihat mengenakan kaos merah, baru saja dilihat mengenakan kaos hitam,” kata Wihelmus, warga Desa Mamai, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan bahwa warga tidak berani mendekatinya, hanya bisa mengamati dari jauh.
Sejumlah petani di tiga desa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, juga tidak berani beraktivitas di kebun akibat keberadaan SG. Menurut Wihelmus, keresahan warga meningkat ketika SG muncul di Desa Bangkoor dan kemudian berjalan menuju hutan Kojablo.
Selain itu, para ibu-ibu yang biasanya bekerja sendirian di kebun kini harus dirumahkan oleh suami mereka karena takut dengan SG. Warga juga khawatir dengan banyaknya pondok di kebun yang layak untuk dijadikan tempat berlindung. Di dalam pondok tersebut, terdapat parang dan pisau yang ditinggalkan petani. Bahkan, SG pernah menawarkan ingin membeli parang dari seorang warga di Desa Bangkoor.
Dampak terhadap Sekolah dan Kehidupan Sehari-hari
Anak-anak sekolah di wilayah itu juga terdampak. Orang tua harus mengantar dan menjemput anak-anak mereka ke sekolah karena rasa takut terhadap SG. Hal ini menyebabkan kekhawatiran besar bagi warga setempat, terutama karena pihak kepolisian hanya hadir di lokasi pada Minggu, 1 Maret 2026, lalu menghilang hingga saat ini.
Warga hanya bisa berharap agar pihak kepolisian tetap memantau wilayah tersebut, karena keberadaan SG yang masih berkeliaran membuat mereka sangat takut.
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu pasca terjadi kasus pembunuhan di wilayah itu. Setelah penemuan jenazah pada Senin, 23 Februari 2026, KBM di wilayah itu terhenti. Meski KBM kembali berjalan di hari berikutnya, kondisinya tidak normal.
Banyak pelajar yang tidak masuk sekolah karena trauma dengan peristiwa itu. Sementara itu, sejumlah pelajar diantar dan dijemput orang tua di sekolah. Patrisius Pederico, SP, Sekretaris Dinas PKO Kabupaten Sikka, mengatakan:
“Informasinya hanya hari pertama KBM tidak berjalan, setelah itu KBM berjalan cuman tidak berjalan lancar.”
Dinas PKO Kabupaten Sikka akan turun ke sekolah-sekolah di wilayah Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang. “Sebentar kami akan turun ke sekolah untuk memastikan,” jelasnya.
Penetapan Tersangka dan Status SG
Polres Sikka telah menetapkan FRG sebagai tersangka atas kematian STN (14), siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. Namun, SG (ayah) saksi kasus pembunuhan itu kabur dan saat ini sedang diburu oleh pihak kepolisian sejak Minggu, 1 Maret 2026.











