Kembali Menghadapi Trauma, Wardatina Mawa Mengungkap Perasaannya
Wardatina Mawa kembali harus menghadapi momen yang tidak mudah ketika melihat ulang rekaman CCTV yang melibatkan artis Inara Rusli dan pengusaha Insanul Fahmi. Ia datang ke Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2026) untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan ilegal akses yang dibuat oleh Inara Rusli dan Insanul Fahmi.
Kasus ini berkaitan dengan laporan sebelumnya dari Mawa mengenai dugaan perzinahan yang melibatkan suaminya, Insanul Fahmi, dengan Inara Rusli. Dugaan tersebut disebut memiliki bukti berupa rekaman CCTV. Insanul Fahmi sendiri diketahui merupakan suami sah Wardatina Mawa yang kemudian melakukan poligami dengan menikahi Inara Rusli secara siri pada 7 Agustus 2026.
Usai menjalani pemeriksaan, Mawa mengaku emosinya kembali terpancing setelah melihat rekaman tersebut. “Saya tadi baru melihat ya (cctv perzinahan) melihat lagi, saya ke-trigger lagi dengan semua-semua yang kalian (Insanul Fahmi dan Inara Rusli) lakukan,” kata Wardatina Mawa. Ia juga menambahkan, “Tindakan yang kalian lakukan, perzinahan yang sangat menjijikkan yang saya lihat.”
Mawa mengaku trauma dan luka lamanya kembali terasa ketika harus menyaksikan kembali rekaman tersebut. “Ya jujur iya. Tadi… sudah lama saya melupakan ini dan mungkin masih ada ya, pasti trauma masih ada. Luka saya masih belum pulih. Dan saya harus menyaksikan videonya tadi itu,” ucapnya.
Ia juga merasa heran karena Insanul Fahmi dan Inara Rusli masih membantah tudingan tersebut meski menurutnya bukti sudah jelas. “Kalian bilang tidak ada perzinahan. Faktanya ada!” tegasnya. Meski memiliki rekaman tersebut, Mawa menegaskan tidak akan menyebarkannya kepada siapa pun. “Cukup saya aja yang sakit, cukup saya aja yang hancur. Jangan anak saya yang tahu juga,” ungkapnya.
Ia pun meminta Insanul Fahmi dan Inara Rusli untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan. “Jadi tolong, tolong akui kesalahan kalian,” katanya. Wardatina Mawa mengaku selama ini telah berusaha bersabar menghadapi pengkhianatan dalam rumah tangganya. Namun ia merasa tersinggung ketika dirinya justru dijelek-jelekkan. “Saya manusia biasa. Kalau kalian mau minta maaf, oke silakan minta maaf. Tapi tolong jangan jelek-jelekkan saya terus. Ya, saya punya harga diri, saya punya hak,” ujar Wardatina Mawa.
“Saya punya hak untuk melepaskan semuanya dan saya tidak mau sama lelaki yang khianat. Ya mohon maaf ya saya bilang ya, dan saya tidak mau melanjutkannya lagi,” tambahnya.
Keputusan untuk Berpisah
Wardatina Mawa sebelumnya juga telah mendaftarkan gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi di Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara setelah mengetahui sang suami melakukan poligami. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk berpisah merupakan keinginannya sendiri tanpa pengaruh dari pihak mana pun. “Aku pure dari pribadi aku, emang tidak mau melanjutkan hubungan ini. Nggak ada hasutan dari siapapun,” kata Wardatina Mawa ketika ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).
“Ih pusing kepalaku dengernya, sumpah,” ungkapnya. Setelah memutuskan berpisah, Mawa berusaha memulihkan kondisi mentalnya dengan berkonsultasi ke psikolog di Bandung. “Kemarin baru dari Dokter Yulia di Bandung. Ya alhamdulillah release ya, lebih banyak mindfulness juga. Di manapun juga pasti ada rasa trauma tuh wajar ya. Tapi sekarang lebih tenang, alhamdulillah,” jelasnya.
Kini, ia memilih fokus pada dirinya sendiri dan masa depan anaknya. “Fokus aku sekarang udahlah, lebih banyak untuk diri aku sendiri dan masa depan anak aku juga. Semua ini titipan dari Allah, kita hadapi aja semuanya dengan smile,” ujar Wardatina Mawa.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











