My WordPress Blog

Detik-Detik Mahasiswa Tewas Tertabrak Truk di Mendalo Jambi, Rekan Panik

Tragedi Mahasiswa Tewas Terlindas Truk di Mendalo

Kondisi lalu lintas yang kacau dan minimnya fasilitas jalan di kawasan Mendalo, Jambi, kembali memicu kejadian maut. Seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Jambi (Unja), Lawu Tri Angga, tewas seketika setelah terlindas truk di depan kantor JNE pada dini hari, Rabu (11/3/2026). Kejadian ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat kecelakaan di jalur tersebut.

Kejadian tragis itu berlangsung di jalur gelap dan berlubang, tempat puluhan ribu motor mahasiswa dan truk besar dari arah Muara Bulian dan Kota Jambi saling bersaing. Saat itu, sekelompok mahasiswa sedang bersantai di pinggir jalan ketika tiba-tiba melihat rekan mereka tertabrak truk. Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi para saksi mata.

Jalur Maut yang Mengancam Keselamatan Mahasiswa

Mendalo dikenal sebagai kawasan dengan kondisi lalu lintas yang sangat padat. Banyak pengguna jalan menyebutnya sebagai “jalur maut” karena sering menjadi tempat hilangnya nyawa pengendara. Selain kepadatan lalu lintas, minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat area antara Kampus Unja dan UIN STS Jambi semakin rawan, terutama saat malam hari.

Akun media sosial @jambihits_id dalam narasi duka yang viral menulis:

“Mendalo adalah kawasan dengan kondisi lalu lintas yang sangat padat… Tak jarang jalanan ini menjadi tempat tragis yang menjadi titik akhir hilangnya nyawa pengendara.”

Warga dan masyarakat mulai menggelar protes terhadap Pemerintah Provinsi Jambi. Mereka menuntut perbaikan infrastruktur jalan serta pembangunan jalur ganda untuk memisahkan kendaraan kecil dari ancaman kendaraan bertonase besar. Beberapa warganet bahkan menyarankan solusi fisik seperti pembuatan jalur tambahan yang lebih tertib dan aman.

Desakan untuk Solusi Konkret

Tragedi yang menimpa Lawu Tri Angga memicu gelombang desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan fasilitas jalan. Warga menilai bahwa selama ini pemerintah daerah terkesan “tutup mata” terhadap keselamatan puluhan ribu mahasiswa yang setiap hari bertaruh nyawa di jalur tersebut.

Salah satu komentar pedas datang dari akun @m_z*** yang langsung menandai Gubernur Jambi:

“Pejabat nya bisa digugat ini, pak gub @alharisjambi tolong diperhatikan ini. Mau berap byk lagi korban. Cari solusi nyo, selaku pemangku kepentingan.”

Banyak warganet juga menyampaikan rasa frustrasi terhadap birokrasi yang dinilai tidak responsif. Akun @ale*** menulis:

“Pejabat jambi banyak tutup mato tutup telingo kito rakyat jambi lah capek ngomongnyo.”

Masyarakat kini mendesak adanya solusi konkret, termasuk pembangunan jalur ganda dan pembatasan ketat jam operasional kendaraan berat yang melintasi kawasan kampus. Tanpa langkah nyata, Mendalo akan terus dijuluki sebagai “Jalur Pencabut Nyawa” bagi para penuntut ilmu di Jambi.

Kecaman atas Kegagalan Tata Kelola Transportasi Logistik Tambang

Terpisah, Ketua Pemuda Katolik Kota Jambi, Darwin Sijabat, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas carut-marutnya tata kelola transportasi logistik tambang yang terus memakan korban jiwa.

Ia menegaskan bahwa duka ini tidak boleh hanya berhenti pada seremoni belaka. Dalam pernyataan resminya, Sabtu (14/3/2026), Darwin menyampaikan:

“Kami menyampaikan belasunggawa sedalam-dalamnya. Namun, peristiwa di Mendalo adalah tampakan keras bagi pemangku kebijakan. Mahasiswa yang seharusnya membawa pulang gelar sarjana, justru harus pulang dalam peti jenazah. Kami menagih janji Pemerintah Provinsi Jambi, mana jalan khusus batu bara yang selama ini digaungkan?”

Darwin menambahkan, percampuran kendaraan logistik besar dengan kendaraan masyarakat umum di kawasan padat seperti Mendalo adalah “bom waktu” yang terus meledak. Ia mendesak Gubernur Jambi untuk mengambil langkah luar biasa (extraordinary measure) guna mempercepat infrastruktur jalan khusus tersebut.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *