My WordPress Blog

5 cara mengatur keuangan di bulan Ramadan

Persiapan Keuangan yang Tepat Selama Bulan Ramadan

Ramadan sudah tiba, dan seiring dengan itu, berbagai persiapan mulai dilakukan. Salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah pengaturan keuangan selama bulan suci ini. Bulan Ramadan membawa perubahan dalam pola hidup, termasuk dalam hal makan. Jika biasanya kita makan tiga kali sehari, kini hanya dua kali karena siang hari harus berpuasa.

Meski terdengar lebih hemat, nyatanya ada momen buka puasa yang bisa membuat pengeluaran meningkat. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar keuangan tetap stabil tanpa mengganggu kebutuhan lainnya.

Hindari Belanja Berlebihan Jelang Ramadan



Sudah menjadi kebiasaan bahwa harga bahan pokok naik menjelang Ramadan. Hal ini bisa memengaruhi keuangan jika tidak disiapkan secara matang. Contohnya, harga cabai mencapai Rp 70 ribu per kg, sementara harga ayam potong dan telur juga kembali meroket. Untuk menghindari pemborosan, pastikan tidak belanja berlebihan di awal Ramadan. Beli saja bahan yang benar-benar habis dan secukupnya. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk belanja bahan yang harganya bisa turun di waktu lain.

Solusi lainnya adalah membeli substitusi yang lebih murah namun tetap berkualitas. Misalnya, jika ayam terlalu mahal, ganti dengan tempe atau tahu. Telur puyuh juga bisa menjadi alternatif yang menarik untuk berbagai menu.

Pastikan Punya Daftar Menu Selama Seminggu



Salah satu cara menghemat pengeluaran selama Ramadan adalah dengan memiliki daftar menu selama seminggu. Daftar ini bisa dibuat bersama saat akhir pekan, dengan meminta masukan dari anggota keluarga mengenai jenis menu yang diinginkan. Cara ini memungkinkan Mama belanja lebih tepat dan menghindari membeli bahan makanan yang berpotensi tidak terpakai. Selain itu, dengan mengetahui menu seminggu, mengurangi kebingungan yang berujung memesan makanan secara online. Tentu lebih mahal ya pengeluarannya.

Hitung akan Berapa Kali Buka Puasa di Luar



Ramadan identik dengan buka puasa bersama. Selama 1 bulan itu, biasanya ada beberapa kali kamu akan berencana buka puasa di luar, baik itu di rumah keluarga atau bersama teman-teman. Pastikan untuk memiliki budget untuk kegiatan tersebut. Buatlah budget yang sesuai dengan pemasukan. Jika merasa terlalu banyak buka puasa di luar membuat keuangan kamu terganggu, jangan ragu untuk menolaknya. Karena sejatinya Ramadan adalah mendulang pahala, bukan sekadar buka puasa bersama saja. Selain itu, ada banyak keperluan yang harus dikeluarkan juga menjelang Lebaran. Jangan sampai kebingungan, ya!

Hitung Biaya untuk Memberikan pada Sesama



Di bulan suci ini, pahala dilipatgandakan. Oleh karena itu, banyak program berbagi bersama yang dilakukan banyak orang. Inilah waktu yang tepat untuk bersedekah dengan tulus pada sesama. Namun bukan berarti asal sedekah tanpa perhitungan matang. Agar tidak mengganggu keuangan, pastikan kamu punya pos tersendiri untuk beramal. Ini bisa didapat dari menyisihkan uang bulanan atau uang jajan yang berlebihan. Selain itu, di rumah biasanya diadakan juga giliran untuk mengadakan takjil di masjid dan musala terdekat. Masukkan ke dalam pengeluaran juga, ya!

Siapkan Budget Hampers Ramadan



Sejak masa pandemi, ada kebiasaan baru yang bisa menjaga silaturahmi dengan keluarga dan teman baik yaitu saling berkirim makanan dan barang. Dengan jasa pengiriman online, semua bisa dilakukan dengan mudah. Hampers Ramadan pun sering jadi tren saat ini. Eits, ini tentu berbeda dengan hampers Lebaran, ya! Jika ingin berpartisipasi untuk mengirim hampers Ramadan, jangan lupa siapkan budget untuk itu. Kalaupun tidak ingin berkirim-kirim, tetap siapkan dana karena jika kamu mendapat hampers, rasanya tidak nyaman jika tidak membalasnya. Daripada over budget biaya bulanan, siapkan di awal saja.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *