My WordPress Blog

TAUD Bongkar Fakta Baru Kasus Air Keras Andrie Yunus, Diduga Libatkan Belasan Orang

Investigasi TAUD: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Libatkan Belasan Orang, Termasuk Sipil

Sebuah investigasi independen yang dilakukan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menemukan indikasi bahwa serangan terhadap aktivis kemanusiaan Andrie Yunus dilakukan secara terencana oleh belasan pelaku. Hal ini berbeda dengan dugaan awal yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh satu orang.

Temuan TAUD

Berdasarkan hasil investigasi yang dirilis oleh TAUD, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada malam 12 Maret 2026 tidak dilakukan oleh satu pelaku tunggal. Justru, ada bukti permulaan yang menunjukkan adanya keterlibatan belasan orang dalam aksi tersebut, termasuk warga sipil.

Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Gedung YLBHI, teridentifikasi adanya belasan pelaku yang diduga kuat saling berkoordinasi sepanjang malam kejadian. Salah satu temuan penting menunjukkan adanya upaya pengintaian yang sistematis. Pelaku utama yang menggunakan helm biru saat membuntuti korban di lokasi kejadian sempat terlihat berada di sekitar Gedung YLBHI beberapa jam sebelum penyiraman. Saat itu, ia tampak mengenakan atribut ojek online (ojol) berwarna hijau sebagai bentuk penyamaran.

TAUD, yang terdiri dari organisasi seperti LBH Jakarta, YLBHI, Greenpeace, hingga Imparsial, mendesak agar proses hukum tetap berada di bawah kekuasaan peradilan umum demi transparansi. Mereka menilai bahwa tindakan ini akan memastikan keadilan dan keterbukaan dalam penyelesaian kasus ini.

Puspom TNI Umumkan Empat Tersangka

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengumumkan empat anggota Bais TNI sebagai tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka dijerat dengan Pasal 467 KUHP terkait penganiayaan berencana. Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mendalami siapa aktor intelektual di balik perintah serangan tersebut.

“Jadi yang terkait dalam perintah siapa nih, kan gitu. Jadi nanti masih sedang kita dalami. Percaya sama kita bahwa kita akan bertindak profesional dan transparan,” ujar Mayjen Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).

Instruksi Presiden dan Jaminan Kapolri

Kasus ini telah menarik perhatian tertinggi di tingkat negara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional. Guna mempercepat pengungkapan, Polri mengedepankan metode scientific crime investigation yang menitikberatkan pada bukti fisik dan analisis laboratorium forensik.

Selain itu, Kapolri menjamin perlindungan penuh bagi masyarakat yang berani memberikan informasi. “Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan. Kami juga telah membuat Posko Pengaduan agar masyarakat bisa memberikan laporan langsung,” tegas Jenderal Listyo Sigit.

Kondisi Korban

Hingga saat ini, sinkronisasi data antara temuan investigasi mandiri TAUD dengan penyidikan resmi kepolisian dan TNI menjadi kunci untuk mengungkap tabir gelap di balik teror terhadap aktivis kemanusiaan ini. Sebagai informasi, peristiwa penyiraman yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengakibatkan Andrie Yunus menderita luka bakar serius hingga 24 persen di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *