My WordPress Blog

Pelaku Penyiram Air Keras Andrie Yunus Bersembunyi Jadi Ojol Saat Mengintai Korban

Pelaku Penyiraman Air Keras Menyamar sebagai Ojek Online

Pelaku utama penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan menyamar sebagai ojek online (ojol) pada malam kejadian. Hal ini menjadi salah satu fakta baru yang terungkap dari investigasi yang dilakukan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

Pada saat kejadian, pelaku menggunakan helm berwarna biru dan tampak berada di sekitar Gedung YLBHI beberapa jam sebelum peristiwa. Ia juga mengenakan atribut ojol berwarna hijau sebagai bagian dari upaya penyamaran. Penyamaran ini dilakukan selama proses pengintaian terhadap korban.

Dari hasil investigasi TAUD, ditemukan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie diduga merupakan operasi terencana yang melibatkan belasan orang, termasuk warga sipil. Dalam laporan resmi mereka, TAUD menyatakan adanya bukti permulaan yang menunjukkan bahwa penyerangan tidak dilakukan oleh satu aktor tunggal.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Gedung YLBHI, teridentifikasi adanya belasan pelaku yang diduga saling berkoordinasi sepanjang malam kejadian. “Kami memperoleh bukti permulaan bahwa operasi ini dilakukan oleh belasan orang pelaku dan terdapat keterlibatan pelaku sipil di antaranya,” tulis TAUD dalam siaran persnya.

Investigasi Mandiri dan Proses Hukum

Salah satu temuan penting menunjukkan adanya upaya pengintaian yang sistematis. TAUD, yang terdiri dari organisasi seperti LBH Jakarta, YLBHI, Greenpeace, hingga Imparsial, mendesak agar proses hukum tetap berada di bawah kekuasaan peradilan umum demi menjaga transparansi.

Selain itu, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengumumkan empat anggota Bais TNI sebagai tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka dijerat dengan Pasal 467 KUHP terkait penganiayaan berencana. Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan pihaknya sedang mendalami siapa aktor intelektual di balik perintah serangan tersebut.

“Jadi yang terkait dalam perintah siapa nih, kan gitu. Jadi nanti masih sedang kita dalami. Percaya sama kita bahwa kita akan bertindak profesional dan transparan,” ujar Mayjen Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI.

Perhatian Tinggi dari Pemerintah

Kasus ini telah menarik perhatian tertinggi di tingkat negara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional. Untuk mempercepat pengungkapan, Polri mengedepankan metode scientific crime investigation yang menitikberatkan pada bukti fisik dan analisis laboratorium forensik.

Selain itu, Kapolri menjamin perlindungan penuh bagi masyarakat yang berani memberikan informasi. “Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan. Kami juga telah membuat Posko Pengaduan agar masyarakat bisa memberikan laporan langsung,” tegas Jenderal Listyo Sigit.

Tanggapan dari Pakar Politik

Pakar politik sekaligus Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, menyampaikan apresiasi kepada aparat gabungan Polri dan TNI atas pengungkapan kasus tersebut. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak aparat, Polri dan TNI yang gerak cepat menangkap pelaku penyiraman,” kata Ujang kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan tanpa tebang pilih. “Ini penting untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu. Siapapun yang bersalah harus ditindak tegas. Salah ya sikat, itu yang membuat publik percaya,” ujarnya.

Ujang juga menekankan pentingnya pemberian hukuman yang berat kepada para pelaku guna memberikan efek jera. “Penegak hukum perlu mempertimbangkan hukuman yang berat bagi para pelaku. Agar ada efek jera, sehingga tidak ada kejadian serupa di kemudian hari,” tambahnya.

Kondisi Korban Saat Ini

Sebagai informasi, peristiwa penyiraman yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengakibatkan Andrie Yunus menderita luka bakar serius hingga 24 persen di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo.

Adapun Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Menurut keterangan resmi dari KontraS, peristiwa ini terjadi tak lama setelah aktivis berusia 27 tahun itu rampung melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, akibat luka bakar yang dideritanya.

Hasil pemeriksaan medis yang dipaparkan oleh Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkap bahwa Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen yang tersebar di wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Dampak paling serius terjadi pada mata kanan yang mengalami trauma kimia tingkat tiga pada fase akut sehingga menyebabkan penurunan tajam kemampuan penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *