Kepala Dusun di Blitar Tewas di Sungai Brantas, Diduga Bunuh Diri
Seorang perangkat desa berinisial MRS (39) ditemukan tewas di aliran Sungai Brantas, Desa Kaulon, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (24/3/2026). Korban adalah seorang Kepala Dusun Ngreco yang baru menjabat selama kurang lebih tiga bulan. Penemuan jasadnya mengakhiri pencarian setelah korban dilaporkan hilang sejak Minggu (22/3/2026) malam.
Riwayat Percobaan Bunuh Diri
Camat Selorejo Agung Nugroho Sutamat mengungkapkan bahwa MRS memiliki riwayat percobaan bunuh diri dua bulan lalu. Saat itu, korban mencoba gantung diri di rumahnya, tetapi berhasil diselamatkan oleh istrinya. “Istrinya membabat tali yang dipakai untuk gantung diri. Jadi sudah gantung diri,” tambah Agung.
Meski sempat disarankan untuk beristirahat oleh Kepala Desa Ngreco, MRS kembali melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini membuat banyak pihak khawatir akan kondisi mental korban.
Beban Jabatan dan Keluhan
Agung menjelaskan bahwa MRS sering mengeluhkan beban jabatan kepada orang di sekitarnya, termasuk Kepala Desa Ngreco. Sejak menjabat sebagai Kepala Dusun Ngreco sekitar tiga bulan lalu, MRS terlihat terbebani dengan tanggung jawab yang diembannya.
“Misalnya saat disambati warga tentang perlunya mendirikan pos kamling (pos keamanan keliling), itu dia merasa terbebani. Apa yang disampaikan warga itu menjadi pikirannya terus,” ujar Agung.
Beban tersebut semakin memuncak hingga akhirnya muncul niat untuk bunuh diri. Meski sudah diminta untuk beristirahat, MRS justru melanjutkan rencananya.
Kronologi Penemuan Jasad
Jasad MRS ditemukan mengambang di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Desa Kaulon, Kecamatan Selorejo, pada Selasa (24/3/2026). Penemuan ini terjadi setelah korban dilaporkan hilang sejak Minggu (22/3/2026) malam.
Berdasarkan keterangan sang istri, DDW (39), suaminya terakhir kali berpamitan keluar rumah menggunakan sepeda motor untuk membeli obat, namun tidak kunjung kembali.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa jenazah MRS pertama kali terlihat oleh warga yang tengah melintasi jembatan penghubung Desa Kaulon dan Desa Jegu sekitar pukul 14.00 WIB. “Tim BPBD mendatangi lokasi dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk proses identifikasi,” ujar Wahyudi.
Motor Korban Ditemukan di Wilayah Malang
Sebelum jasadnya ditemukan di aliran sungai, keberadaan MRS sempat terlacak melalui kendaraan yang digunakannya. Camat Selorejo, Agung Nugroho Sutamat, memaparkan bahwa pihak keluarga menemukan sepeda motor korban terparkir di dekat jembatan Sungai Brantas di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, Kecamatan Selorejo merupakan wilayah perbatasan antara sisi timur Kabupaten Blitar dengan Kecamatan Sumberpucung, Malang. “Saat itu kami juga melaporkan hal ini ke BPBD Kabupaten Malang dan kepolisian setempat guna mendapatkan bantuan pencarian korban,” tutur Agung.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Kepergian MRS meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih berusia 15 tahun dan 7 tahun. Mereka kini harus berduka atas kehilangan yang sangat berat.
Upaya Pencegahan yang Dilakukan
Agung mengaku tidak mengetahui persis apa yang ada dalam pikiran MRS dan apakah MRS memang sudah memiliki masalah kejiwaan sebelumnya. “Semua kami sudah berusaha menasihati untuk bersabar dan tidak melakukan tindakan nekat seperti itu. Termasuk dari BPBD juga sudah menasihati,” ujarnya.
Namun, upaya tersebut ternyata tidak cukup untuk mencegah tragedi yang terjadi. MRS meninggalkan rumahnya mengendarai sepeda motor pada Minggu (22/3/2026) malam dengan alasan hendak membeli obat. Namun, ia tidak pernah kembali hingga jasadnya ditemukan di aliran Sungai Brantas di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











