My WordPress Blog
Hukum  

Kunjungi Rutan dan Lapas Palangka Raya, Bias Layar Soroti Kekurangan Petugas dan Overkapasitas

Kunjungan Anggota DPR RI ke Rutan dan Lapas Kelas IIA Palangka Raya

Pada Jumat (27/3/2026), Anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalteng, Bias Layar, melakukan kunjungan kerja ke Rutan dan Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Kedatangan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi pelayanan serta situasi di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Saat ini, rutan yang berada di bawah pengelolaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah itu sedang dihuni lebih dari 600 warga binaan.

Kondisi overkapasitas hunian dan keterbatasan jumlah petugas menjadi fokus utama dalam kunjungan ini. Bias Layar menyatakan bahwa masalah serupa hampir selalu ditemukan di berbagai lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan yang ia kunjungi di sejumlah daerah. Menurutnya, tugas utama yang harus dilakukan adalah memastikan pelayanan dan kondisi di dalam lembaga tersebut tetap optimal.

“Tugas kami adalah melihat bagaimana pelayanan dan kondisi di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Biasanya persoalan yang paling sering ditemukan adalah kekurangan tempat atau kondisi overload,” ujarnya.

Masalah Kapasitas Hunian dan Personel Pengamanan

Selain soal daya tampung, hasil kunjungan juga menunjukkan keterbatasan jumlah personel pengamanan yang dinilai belum sebanding dengan jumlah penghuni. Di Rutan Kelas IIA Palangka Raya, jumlah warga binaan mencapai lebih dari 600 orang, sementara jumlah personel pengamanan hanya sekitar 77 orang secara total. Ini dinilai jauh dari ideal.

Bias Layar menjelaskan bahwa kondisi ini akan semakin menantang jika skema pembinaan berbasis kerja sosial mulai diterapkan. Dalam skema tersebut, sebagian warga binaan nantinya dapat menjalani aktivitas sosial di luar rutan sesuai ketentuan pengadilan, lalu kembali ke tempat pembinaan dalam waktu tertentu. Situasi ini dinilai membutuhkan pengawasan tambahan agar pelaksanaannya tetap terkendali.

“Nanti warga binaan tidak selalu berada di dalam tahanan, tetapi bekerja sosial di luar, kemudian kembali sesuai ketentuan waktu yang diatur berdasarkan keputusan pengadilan dan berkoordinasi dengan pihak lapas. Kondisi ini tentu membutuhkan tambahan personel pengawasan,” jelasnya.

Penyebaran Masalah Overkapasitas di Seluruh Indonesia

Bias Layar menyebut kondisi overkapasitas bukan hanya terjadi di Palangka Raya. Dari empat lapas yang telah ia kunjungi di berbagai daerah di Indonesia, hampir seluruhnya menunjukkan persoalan serupa. “Kalau dari pantauan saya sejauh ini, hampir semua lapas yang saya kunjungi di Indonesia rata-rata mengalami overload,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai kondisi keamanan di Rutan Palangka Raya masih relatif terkendali. Namun beban kerja petugas disebut menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. Jam kerja mereka panjang, sementara tanggung jawabnya besar, bukan hanya menjaga agar tidak terjadi pelarian, tetapi juga memastikan kesehatan warga binaan, mengantisipasi jika terjadi perkelahian, dan berbagai situasi lain di dalam lapas.

Harapan untuk Perhatian Pemerintah

Temuan tersebut, menurut Bias, akan menjadi bahan dorongan ke pemerintah pusat, khususnya kepada kementerian yang membidangi pemasyarakatan. Di tengah kondisi efisiensi anggaran nasional, ia berharap sektor pemasyarakatan tetap mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran ke depan.

“Harapan kami, anggaran untuk sektor ini tetap mendapat perhatian,” tandasnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *