My WordPress Blog
Hukum  

Pengulangan Akad Nikah Boiyen dan Rully Anggi Akbar

Suasana Haru yang Berubah Menjadi Ketegangan

Prosesi akad nikah antara komedian Boiyen dan Rully Anggi Akbar seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan. Namun, suasana haru tersebut tiba-tiba berubah menjadi ketegangan karena adanya kesalahan dalam prosesi ijab kabul. Kesalahan ini menyebabkan akad pernikahan mereka harus diulang agar sah secara hukum dan agama.

Kesalahan Saat Mengucapkan Lafal Ijab Kabul

Pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar yang digelar pada 15 November 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, awalnya terlihat lancar dan meriah. Acara akad nikah dilaksanakan pada siang hari, sementara resepsi diselenggarakan di malam harinya dan dihadiri oleh banyak rekan artis.

Namun, di balik kemegahan pesta pernikahan tersebut, terjadi kejadian tak terduga. Setelah resepsi selesai, Boiyen dan Rully harus menjalani akad nikah ulang karena adanya kesalahan fatal dalam prosesi ijab kabul. Kesalahan tersebut membuat akad sebelumnya dianggap tidak sah.

Boiyen mengungkap bahwa kesalahan bukan terjadi pada susunan kalimat ijab kabul, melainkan pada penyebutan identitas mempelai. Dalam aturan pernikahan, penggunaan kata “bin” dan “binti” harus tepat, karena kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi keabsahan akad.

Ia menjelaskan bahwa wali nikah yang merupakan keponakannya sendiri itu sempat gugup, sehingga keliru menyebutkan identitas saat ijab kabul. “Iya (diulang), karena tadi harusnya binti, ini (malah) bin,” ungkap Boiyen.

Keponakannya Menggantikan Almarhum Papa Boiyen sebagai Wali Nikah

Keponakan Boiyen yang bertindak sebagai wali nikah diketahui masih sangat muda. Rasa gugup membuatnya salah ucap, bahkan ia sempat meminta maaf kepada Boiyen karena merasa bersalah atas kesalahan tersebut. “Ponakan saya masih bocah, grogi banget. Dia sampai bilang, ‘Tante maafin ya, aku salah’,” ucap Boiyen.

Diketahui bahwa keponakan Boiyen itu menggantikan posisi papanya yang telah almarhum sebagai wali nikah. Situasi ini diduga menjadi salah satu faktor yang membuat keponakannya merasa tertekan dan gugup saat prosesi berlangsung. Walaupun begitu, Boiyen bisa memahami kejadian tersebut, mengingat momen ijab kabul adalah bagian yang paling mendebarkan dalam pernikahan.

Tetap Menjaga Keabsahan Akad Nikah Walaupun Belum Sah

Meski resepsi tetap berlangsung, Boiyen menegaskan bahwa dirinya dan Rully tidak melakukan kontak fisik layaknya pasangan suami istri. Baginya, sahnya akad nikah menjadi hal utama sebelum menjalani kehidupan rumah tangga secara penuh. “Tapi kan saya pas resepsi belum pegang-pegangan ya, kan belum sah. Malamnya kan sah,” tegas Boiyen.

Mengulang Akad Nikah Usai Resepsi Berlangsung

Setelah acara resepsi usai, Boiyen dan Rully memutuskan untuk memanggil penghulu lagi guna melaksanakan akad nikah ulang agar pernikahan mereka benar-benar sah. Prosesi pernikahan kedua ini berjalan dengan lancar dan telah memenuhi semua persyaratan agama.

Meskipun sempat menghadapi masalah serius karena akad nikah pertama dianggap tidak sah, pasangan ini kini telah resmi menjadi suami istri setelah melakukan pengulangan ijab kabul. Baik Boiyen maupun Rully memandang kejadian ini sebagai kisah unik yang mempermanis dan mewarnai lembar awal kehidupan pernikahan mereka. “Nggak apa-apa, yang penting akhirnya sah,” ujar Boiyen.

Menikah dengan Maskawin Berupa Emas dan Uang Tunai Ratusan Juta

Hubungan asmara Boiyen yang jarang terekspos membuat pernikahannya dengan Rully Anggi Akbar langsung menarik perhatian publik. Rully sendiri dikenal sebagai seorang dosen sekaligus pengusaha pariwisata. Ia sendiri merupakan sosok yang rendah hati dan jauh dari sorotan media.

Meski akad nikahnya diwarnai kejadian yang unik, Boiyen menilai kejadian tersebut sebagai bagian dari cerita manis pernikahannya. Dengan maskawin emas 15 gram dan uang tunai Rp110.002.025, Boiyen dan Rully kini resmi menjadi pasangan suami istri dengan kisah awal rumah tangga yang unik dan tak terlupakan.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *