Penetapan Tersangka Direktur Terra Drone Indonesia
Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut di gedung perusahaan yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya kelalaian berat di tingkat manajemen.
Pada konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025) siang, Michael hadir dengan mengenakan baju tahanan merah dan tangannya terikat kabel ties. Ia tidak memberikan komentar apa pun kepada awak media dan hanya tertunduk selama proses pemeriksaan berlangsung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan karena adanya pelanggaran serius dari pihak manajemen. Michael dinilai tidak membuat atau memastikan keberadaan SOP penyimpanan baterai drone yang menjadi pemicu utama kebakaran. Selain itu, ia juga disebut tidak menunjuk petugas K3, tidak melakukan pelatihan keselamatan, serta tidak menyediakan ruang penyimpanan bahan mudah terbakar yang memenuhi standar.
Gedung tersebut juga tidak memiliki pintu darurat, sistem keselamatan bangunan memadai, maupun jalur evakuasi yang berfungsi. Hal ini memperparah dampak kebakaran yang menewaskan 22 orang. Atas pertanggungjawabannya, Michael dijerat Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP.
Saat ini, Michael telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sejumlah barang bukti disita dari kasus kebakaran tersebut, seperti baterai drone berjelaga dan tiga buah APAR dalam kondisi hangus terbakar.
Penangkapan Michael di Apartemen
Michael Wisnu Wardhana ditangkap Kamis (11/12/2025) pagi tadi oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan di sebuah apartemen yang terletak di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan penangkapan tersebut.
Dalam video penangkapan yang diterima Warta Kota, Kamis, sejumlah petugas kepolisian datang ke kamar apartemen MW. Dalam percakapan antara pihak kepolisian dan MW, terungkap proses hukum tetap berlanjut meski sang direktur tidak memberikan keterangan. Polisi menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan alat bukti sudah cukup untuk menetapkan MW sebagai tersangka.
Selain penangkapan, pihak kepolisian juga mengeluarkan surat perintah penggeledahan dan penyitaan terhadap barang-barang yang berhubungan dengan kasus ini. Seperti laptop dan perangkat komunikasi yang diyakini dapat mendukung proses penyidikan lebih lanjut.
Profil Michael Wisnu Wardhana
Inilah profil Michael Wisnu Wardhana, direktur dan pemimpin Terra Drone Indonesia, yang menjalani pemeriksaan polisi setelah kebakaran hebat di kantor perusahaan di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12/2025).
Michael menjabat sebagai Direktur dan pemimpin Terra Drone Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok muda berprestasi yang memiliki keahlian di bidang teknologi drone, sekaligus memimpin operasional perusahaan secara menyeluruh. Michael menempuh pendidikan di Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB (angkatan 2001), dan memiliki kemampuan teknis yang kuat di bidang pengembangan drone.
Di posisi puncak Terra Drone Indonesia, Michael rutin tampil sebagai pembicara di seminar nasional maupun internasional, membagikan wawasan tentang inovasi drone dan pemanfaatan teknologi modern. Keterlibatannya dalam proyek desain dan pengembangan drone membuktikan dedikasinya untuk mengembangkan teknologi dalam negeri sekaligus menempatkan namanya di panggung internasional.
Keterlibatan dalam Proyek Inovatif
Michael turut berkontribusi dalam proyek Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas bernama “Zeke01”, bekerja sama dengan sejumlah pakar seperti Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, dan lainnya. Keterlibatannya menunjukkan komitmen untuk memajukan teknologi drone dalam negeri sekaligus menegaskan reputasinya di tingkat internasional.
Sebagai pucuk pimpinan Terra Drone Indonesia, Michael kerap diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan acara internasional, membahas inovasi drone dan teknologi canggih. Ia pernah menjadi pembicara dalam kegiatan CSR Award 2019 yang berlangsung di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019, membagikan pengalaman dan wawasan praktis dalam pengembangan teknologi industri.
Michael juga tampil sebagai pembicara dalam acara Foreng 10 dengan tema “Future Solution for Lifecycle Construction” yang digelar di Telkom Landmark Tower pada 12–13 November 2019, dikutip dari kanal YouTube WIKA EXO. Pada 20 November 2020, Michael kembali diundang sebagai pembicara dalam Malaysia Drone Tech Festival 2020, seperti tercatat di akun Instagram resmi perusahaan @terradrone_id.
Kehadiran dalam Berbagai Seminar Internasional
Tidak hanya itu, ia juga menjadi pembicara pada Forum Engineering 2020 dengan topik menarik bertajuk “Drone and Smart Cities” yang menyoroti pemanfaatan teknologi drone di perkotaan. Pada ajang Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 yang diselenggarakan oleh ITB, Michael tampil sebagai salah satu dari 13 pakar yang diundang untuk berbagi insight di bidang drone dan inovasi teknologi.
Kehadirannya dalam berbagai seminar internasional membuktikan bahwa Michael bukan hanya ahli manajemen, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi drone modern. Pada Januari 2024, ia kembali menjadi narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024, memberikan analisis terkait tren industri drone global dan peluang pengembangan teknologi masa depan.
Daftar Nama Korban Kebakaran
Kebakaran terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa kemarin. Informasi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebut, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.
Lalu sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian. Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang. Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri.
Dari keseluruhan korban meninggal, ada satu orang ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan. Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop.
Berikut daftar nama-nama korban meninggal dunia:
1. Ninda
2. Pariyem
3. Novia (hamil)
4. Nisa
5. Nazelia
6. Risda
7. Asy-Syifa
8. Della
9. Siti
10. Emelia
11. Vina
12. Chandra
13. Tasya
14. Chintia
15. Rosdiana
16. Apriana
17. Ariel
18. Yoga
19. Sendi
20. Raihan
21. Ihsanul Mirza.
22. Belum Terindentifikasi.











