My WordPress Blog

Hati-hati ngiler, 10 oleh-oleh khas Jogja selain bakpia yang aman dibawa pulang



Jogja tidak hanya dikenal dengan bakpianya, tetapi juga memiliki berbagai oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang setelah liburan. Berikut ini beberapa rekomendasi oleh-oleh yang enak, awet, dan terjangkau.



Jogja menjadi salah satu destinasi wisata populer selama libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru. Pilihan wisata yang lengkap dan akses yang mudah membuat banyak orang memilih Jogja sebagai tempat liburan.



Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memprediksi lonjakan besar jumlah kunjungan selama periode Nataru. Diperkirakan ada 7 juta pelancong yang akan berkunjung ke Jogja selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Kenaikan lalu lintas rata-rata sebesar 20 persen dari biasanya.



Berikut adalah 10 rekomendasi oleh-oleh khas Jogja selain bakpia yang cocok dibawa pulang:

1. Geplak

Geplak adalah camilan tradisional khas Bantul, Yogyakarta, yang terbuat dari parutan kelapa dan gula. Camilan ini memiliki warna cerah dan menarik, serta aroma kelapa yang khas. Teksturnya agak kenyal dan sedikit lembut. Harganya mulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000 per bungkus. Geplak dapat bertahan beberapa hari jika disimpan di tempat kering dan tertutup.

2. Yangko

Yangko merupakan jajanan tradisional Jogja yang bentuknya kecil dan mirip mochi. Terbuat dari tepung ketan dan dilapisi gula halus. Harganya sekitar Rp15.000–Rp20.000 per kotak. Camilan ini tahan beberapa hari jika disimpan di tempat kering dan tertutup.

3. Salak Pondoh

Salak Pondoh adalah buah khas Jogja yang sering dijadikan oleh-oleh karena rasanya manis dan teksturnya renyah. Buah ini biasanya dijual antara Rp15.000–Rp30.000 per kilogram saat musim panen. Salak Pondoh tahan hingga beberapa hari sampai seminggu jika disimpan di suhu ruang yang sejuk.

4. Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum adalah salah satu kuliner gudeg yang bisa dijadikan oleh-oleh. Tersedia dalam kemasan vacuum atau kaleng sehingga lebih awet. Harga paket gudeg kemasan mulai dari Rp80.000.

5. Tiwul

Tiwul adalah makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Di Yogyakarta, tiwul diolah menjadi kudapan manis atau dimasak seperti nasi. Untuk oleh-oleh, kamu bisa membeli tiwul instan atau olahan tiwul dengan berbagai rasa.

6. Peyek Tumpuk

Peyek tumpuk adalah camilan gurih dan renyah yang biasanya ditaburi kacang tanah atau teri. Bentuknya bulat dan tidak pipih. Peyek tumpuk pertama kali dibuat oleh Mbok Tumpuk pada tahun 1975. Kamu bisa membelinya di toko oleh-oleh atau pasar tradisional.

7. Adrem Mawar Merah

Adrem adalah kue tradisional khas Bantul yang terbuat dari tepung beras dan kelapa. Teksturnya sedikit kenyal di tengah dan renyah di luar. Harganya mulai dari Rp7.000 per buah. Adrem Mawar Merah bisa bertahan hingga sekitar 1 minggu jika dikemas rapi.

8. Cokelat Monggo

Cokelat Monggo menggunakan metode bean-to-bar, yaitu mengolah biji kakao dari awal hingga menjadi cokelat batangan sendiri. Produk ini tersedia dalam berbagai varian, seperti cokelat batang, cokelat dengan isi kacang mete, almond, atau kismis, serta minuman cokelat. Cokelat Monggo telah diproduksi sejak 2008.

9. Wedang Uwuh

Wedang uwuh adalah minuman khas Yogyakarta yang terbuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu secang, cengkih, dan kapulaga. Minuman ini disukai oleh wisatawan dan warga lokal. Wedang uwuh dikenal dengan nama wedang rempah karena racikannya yang kaya rempah.

10. Oseng Mercon Kaleng

Oseng mercon kaleng adalah oleh-oleh unik yang hanya ada di Jogja. Sajian ini terbuat dari tetelan daging sapi yang dimasak dengan banyak cabai. Harga satu kaleng sekitar Rp45.000. Cocok untuk pecinta pedas.





Nah, kira-kira oleh-oleh khas Jogja mana yang paling menarik bagi kamu?

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *