Berita Populer di Kalimungan Timur dalam 24 Jam Terakhir
Beberapa peristiwa dan informasi terkini di kota dan kabupaten Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Senin (29/12/2025). Berikut tiga berita paling populer yang mencuri perhatian masyarakat:
1. PLBH Paser Minta Penegak Hukum Tegas Menindak Korporasi Perusak Hutan
Ketua Perkumpulan dan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Kabupaten Paser, Muhammad Ali, mengapresiasi langkah tegas dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) atau Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan dalam menertibkan kawasan hutan di Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Dalam operasi yang dilakukan belum lama ini, Satgas PKH berhasil mengamankan empat orang tersangka yang diduga melakukan aktivitas ilegal di kawasan konservasi tersebut. Penindakan ini dinilai sebagai langkah positif dalam upaya menyelamatkan hutan dari ancaman degradasi dan deforestasi.
Ali, praktisi hukum sekaligus pengamat sosial Kaltim yang ada di Kabupaten Paser, menekankan bahwa penegak hukum harus berani menindak korporat perusak hutan yang melakukan eksploitasi pertambangan ilegal. “Karena dapat menimbulkan bencana ekologi lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan hutan sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Berperan penting menyerap karbon, menghasilkan oksigen, menjaga stabilitas iklim, serta menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna.
Namun, Ali juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak hanya menyasar masyarakat kecil yang melakukan aktivitas di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Keberanian aparat sangat penting dalam menindak pelaku skala besar, terutama korporasi yang melakukan eksploitasi secara sistematik,” imbuhnya.
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim tahun 2025, kerusakan hutan di wilayah Kaltim mencapai 44.000 hektar yang sebagian besar kerusakannya di lahan konservasi dan hutan produktif.
Ali juga menyoroti belum adanya pembaruan data dari Dinas Kehutanan di Kabupaten Paser sejak tahun 2014. Saat itu, Paser tercatat memiliki 113.720 hektare kawasan hutan lindung dan 107.320 hektare kawasan konservasi.
Kerusakan hutan di Paser sangat mungkin terjadi, apalagi jika melihat tren eksploitasi yang terus berlangsung. “Tanpa data yang transparan, sulit untuk melakukan pengawasan dan penindakan yang tepat,” tegasnya.
Ali menilai, tindakan Satgas PKH dalam menertibkan lubang-lubang Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kaltim, termasuk di Paser, dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan membawa manfaat besar bagi kelestarian lingkungan.
Ia juga mengingatkan, pentingnya pencegahan bencana alam sejak dini, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti dialami sejumlah wilayah di Indonesia. “Kita tidak ingin bencana seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terulang. Pencegahan harus dilakukan melalui penghijauan, pemeliharaan kawasan hijau, dan penegakan hukum yang konsisten,” imbuhnya.
Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) disebut memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Sehingga ditekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan menggencarkan kembali program penghijauan sebagai langkah antisipatif terhadap kerusakan lingkungan.
Menurutnya, pengrusakan hutan sudah masuk dalam kategori kejahatan ekologis lingkungan, tatanan sosial dan ekonomi masyarakat sehingga butuh perhatian khusus dari aparat dan kontrol penegakan aturannya oleh masyarakat dan media.
Seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga media, dapat bersinergi dalam menyelamatkan kawasan hutan. “Kita semua punya tanggung jawab menjaga hutan agar tetap lestari dan hijau, demi masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” pungkasnya.
2. Insiden Tabrakan Jembatan Mahulu, DPRD Kaltim akan Panggil Pelindo dan KSOP di Awal Tahun
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan perhatian serius terhadap insiden tabrakan yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda baru-baru ini.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltim berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Pihak legislatif melalui komisi terkait khususnya II dan III telah sepakat untuk melakukan koordinasi.
“Jika perlu, lintas komisi untuk mendalami permasalahan ini,” sebut Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, Minggu (28/12/2025).
Pemanggilan akan ditujukan kepada pihak operator dan regulator yang bertanggung jawab atas aktivitas pemanduan kapal (assist) di bawah jembatan. “Kami menginginkan adanya pemanggilan kepada regulator maupun operator pelaksanaan assist di bawah Jembatan Mahulu yang mengalami insiden kemarin,” ujar politisi Golkar yang akrab disapa Hamas ini.
Desakan untuk klarifikasi cukup kuat, tetapi agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena terbentur agenda akhir tahun. Pihak DPRD menegaskan akan meminta penjelasan mendalam dari PT Pelindo selaku operator dan KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) selaku regulator mengenai kronologi dan prosedur keselamatan yang dijalankan saat kejadian berlangsung.
“Karena sudah akhir tahun dan kita sudah tutup buku, maka kemarin belum sempat dilaksanakan. Berkemungkinan akan kita lakukan pemanggilan dan koordinasi kepada instansi terkait itu nanti di awal tahun,” tandasnya.
DPRD sendiri menyinggung peran Perusda agar dilibatkan dalam pengolongan di Jembatan khususnya yang merupakan aset Pemda. Legislatif berharap, kedepannya tidak ada lagi perusahaan swasta atau perseroan yang langsung berhubungan dengan operator dan regulator tanpa melibatkan mekanisme koordinasi dengan daerah.
“Selain mengejar PAD, kan mengingat jembatan yang berdiri ada juga milik Pemda dan merupakan aset vital bagi masyarakat Kaltim,” pungkas Hamas.
Sebelumnya diberitakan, jembatan yang dibangun dengan APBD Kaltim ini mengalami kerusakan pasca ditabrak kapal tongkang bermuatan batubara Selasa (23/12/2025) pukul 05.30 Wita. Tongkang dengan nama lambung M80-1302 ini ditarik Tugboat (TB) KD 2018 dari hulu Sungai Mahakam menuju ke muara nampak membawa ribuan metriks ton batubara tersebut diduga akan mengolong di bawah jembatan, namun belum pada jadwalnya.
3. Viral Video Kebakaran di MT Haryono Balikpapan Dekat Mie Gacoan
Sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur viral di media sosial. Insiden kebakaran terjadi Minggu siang, 28 Desember 2025, tepatnya di dekat Mie Gacoan.
Adapun unggahan video kebakaran dibagikan di Instagram @info_bencana_balikpapan dan @balikpapan_ces. Tampak dalam video memperlihatkan kobaran api yang muncul di sekitar kawasan padat aktivitas.
Berdasarkan unggahan tersebut, kebakaran di kawasan MT Haryono tersebut tidak berlangsung lama. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di Jalan MT Haryono Balikpapan tersebut belum diketahui secara resmi.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











