My WordPress Blog
Hukum  

Alasan Insanul Fahmi Masih Dipanggil Polisi Meski Inara Rusli Cabut Laporan

Pengusaha Insanul Fahmi Masih Dipanggil Polisi Meski Laporan Dicabut

Pengusaha Insanul Fahmi masih tetap dipanggil oleh polisi meskipun laporan dari Inara Rusli telah dicabut. Pencabutan laporan ini terjadi setelah kedua belah pihak sepakat berdamai. Inara resmi mencabut laporan dugaan penipuan di Polda Metro Jaya, namun proses hukum tetap berjalan.

Damai di Meja Polisi

Polda Metro Jaya memastikan bahwa pencabutan laporan dilakukan oleh Inara Rusli pada Senin (29/12/2025) setelah sepakat berdamai dengan Insanul Fahmi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa pelapor, Inara Rusli, datang ke Krimum untuk menyerahkan surat pencabutan laporan polisi karena sudah berdamai dengan terlapor.

Tetap Dipanggil Polisi

Meskipun laporan telah dicabut, polisi menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Penyidik akan memanggil Insanul Fahmi untuk klarifikasi dan menggelar perkara guna memastikan kepastian hukum. Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyidik akan memanggil terlapor untuk klarifikasi dan melakukan gelar perkara untuk kepastian hukum.

Penipuan Status Pernikahan

Sebelum pencabutan laporan, Inara melaporkan Insanul Fahmi pada 1 Desember 2025 atas dugaan penipuan status pernikahan. Ia mengaku ditunjukkan KTP berstatus lajang dan surat pernyataan single, padahal Insan masih suami sah Wardatina Mawa. Inara menyerahkan bukti berupa rekaman video, fotokopi KTP, dan surat pernyataan, serta melampirkan tiga saksi. Jika terbukti, Insan terancam hukuman maksimal empat tahun penjara sesuai Pasal 378 KUHP.

Kasus Dugaan Penipuan Beririsan dengan Laporan Perselingkuhan

Kasus dugaan penipuan ini beririsan dengan laporan perselingkuhan dari istri sah Insan, Wardatina Mawa. Bahkan, laporan Inara muncul setelah ia lebih dulu dipolisikan oleh Mawa. Setelah berdamai dengan Insan dan mencabut laporan, pihak Inara juga berharap hal serupa bisa dilakukan dengan Wardatina Mawa yang lebih dulu melaporkan dugaan perselingkuhan.

Drama Perselingkuhan Diwarnai Rekaman CCTV

Wardatina Mawa melaporkan dugaan perselingkuhan suaminya dengan Inara ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025 dengan tuduhan perzinaan. Ia pun disebut telah menyerahkan bukti berupa rekaman CCTV hubungan badan Ishan dan Inara yang kini diperiksa polisi. Awalnya pihak Mawa mengklaim rekaman berdurasi 2 jam, namun kuasa hukum saksi kunci Viola, Dedi Djunaedi, menyebut hanya 3 menit dan diduga dimanipulasi.

Dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee, Ihsanul Fahmi mengakui menjalin hubungan dengan Inara dan menyebut sudah menikah siri sejak Agustus 2025, meski masih berstatus suami sah Wardatina Mawa. Kasus ini menegaskan bahwa pencabutan laporan tidak serta-merta menghentikan proses hukum. Publik menanti kepastian dari langkah polisi, baik atas dugaan penipuan maupun perselingkuhan, demi rasa keadilan dan kepercayaan pada hukum.

Takut Rindu Mawa

Insanul Fahmi yang kini sudah punya istri siri Inara Rusli, kini takut rindu dengan sang istri sah, Wardatina Mawa. Insanul Fahmi mengaku jika dirinya menghindari melihat postingan dari Wardatina Mawa di media sosial. Rumah tangga Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa memang menjadi sorotan. Bahkan, Insanul Fahmi telah dipolisikan oleh Wardatina Mawa akibat dugaan perselingkuhan dengan Inara Rusli. Insan kini mengakui sudah menikah siri dengan Inara Rusli. Walau rumah tangganya dengan Mawa kini berantakan, Insan menegaskan akan memperjuangkan dua istrinya itu. Meski begitu, di tengah situasi itu Insan mengaku menghindari melihat postingan Mawa di media sosial. Bukan tanpa alasan, Insan mengaku khawatir bakal rindu dengan Mawa.

Kondisi Mental Wardatina Mawa

Di sisi lain, Mawa merasa difitnah oleh Insanul Fahmi terkait perlakuan dirinya terhadap keluarga sang suami. Mawa memastikan tidak pernah melakukan tindakan kasar atau tidak pantas ke keluarga Insanul Fahmi. Kuasa hukum Mawa, Darma Praja lantas mengungkap kondisi wanita bercadar itu setelah difitnah Insan. Menurutnya, kondisi mental Mawa kini berada dalam tekanan. “Ya, kalau untuk itu sih memang saat ini Ibu Mawa memang merasa lebih sedikit tertekan ya dengan fitnah-fitnah yang dilontarkan,” kata Darma, dikutip dari YouTube Grid.id. “Jadi memang mungkin untuk saat ini Ibu Mawa tidak terlalu banyak berkomentar dan menjalani saja proses yang ada,” sambungnya. Dikatakan Darma, Mawa saat ini memilih untuk menenangkan diri. Konten kreator 25 tahun itu juga fokus terhadap laporannya ke Insan dan Inara. “Jadi dia sekarang mungkin lebih menenangkan diri dan fokus terhadap proses yang dijalani aja sih,” tuturnya. Mawa sendiri juga sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dengan Insan karena tak mau dipoligami.

Mawa Bantah Sebarkan Video CCTV Insan-Inara

Kuasa hukum Wardatina Mawa lainnya, Fedhli menegaskan kliennya bukan penyebar rekaman CCTV yang belakangan menjadi sorotan publik antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Wardatina Mawa disebut tidak memiliki keterlibatan dengan apapun dalam proses penyebaran maupun akses terhadap CCTV. “Ya, saya tekankan lagi bahwa Mawa itu bukan penyebar. Dia mendapatkan informasi dari orang lain, ya,” ujar Fedhli di kawasan Tomang, Jakarta Barat dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (26/12/2025). Tuduhan keterlibatan Mawa dalam penyebaran rekaman CCTV dugaan perzinaan Ihsanul dan Inara Rusli berawal dari pihak lain. Oleh karena itu pihaknya meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Nah, informasi itulah ya yang didapatkan oleh Mawa. Jadi bukan dia yang menyebarkan,” tegasnya. Lebih lanjut, Fedhli juga membantah keras tudingan yang menyebut Mawa memiliki peran dalam akses ataupun pengelolaan rekaman CCTV. Ia menekankan bahwa kliennya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk mengakses atau menyebarkan rekaman tersebut. “Jadi saya tegaskan Mawa tidak pernah memerintahkan, menyuruh, atau terlibat dalam akses apapun terkait CCTV itu, ya,” kata Fedhli. Ia menambahkan, dalam kasus ini posisi Mawa justru sebagai pihak yang dirugikan atau korban. Fedhli menyebut kliennya sedang berupaya mencari kebenaran atas informasi yang diterimanya, sekaligus memperjuangkan keadilan. “Di sini Mawa adalah korban dan Mawa sedang mencari kebenaran dan keadilan,” ujarnya. Fedhli pun meminta agar fakta yang ada tidak dipelintir atau diputarbalikkan. Ia berharap publik dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. “Jadi jangan diputarbalikkan,” pungkas Fedhli.




Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *