Kasus Pengeroyokan Guru oleh Siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur
Beberapa siswa dari SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan melakukan pengeroyokan terhadap guru mata pelajaran Bahasa Inggris bernama Agus Saputra. Kejadian ini berawal dari sebuah insiden yang menimbulkan ketegangan antara guru dan siswa, hingga akhirnya memicu tindakan fisik yang viral di media sosial.
Agus Saputra akhirnya melapor ke Polda Jambi setelah mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh seperti muka, tangan, dan punggung. Ia juga merasa trauma akibat kejadian tersebut. Hasil visum yang ia bawa menjadi bukti untuk pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.
Menurut keterangan Agus, kejadian bermula saat dirinya ditegur seorang siswa dengan nada tidak sopan selama proses belajar mengajar. Ia kemudian masuk ke kelas siswa tersebut dan menanyakan hal itu. Siswa tersebut langsung menantangnya, sehingga Agus refleks menampar wajah siswa tersebut. Setelah itu, suasana sekolah menjadi tidak kondusif dan para siswa terus menantang Agus hingga waktu pulang sekolah.
Pada jam istirahat, Agus kembali ditantang oleh siswa tersebut. Kejadian tersebut berlarut hingga pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB. Selama mediasi, Agus berusaha tenang dan berada di dalam kantor dengan adanya CCTV sebagai pembuktian. Namun, pada akhirnya, ia dikeroyok oleh beberapa siswa dari berbagai angkatan.
Agus mengatakan bahwa dirinya sempat mengejar siswa menggunakan celurit sebagai bentuk penggertakan agar para siswa bubar. Ia menegaskan bahwa tujuannya hanya untuk membela diri dan bukan untuk melakukan kejahatan. Menurutnya, para siswa melempari dirinya dengan batu dan bata.
Perwakilan Siswa Mengungkap Keluhan
Perwakilan siswa dari OSIS menyampaikan permintaan maaf atas kejadian pengeroyokan tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa siswa merasa sering ditindas oleh guru tersebut. Hal ini membuat mereka tidak nyaman dan meminta agar Agus Saputra dipindahkan dari sekolah tersebut.
“Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini,” ujar perwakilan siswa tersebut.
Penjelasan Kapolres
Belasan siswa yang terlibat dalam pengeroyokan telah membuat surat pernyataan penyesalan dan mendapatkan sanksi. Sebelum dijatuhi sanksi, mediasi sempat dilakukan dengan hadirnya seluruh elemen sekolah, Dinas Pendidikan, aparat penegak hukum, camat, dan orangtua.
“Pelaku pengeroyokan terhadap guru sudah minta maaf, menyatakan menyesal, dan membuat surat pernyataan,” kata Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Candra, melalui sambungan telepon.
Tanggapan Keluarga dan Guru
Kakak kandung Agus, Nasir, menjelaskan bahwa langkah hukum ini diambil karena adiknya merasa dirugikan secara mental setelah kasus ini viral di media sosial. “Kondisi adik saya sedikit pusing, kita bikin laporan dari jam empat sore. Adik saya dirugikan secara mental dan sikis terlebih di medsos. Karena kita warga negara kita berhak melapor,” katanya.
Agus sendiri enggan memberikan banyak komentar atas kejadian ini. Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih menimbang untuk menempuh jalur hukum karena mempertimbangkan masa depan dan kondisi psikologis para siswa.
“Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan,” tutup Agus.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











