My WordPress Blog

Dedy Fernando Hilang Saat Menjaring Ikan, Jasad Ditemukan di Muaro Sunua Padang Pariaman

Penemuan Korban yang Hilang Saat Menjaring Ikan di Muaro Sunua

Korban yang hilang saat menjaring ikan di Muaro Sunua, Padang Pariaman, akhirnya ditemukan setelah dua hari pencarian intensif. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari titik terakhir keberadaannya. Proses pencarian melibatkan pembagian tim dan penyisiran sungai dengan peralatan khusus. Meskipun pencarian sempat terkendala kondisi sungai, operasi tetap dilanjutkan hingga korban ditemukan. Operasi SAR resmi ditutup setelah evakuasi korban ke rumah sakit.

Proses Pencarian yang Dilakukan

Dedy Fernando (44), seorang nelayan yang hilang saat menjaring ikan di Muaro Sunua, Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Petugas menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Rabu (21/1/2026). Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa Dedy Fernando merupakan warga Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, dan ditemukan pada hari kedua pencarian sekitar pukul 15.52 WIB, Rabu (21/1/2026).

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari Last Know Positions (LKP) di perairan Muaro Sunua. Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke RSUD Kota Pariaman,” kata Abdul Malik.

Informasi Awal tentang Kehilangan Korban

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (20/1/2026). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Padang, korban pergi menjaring ikan sekitar pukul 03.00 WIB dan masih sempat terlihat warga pada pukul 07.00 WIB. Namun setelah itu, korban tidak lagi terlihat, sementara sepeda motor dan celana milik korban ditemukan di darat.

Operasi Pencarian yang Dilakukan

Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran di area sungai seluas sekitar 2,5 kilometer persegi ke arah hilir. Pencarian dilakukan menggunakan Landing Craft Rubber (LCR), Aqua Eye, serta metode parallel sweep search.

“Proses pencarian sempat terkendala oleh meningkatnya debit air sungai, namun seluruh unsur tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Penutupan Operasi SAR

Setelah dilakukan debriefing pada pukul 16.15 WIB, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan penutupan Operasi SAR diusulkan. Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat antara lain Basarnas, Polairud, BPBD Kota dan Kabupaten, TNI, Polri, serta relawan, dengan dukungan berbagai peralatan SAR darat, air, udara, dan medis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan,” tutup Abdul Malik.

Laporan Awal tentang Kehilangan Korban

Seorang warga Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan hilang saat menjaring ikan di kawasan Muaro Sunua, Selasa (20/1/2026). Hingga Selasa sore, korban belum ditemukan dan pencarian resmi telah dilakukan oleh Kantor SAR Kelas A Padang.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian orang hilang dalam kondisi membahayakan manusia pada pukul 15.07 WIB. Menurut Abdul Malik, korban diketahui bernama Dedy Fernando (44), warga Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.

Korban dilaporkan pergi menjaring ikan seorang diri di Muaro Sunua sejak Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Sekitar pukul 07.00 WIB, korban masih terlihat oleh warga di sekitar lokasi. Namun setelah itu korban tidak terlihat lagi,” katanya. “Sementara itu di darat hanya ditemukan sepeda motor dan celana milik korban,” tambahnya.

Upaya Pencarian oleh Masyarakat Setempat

Mengetahui kejadian tersebut, masyarakat setempat sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga siang hari, korban belum berhasil ditemukan sehingga peristiwa tersebut dilaporkan kepada Kantor SAR Padang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Padang langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.20 WIB. “Tim yang diterjunkan berjumlah delapan personel untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Abdul. Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim membawa sejumlah peralatan, di antaranya rescue car double cabin, rescue car palsar, LCR dan mopel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan evakuasi guna mendukung proses pencarian korban.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Padang, kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau berawan dan hingga saat pelaksanaan operasi tidak ditemukan faktor penghambat yang berarti di lapangan. Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR. Kantor SAR Padang memastikan proses pencarian dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *