Bupati Pati Sudewo Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK
Bupati Pati, Sudewo, yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik karena kebijakannya yang menuai protes dan didemo oleh ribuan warga, kini kembali mencuat setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini menarik perhatian masyarakat luas, mengingat posisinya sebagai kepala daerah.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara, Sudewo tercatat memiliki total kekayaan lebih dari Rp 31 miliar. Angka ini membuatnya menjadi bupati terkaya kelima di Provinsi Jawa Tengah. Dengan jumlah tersebut, Sudewo menduduki peringkat lima dalam daftar bupati terkaya se-Jawa Tengah.
Penangkapan dan Proses Pemeriksaan
KPK membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam OTT di Kabupaten Pati adalah Bupati Pati Sudewo yang dikenal dengan inisial SDW. Informasi ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Senin (19/1/2026). “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Budi Prasetyo.
Saat ini, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polres Kudus dengan pengawalan ketat. Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam perkara tersebut. “Yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tegas Budi.
Meski demikian, KPK belum membeberkan secara rinci perkara yang menjerat Sudewo. Menurut Budi, konstruksi perkara masih terus didalami oleh penyidik sehingga detail kasus belum dapat disampaikan ke publik. Selain Sudewo, KPK juga membenarkan adanya sejumlah pihak lain yang diamankan dalam OTT tersebut. Beberapa di antaranya diduga berperan sebagai pengepul, sekaligus menjawab pertanyaan media terkait dugaan keterlibatan perangkat desa dalam proses pengumpulan dana.
Profil Bupati Pati Sudewo
Sudewo lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 1968. Suami Atik Kusdarwati ini merupakan lulusan Sarjana di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP).
Setelah lulus kuliah, Sudewo memulai karirnya sebagai karyawan di PT Jaya Construction pada 1993–1994. Ayah empat anak itu juga pernah menjadi pegawai honorer di Departemen Pekerjaan Umum Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Bali sebelum pada akhirnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur kemudian menjadi PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.
Sempat menjadi wiraswasta selama 3 tahun, Sudewo lalu terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Demokrat. Ia lalu terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk periode 2009–2013. Tahun 2019, Sudewo kembali melenggang ke Senayan melalui Fraksi Partai Gerindra. Pada Pilkada Pati 2024, Sudewo maju sebagai Calon Bupati Pati dan berhasil terpilih didampingi oleh Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati, Sudewo sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar pada 2002, namun ia gagal terpilih. Sudewo diketahui juga aktif dalam berorganisasi, berikut riwayatnya:
- Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (1991)
- Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000)
- Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001)
- Koordinator Timses Pilkada Pacitan (2005)
- Anggota Dewan Penasehat Fokerdesi (2007)
- Koordinator Timses Pilgub Jawa Tengah (2008)
- Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019–sekarang)












