My WordPress Blog
Health  

Kurangi Antibiotik Tanpa Konsultasi Dokter, IDAI Ingatkan Pentingnya Resep Dokter dalam Mengonsumsi Obat

IDAI Ingatkan Pentingnya Resep Dokter dalam Mengonsumsi Obat Antibiotik, Kurangi Risiko Efek Samping yang Berbahaya

Pinrangpost.com – Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter untuk mencegah resistensi antimikroba. Hal ini disampaikan oleh Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A(K) saat mengikuti diskusi daring di Jakarta pada Selasa.

Menurut Edi, antibiotik hanya diberikan kepada pasien anak yang menderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus, parasit, atau jamur. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap obat, sehingga pasien membutuhkan dosis yang lebih tinggi atau waktu yang lebih lama untuk sembuh.

Antibiotik bekerja dengan berbagai cara untuk menghentikan pertumbuhan bakteri, seperti menghancurkan dinding sel atau menghambat pembentukan protein pada bakteri. Sebelum memberikan antibiotik, dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jenis bakteri penyebab penyakit dan organ yang terkena.

Namun, Edi juga mengingatkan bahwa pemberian antibiotik kepada pasien dapat berbeda jenis dan dosisnya tergantung pada penyakit yang diderita anak. Sebagai contoh, jenis antibiotik yang diberikan kepada anak yang menderita batuk pilek akan berbeda dengan anak yang menderita pneumonia.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, baik dari segi jenis, dosis, atau lainnya, dapat menyebabkan resistensi antimikroba. Hal ini berarti bakteri yang sensitif akan mati ketika terkena antibiotik, tetapi bakteri yang resisten akan tetap bertahan hidup. Bakteri yang resisten ini dapat menular kepada anak lain melalui droplet saat batuk, sehingga anak tersebut juga akan mengalami resistensi mikroba.

Edi juga mengingatkan orang tua untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan antibiotik kepada anak. Jangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter karena hanya dokter yang dapat memeriksa dan mempertimbangkan apakah anak membutuhkan antibiotik untuk sembuh. Sebagai orang tua, kita dapat berdiskusi dengan dokter mengenai kapan sebaiknya antibiotik diberikan kepada anak.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *