pinrangpost.com – Para ahli telah mengeluarkan peringatan terhadap generator videoAI Sora milik OpenAI yang menunjukkan potensi menimbulkan risiko keamanan yang besar-besaran.
Para ahli mengatakan bahwa kecerdasan buatan adalah salah satu teknologi paling canggih dan menakutkan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berpotensi membahayakan pekerjaan dan gelar universitas karena kemampuannya yang luar biasa.
Sora merupakan alat teks-ke-video yang dirancang oleh perusahaan AI OpenAI. Alat ini memungkinkan pengguna untuk mengetikkan perintah teks dan menghasilkan video dengan menggunakan teknologi tersebut.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa tingkat realisme yang dimiliki oleh Sora dapat menimbulkan masalah keamanan. Alat ini berpotensi menciptakan video deepfake (video yang dimanipulasi sehingga tampak seperti milik orang lain) berkualitas tinggi yang dapat dengan mudah menipu orang.
Sora dapat membuat video dengan durasi hingga 60 detik hanya dengan menggunakan perintah yang diberikan oleh pengguna. Perintah tersebut dapat berupa teks atau kombinasi antara teks dan gambar.
Meskipun Sora dapat membuat video dengan kesalahan seperti kucing dengan tiga kaki depan, para ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat membawa kita lebih dekat ke dunia di mana sulit membedakan yang asli dan yang palsu.
Arvind Narayanan, seorang ahli di Universitas Princeton, mengatakan bahwa dalam jangka panjang, “kita perlu menemukan cara lain untuk beradaptasi sebagai masyarakat”.
Pakar lain juga menyampaikan bahwa maraknya konten buatan AI di dunia maya memberikan beban tambahan bagi orang-orang untuk menentukan mana yang fakta dan mana yang fiksi.
Tony Elkins, seorang penulis di Poynter dan anggota pendiri News Product Alliance, berkata bahwa sekarang kita harus bertanya apa yang nyata. Kita harus mempertanyakan foto, teks, dan video yang kita lihat. Hal ini menciptakan tanggung jawab yang besar bagi konsumen yang sebelumnya tidak pernah ada.











