My WordPress Blog

Google mengintegrasikan AI Gemini, iklan berbahaya langsung diblokir sebelum tayang



JAKARTA — Google memperkuat keamanan dan integritas ekosistem iklan digital dengan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini sepanjang tahun 2025. Perusahaan teknologi ini kini menjadikan AI sebagai fondasi utama dalam operasional keamanan periklanan mereka.

Berdasarkan data terbaru, Google berhasil memblokir 99% iklan yang melanggar kebijakan sebelum sempat ditayangkan kepada pengguna. Angka ini menjadi indikator penting bagi perusahaan dalam upaya mencegah ancaman siber sebelum menimbulkan kerugian.

Keerat Sharma, Vice President of Ad Privacy and Safety Google, menjelaskan bahwa transformasi ini didorong oleh kemampuan AI Gemini dalam menganalisis berbagai sinyal secara luas dan presisi. Dengan bantuan AI, sistem dapat lebih memahami niat pengiklan dibandingkan metode konvensional.

Strategi keamanan Google saat ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, penggunaan sinyal masif untuk deteksi yang akurat. Kedua, respons real-time untuk mengimbangi kecepatan pelaku kejahatan. Ketiga, menciptakan lingkungan yang efisien bagi pengiklan yang jujur.

Selama tahun 2025, Google telah menghapus sebanyak 8,3 miliar iklan yang melanggar aturan. Selain itu, perusahaan juga melakukan penangguhan terhadap hampir 25 juta akun pengiklan yang dianggap bermasalah.

Khusus untuk aktivitas penipuan atau scam, Google menangguhkan sekitar 4 juta akun. Mayoritas dari penangguhan tersebut dilakukan bahkan sebelum akun-akun tersebut sempat menayangkan iklan apa pun di platform.

“Kami melakukan perubahan besar pada tahun 2025 dengan menggeser deteksi materi iklan menjadi real-time, di mana pemindaian kini hanya memakan waktu milidetik,” ujar Keerat Sharma dalam briefing virtual, Rabu (15/4/2026).

Sistem real-time ini saat ini telah diterapkan pada format Responsive Search Ads dan direncanakan akan diperluas ke lebih banyak format iklan lainnya. Hal ini memungkinkan pengiklan mendapatkan umpan balik kebijakan secara instan saat membuat konten.

Penerapan AI Gemini juga diklaim meningkatkan akurasi bagi pelaku usaha yang sah. Google mencatat adanya penurunan suspensi akun yang salah hingga 80% secara tahunan.

Di sisi lain, Google terus memperketat proses verifikasi identitas dan bisnis pengiklan. Hingga saat ini, lebih dari 90% iklan yang tampil di platform Google berasal dari pengiklan yang telah melewati proses verifikasi.

Terkait aspek komersial, Google menegaskan tidak ada pertukaran antara pendapatan perusahaan dengan keamanan ekosistem. Perusahaan mengeklaim tidak pernah mengambil keuntungan dari iklan yang terbukti melanggar kebijakan keamanan.

Integrasi AI Gemini juga mempermudah tim manusia di Google untuk fokus pada analisis kasus yang lebih kompleks. Hal ini menciptakan siklus umpan balik yang terus meningkatkan akurasi sistem secara berkelanjutan.

Strategi Penguatan Keamanan Iklan Digital

  • Penggunaan AI sebagai infrastruktur utama dalam operasional keamanan periklanan
  • Memblokir 99% iklan yang melanggar kebijakan sebelum ditayangkan
  • Respons real-time untuk mengimbangi kecepatan pelaku kejahatan
  • Penangguhan hampir 25 juta akun pengiklan yang dianggap bermasalah
  • Penghapusan 8,3 miliar iklan yang melanggar aturan
  • Peningkatan akurasi bagi pengiklan yang sah dengan penurunan suspensi akun yang salah hingga 80%
  • Proses verifikasi identitas dan bisnis pengiklan yang semakin ketat
  • Tidak ada pertukaran antara pendapatan dan keamanan ekosistem
  • Fokus pada analisis kasus kompleks untuk meningkatkan akurasi sistem secara berkelanjutan

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *