Pinrangpost.com – Ransomware menjadi momok menakutkan di era digital. Perangkat lunak jahat ini menyandera data dengan cara mengenkripsi file atau mengunci sistem operasi, lalu menuntut tebusan agar korban bisa mendapatkan kembali akses ke data mereka.
Dua jenis utama ransomware yang dikenal saat ini adalah ransomware locker yang memengaruhi fungsi dasar komputer dan ransomware crypto yang mengenkripsi file individual. Namun, tren baru dalam ancaman ransomware muncul dengan adanya Ransomware-as-a-Service (RaaS), yang memudahkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan bahkan dengan kemampuan teknis yang rendah.
“Oleh karena itu, hal ini membuka banyak kemungkinan bagi pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan mereka lebih efektif, karena memungkinkan untuk mengkonfigurasi opsi penyebaran jaringan dan fungsi penghentian pertahanan. Hal ini menjadi lebih berbahaya jika penyerang memiliki kredensial istimewa yang valid pada infrastruktur yang ditargetkan,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
Data dari Kaspersky mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi target utama serangan ransomware di Asia Tenggara. Dari Januari hingga Juni 2024, Kaspersky mendeteksi 57.571 serangan ransomware yang menargetkan bisnis di Asia Tenggara, dengan 32.803 insiden terjadi di Indonesia.
Tidak hanya organisasi besar, organisasi kecil juga rentan terkena serangan ransomware. Namun, sektor-sektor kritikal seperti pemerintahan, keuangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi target utama karena menyimpan data sensitif dan krusial.
Untuk melindungi diri dari serangan ransomware, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah seperti mengamankan layanan remote desktop, memperbarui perangkat lunak secara teratur, meningkatkan deteksi ancaman, mencadangkan data secara berkala, mengelola akses dan rantai pasokan, mempersiapkan rencana tindakan, membangun pusat operasi keamanan, dan memanfaatkan Threat Intelligence. Selain itu, edukasi dan pelatihan keamanan siber kepada karyawan juga penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman ransomware.











