My WordPress Blog

7 Fakta Terbaru Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Kesepian, Tidak Ada yang Bisa Diajak Curhat

Fakta-Fakta Terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Polisi telah mengungkap sejumlah fakta terkait ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Dalam kejadian tersebut, sebanyak tujuh bom rakitan ditemukan. Empat di antaranya meledak, sementara tiga lainnya berhasil dijinakkan.

Jenis Bom Rakitan

Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya mengungkap empat jenis bom rakitan yang diledakkan di SMAN 72 Jakarta. Keempat jenis bom tersebut adalah:
– Bom dengan aktivasi receiver
– Bom pipa
– Bom kaleng minuman
– Bom tanpa rangkaian elektronik

Di lokasi pertama, yaitu di dalam Masjid, ditemukan bom dengan aktivasi receiver. Dua bom tersebut sudah meledak dan dikendalikan dengan remote control. Remote control tersebut ditemukan di Taman Baca (lokasi kedua).

Di lokasi kedua, ditemukan bom aktif dalam kaleng minuman bermerk Coca-Cola yang dilengkapi sumbu bakar. Selain itu, ditemukan pula bom dengan casing pipa berukuran 3/4 inci dalam kondisi sudah meledak. Namun, ledakan jenis bom pipa tersebut tidak sempurna sehingga hanya tutupnya saja yang hancur.

Di lokasi ketiga, yaitu di Bank Sampah, ditemukan empat bom. Dua di antaranya sudah meledak, meski tidak sempurna. Dua bom lainnya masih aktif namun berhasil dijinakkan. Bom di Bank Sampah tidak memiliki rangkaian elektronik. Inisiatornya berupa sumbu bakar dengan bahan peledak yang sama, yaitu kalium klorat.

Kalium klorat adalah senyawa anorganik yang terbentuk dari satu atom kalium (K), satu atom klor (Cl), dan tiga atom oksigen (O). Senyawa ini mudah ditemukan karena banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti agen pengoksidasi reaksi kimia, komponen bahan peledak, bahan pembuatan kembang api, dan lainnya.

Dirakit Sendiri

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa terduga pelaku merakit bom rakitan sendiri. Pelaku mengakses cara-cara merakit bom melalui internet. Beberapa bom rakitan menggunakan remote, meskipun teknis detailnya perlu konfirmasi dari tim Gegana.

Terduga pelaku kerap membuka ‘dark web’ atau forum dan situs gelap di internet. Di sana, terdapat video dan foto-foto yang cukup sadis, seperti perang hingga pembunuhan.

Motif Terduga Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkap motif terduga pelaku. Ternyata, terduga pelaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kesepian dan tidak ada orang yang bisa diajak untuk curhat. Ia merasa sendiri dan tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya baik di lingkungan keluarga, lingkungan sendiri, maupun lingkungan sekolah.

Selain itu, AKBP Mayndra Eka Wardhana dari Densus 88 menyebutkan bahwa ABH juga memiliki rasa dendam terhadap pihak yang menyakitinya. Perasaan itu membuat ABH mencari cara untuk membuat seseorang meninggal dunia, melalui informasi yang ia temukan di internet.

Kepribadian Terduga Pelaku

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang memiliki kepribadian tertutup. ABH dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang bergaul, dan tertarik pada konten-konten kekerasan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ABH bertindak secara mandiri dan tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme mana pun. Penyidik telah memeriksa 16 saksi, terdiri dari korban (guru dan siswa), ABH, serta keluarga ABH.

Terinspirasi dari Pelaku Penembakan Massal Dunia

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan ABH turut mengikuti komunitas secara online yang mengagumi segala bentuk kekerasan. Selain itu, ABH juga mengagumi enam orang yang merupakan pelaku penembakan massal dunia, seperti Dylan Klebold dan Eric Harris dari Columbine High School, Dylann Storm Roof dari Gereja Charleston, Alexandre Bissonnette dari Centre Culturel Islamique de Quebec, Brenton Tarrant dari masjid Christchurch, dan Natalie Lynn Rupnow dari Wisconsin.

Mayndra menyatakan bahwa ABH terinspirasi dari pelaku-pelaku tersebut. Meskipun posenya dan beberapa simbol-simbol yang ditemukan sekedar menginspirasi, tidak ada ideologi yang konsisten yang diikuti.

Bukan Terorisme tapi Copycat

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa ABH tidak melakukan aksi terorisme melainkan hanya terinspirasi. AKBP Mayndra menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya aktivitas terorisme yang dilakukan oleh ABH, dan aksi tersebut murni tindakan kriminal umum.

ABH kemungkinan besar terpapar aliran kekerasan dari berkembangnya komunikasi transnasional di dunia maya. Atas berkembangnya aksi terorisme di dunia, ABH meniru tindakan pengeboman. Termasuk senjata mainan yang digunakan ABH.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *