My WordPress Blog

Nikita Mirzani Jualan di Penjara, Fitri Salhuteru Kritik Rutan Pondok Bambu

Nikita Mirzani Live Jualan di Dalam Penjara, Kritik Muncul dari Berbagai Pihak

Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan setelah video dirinya melakukan siaran langsung mempromosikan produk kecantikan beredar di media sosial. Aksi itu dilakukan saat ia masih menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Saat ini, Nikita tengah menjalani hukuman empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam perkara dugaan pemerasan terhadap dokter sekaligus pengusaha skincare, Reza Gladys.

Video siaran langsung tersebut menampilkan Nikita berbicara dengan dokter kecantikan Oky Pratama melalui panggilan video. Aksi bintang film Nenek Gayung itu live jualan bersama dokter Oky langsung banjir kritikan hingga mengundang reaksi dari pengusaha Fitri Salhuteru.

Fitri Salhuteru menyentil Kepala Rutan Pondok Bambu yang mengizinkan Nikita live dari dalam penjara. “Jangan pilih kasih kepada kepala Rutan Pondok Bambu,” ucap Fitri, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Rabu (12/11/2025). Ia juga meminta Rutan Pondok Bambu jangan pilih kasih dengan sesama tahanan.

“Jangan tanggung dong,” sambungnya. Menurut cucu dari Max Izaak Salhuteru ini, pihak Rutan Pondok Bambu tidak boleh pilih kasih dengan sesama tahanan. “Enggak boleh kita pilih kasih keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fitri Salhuteru. Ia menyarankan agar semua tahanan diberi kesempatan untuk membuat keranjang kuning di dalam tahanan.

Fitri juga menyinggung pihak-pihak yang membuat Nikita Mirzani terseret masalah baru. Pasalnya, ibu tiga anak itu kembali bikin geger jagat maya setelah melakukan live di penjara. “Tapi yang di luar nih tolong dijaga. Jangan lagi membawa si terdakwa ini punya masalah baru,” kata Fitri Salhuteru. “Akhirnya jadi masalah baru kan,” tambahnya.

Praktisi Hukum Soroti Nikita Mirzani yang Lakukan Live dari Dalam Penjara

Dari dalam penjara, Nikita Mirzani rupanya dihubungi dokter Oky Pratama melalui panggilan video untuk live bersama. Dalam rekaman video yang beredar, pemilik nama lengkap Nikita Mirzani Mawardi itu tampak mengenakan headset di sebuah ruangan sendirian.

Melihat hal tersebut, praktisi hukum Firman Chandra memberikan tanggapannya. Firman Chandra mengatakan bahwa seorang terdakwa dilarang membawa dan menggunakan alat komunikasi di dalam penjara. Hal ini tertuang dalam Permenkumham Nomor 6 Tahun 2017 Pasal 4 dan Pasal 9.

“Terkait dengan adanya sebuah larangan untuk membawa memiliki HP dan menggunakan di dalam lapas,” kata Firman, dikutip dari YouTube Surya Citra Televisi (SCTV), Selasa (11/11/2025). “Sebenarnya tertuang dalam Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 Pasal 4 dan Pasal 9,” lanjutnya. Firman juga menyindir tindakan artis berusia 39 tahun itu yang dianggap telah menyalahi aturan sebagai tahanan.

“Kemudian ada seorang artis, kita sebut artis yang sekarang lagi menjalani banding melakukan kegiatan live dan menggunakan HP,” ujar Firman. “Jelas itu hal yang sangat dilarang sejatinya karena Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 sudah memiliki dasar hukumnya,” sambungnya.

Awal Mula Perseteruan Nikita Mirzani dan Reza Gladys

Perseteruan Nikita Mirzani dengan Reza Gladys memanas berawal dari sang artis diduga menjelekkan produk kecantikan milik perempuan kelahiran Cianjur, 16 Desember 1988 di TikTok. Reza Gladys sempat menghubungi Nikita melalui asisten sang artis, Ismail Marzuki alias Mail Syahputra pada 13 November 2024. Ia sendiri berniat ingin bersilaturahmi saja dengan Nikita.

Namun, wanita 37 tahun itu malah mendapat respons yang tak mengenakkan. Reza Gladys mendapat ancaman Nikita akan speak up ke media sosial bila silaturahmi tersebut tidak menghasilkan uang. Pemilik nama lengkap Reza Gladys Prettyani Sari ini akhirnya memberikan uang senilai Rp4 miliar kepada Nikita Mirzani.

Sementara, Reza merasa dirinya sebagai korban lantaran telah diperas dan mengalami kerugian yang cukup besar. Reza kemudian melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polda Metro Jaya pada 3 Desember 2024.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *