My WordPress Blog

Jeff Bezos Pimpin Misi ke Mars, Blue Origin Luncurkan Roket New Glenn

Perkembangan Terbaru dalam Eksplorasi Luar Angkasa

Setelah China berhasil mendaratkan roket skala kecil yang dapat digunakan kembali pada musim panas lalu, kini giliran perusahaan Blue Origin yang didukung oleh Jeff Bezos berhasil melakukan pendaratan roket pendorong New Glenn-nya sendiri. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi eksplorasi luar angkasa.

Pendaratan ini terjadi hampir 10 tahun setelah SpaceX milik Elon Musk mencapai prestasi serupa dengan roket pendorong Falcon. Blue Origin berhasil menyelesaikan penerbangan perdana pendorong roket yang dapat digunakan kembali, sebuah pencapaian yang dianggap sangat sulit oleh Jon Edwards dari SpaceX.

Spesifikasi dan Perbedaan Roket New Glenn

Roket New Glenn milik Blue Origin jauh lebih besar dibandingkan Falcon. Tingginya mencapai 190 kaki dengan diameter 23 kaki, sedangkan Falcon memiliki ukuran masing-masing 135 kaki dan 12 kaki. Roket ini merupakan generasi wahana orbital terbaru yang dirancang untuk pengangkutan berat, bahkan lebih besar daripada roket Yanxingzhe-1 yang berhasil dibawa kembali oleh China.

Selain keberhasilan membawa kembali pendorong roket kelas orbital, Jeff Bezos juga berhasil meluncurkan sesuatu menuju Mars sebelum rivalnya, Elon Musk. Hal ini menunjukkan bahwa Blue Origin telah mengambil inisiatif dalam eksplorasi luar angkasa.

Misi NASA dengan Bantuan Blue Origin

Misi Escape and Plasma Acceleration and Dynamics Explorers (ESCAPADE) NASA menggunakan uji pendorong Blue Origin untuk membawa dua wahana antariksa Mars ke orbit. Tahap pertama terpisah sekitar tiga menit setelah lepas landas dan mulai jatuh melalui atmosfer bumi. Beberapa menit kemudian, wahana tersebut menyalakan beberapa mesin BE-4 untuk memperlambat dan memperbaiki arah, lalu mendaratkan pendorong roket New Glenn dengan selamat di tongkang pemulihan khusus yang berada di Samudra Atlantik 375 mil di bawah titik pemisahan tahap.

Tahap kedua roket terus meluncurkan dua pengorbit Mars milik NASA ke luar angkasa sekitar 33 menit setelah lepas landas. Diberi label Biru dan Emas, wahana antariksa yang identik itu mulai meluncur menuju titik Lagrange-2 stabilitas gravitasi Bumi-Matahari yang terletak 930.000 mil jauhnya. Wahana tersebut akan berputar kembali untuk menggunakan gravitasi Bumi sebagai ketapel guna melemparkannya ke Mars pada rentang waktu berikutnya yang tersedia, sekitar satu tahun dari sekarang.

Tujuan Misi ESCAPADE

Dua wahana antariksa Mars yang diluncurkan Jeff Bezos untuk NASA akan digunakan untuk memeriksa atmosfer Mars, atau lebih tepatnya, bagaimana atmosfer tersebut menghilang akibat angin matahari dan faktor-faktor lainnya. Sebelumnya, Mars disebut memiliki sumber air dan mungkin pernah mempertahankan air di permukaannya berkat atmosfernya, tetapi penipisan selanjutnya kemungkinan berkontribusi pada penguapannya. Laboratorium Ilmu Antariksa UC Berkeley yang memprakarsai misi ESCAPADE ingin mengetahui ke mana perginya atmosfer tersebut dengan bantuan dua wahana antariksa yang diluncurkan Blue Origin.

Persaingan dalam Eksplorasi Mars

Sementara itu, SpaceX masih menguji roket Starship 3 yang dimaksudkan untuk memulai misi Mars pada waktu peluncuran berikutnya di tahun 2026, tetapi wahana antariksa NASA yang diluncurkan oleh Blue Origin kemungkinan akan tiba di sana terlebih dahulu.

Rocket Lab membanggakan bahwa mereka berhasil menekan biaya misi ESCAPADE hingga hanya US$18 juta per unit, baik untuk pembuatan wahana maupun peluncurannya. Harga yang sangat rendah ini dimungkinkan oleh wahana orbital Blue Origin yang baru.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *