Perselisihan Hukum yang Mengguncang Dunia Teknologi
Pengadilan federal di California baru-baru ini memberikan putusan yang mengejutkan bagi raksasa teknologi global, Apple. Putusan tersebut memaksa Apple untuk membayar denda sebesar US$634 juta atau sekitar Rp10,5 triliun kepada perusahaan teknologi medis Masimo. Putusan ini menjadi salah satu kemenangan terbesar bagi Masimo dalam perseteruan panjang melawan Apple, yang dituduh mencuri teknologi pemantauan oksigen darah.
Dalam pernyataan resminya, Masimo menyebut putusan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya melindungi inovasi yang menjadi fondasi perusahaan. Mereka menegaskan bahwa teknologi oksimetri nadi—yang memantau kadar oksigen melalui sensor optik—bukan sekadar hasil riset, tetapi bagian dari misi mereka dalam menyelamatkan nyawa pasien di seluruh dunia.
Apple, di sisi lain, menilai putusan itu keliru dan tidak sejalan dengan fakta. Perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut menyatakan akan mengajukan banding. “Masimo adalah perusahaan alat kesehatan yang tidak menjual produk kepada konsumen,” ujar juru bicara Apple, sambil menuding Masimo telah mengajukan lebih dari 25 paten yang sebagian besar kemudian dinyatakan tidak valid.
Sejarah Perselisihan yang Berlangsung Lama
Perselisihan hukum ini telah berlangsung lebih dari enam tahun dan berakar pada tuduhan serius: bahwa Apple merekrut beberapa karyawan kunci Masimo, termasuk kepala staf medis perusahaan itu, untuk mendapatkan akses terhadap teknologi pemantauan oksigen yang telah dikembangkan selama beberapa dekade. Apple membantah tuduhan tersebut, namun persidangan menunjukkan jejak panjang kontroversi dan kompetisi perebutan talenta.
Pada 2023, Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) memihak Masimo, memutuskan bahwa Apple Watch dengan fitur pemantauan oksigen darah melanggar paten Masimo. ITC kemudian melarang impor perangkat tersebut ke Amerika Serikat, sebuah langkah yang menyebabkan Apple menonaktifkan fungsi pemantauan oksigen darah di beberapa model terbarunya.
Perubahan Strategi Produk Apple
Larangan itu memaksa Apple mengubah strategi produk. Pada Agustus tahun ini, perusahaan itu memperkenalkan mekanisme baru yang mengalihkan proses pengukuran dan analisis oksigen darah ke iPhone yang dipasangkan dengan Apple Watch. Fitur tersebut dirancang untuk menghindari pelanggaran paten—langkah yang oleh Masimo disebut sebagai siasat yang “tidak memadai”.
Dalam gugatan terbarunya, Masimo menuding Bea Cukai dan Patroli Perbatasan AS telah mengizinkan impor Apple Watch dengan mekanisme baru tersebut tanpa melalui evaluasi yang memadai. Menurut Masimo, Apple menggunakan celah teknis untuk menghindari larangan, meski teknologi inti tetap dianggap melanggar paten perusahaan.
Dampak pada Industri Teknologi dan Kesehatan
Lebih dari sekadar perselisihan hukum, kasus ini membuka kembali pertanyaan lama mengenai praktik Apple dalam mengembangkan fitur kesehatan canggih untuk wearables mereka. Industri perangkat kesehatan konsumen telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, dan Apple Watch berada di garis depan—namun dominasi tersebut ternyata tidak tanpa konsekuensi.
Para analis memandang kemenangan Masimo sebagai sinyal bahwa perusahaan teknologi besar tidak selalu kebal terhadap tuntutan hukum dari perusahaan yang lebih kecil namun memiliki portofolio paten kuat. Sementara itu, investor melihat denda tersebut sebagai pukulan finansial yang signifikan, meski kecil dibandingkan keuntungan tahunan Apple, namun berdampak besar terhadap reputasi perusahaan dalam inovasi medis.
Tantangan di Masa Depan
Dengan Apple yang bersiap mengajukan banding dan Masimo yang bertekad mempertahankan klaimnya, perseteruan ini tampaknya masih jauh dari kata selesai. Putusan terbaru ini mungkin hanya satu bab dalam pertarungan panjang yang dapat membentuk ulang batas antara teknologi konsumen dan teknologi medis profesional di masa depan.











