My WordPress Blog
Hukum  

Penasihat Hukum Buka Rahasia Keinginan Ruben Onsu dalam Perselisihan dengan Sarwendah, Bahas Anak

Persoalan Hukum dan Hubungan Keluarga Ruben Onsu dengan Sarwendah

Hubungan antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, sedang memanas. Masalah ini terkait dengan berbagai isu yang muncul, termasuk soal pengelolaan keuangan dan hak ayah dalam mengunjungi anak-anaknya.

Kekacauan di Balik Persoalan

Masalah ini bermula dari laporan bahwa rumah Sarwendah didatangi oleh para debt collector, yang diduga ingin menagih cicilan kendaraan yang belum dibayar. Hal ini membuat Ruben Onsu merasa tidak nyaman karena pihak Sarwendah justru mengungkapkan masalah tersebut di depan media.

Presenter 42 tahun itu merasa disudutkan karena selama ini ia terus memberikan nafkah kepada istri dan ketiga anaknya dengan nilai mencapai Rp240 juta setiap bulan. Selain itu, ia juga merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Pernyataan Kuasa Hukum Ruben Onsu

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan keinginan kliennya. Menurut Minola, masalah pembayaran cicilan bukanlah sesuatu yang dinafikan oleh Ruben. Ia menjelaskan bahwa adanya keterlambatan pembayaran disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil.

“Masalah bayar membayar itu nggak ada kita ingkar, kalau misalkan ada keterlambatan ada masalah up down ekonomi orang kan tidak selalu sama setiap hari. Tapi yang penting Ruben mau bertanggung jawab,” ujar Minola.

Minola menyatakan bahwa yang menjadi keinginan utama Ruben adalah agar bisa lebih mudah bertemu dengan anak-anaknya. Menurutnya, seorang ayah memiliki hak untuk berkumpul dengan anak-anaknya meskipun hak asuh berada di tangan ibu.

“Yang menjadi maunya Ruben itu apa yang jadi haknya anak-anak itu kumpul lah dua tiga hari minimal itu mbok ya diberikan,” kata Minola.

Penjelasan dari Pihak Sarwendah

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Abraham Sinom, meluruskan tuduhan bahwa kliennya menghalangi Ruben Onsu untuk bertemu dengan anak-anaknya. Menurut Abraham, pernyataan bahwa Ruben tidak bertemu anak selama dua bulan tidak benar.

“Pertemuan itu masih dalam hitungan minggu, jadi ini adalah hal yang perlu kami luruskan,” ujar Abraham dalam jumpa persnya.

Pihak Sarwendah menyebut memiliki bukti riwayat percakapan yang menunjukkan kapan pertemuan terakhir dilakukan. Mereka juga menegaskan bahwa komunikasi antara Ruben dan anak-anaknya lebih sering dilakukan dari pihak anak.

Chris Sam Siwu, kuasa hukum lainnya, menambahkan bahwa komunikasi justru lebih sering dilakukan dari pihak anak-anak kepada Ruben, namun tak selalu mendapat respons. “Coba ditanyakan saja ke pihak RSO (Ruben Onsu), anaknya itu WhatsApp, anaknya itu kirimkan voice note, dibalas atau tidak?” tanya Chris.

Menurut Chris, persoalan yang terjadi bukanlah karena larangan dari Sarwendah, melainkan soal komunikasi dan pola pengasuhan. “Parenting Bu Wendah ini mendahulukan kepentingan anak. Jadi, permintaan anak yang diikuti. Kalau berbenturan dengan apa yang diminta Ruben, pasti Wenda akan lebih menurut kepada apa yang diminta oleh anaknya,” jelasnya.

Harapan untuk Solusi

Meski demikian, pihak Sarwendah menegaskan tidak ingin memperpanjang polemik. Mereka bahkan membuka peluang dialog dengan kubu Ruben. “Kami berharap kita masih bisa duduk bersama, ya, Sarwendah dengan Ruben, maupun saya dengan Bang Minola (kuasa hukum Ruben), untuk membahas ini agar tidak berlarut-larut,” pungkasnya.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *