My WordPress Blog

Profil Aisha Retno, Penyanyi Malaysia Berdarah Jawa yang Viral dengan Batik

Aisha Retno: Penyanyi Muda Malaysia yang Viral Karena Pernyataan Batik

Aisha Retno menjadi perbincangan publik setelah video dirinya memberikan batik kepada Ariana Grande menyebar luas di media sosial. Dalam momen tersebut, Aisha menyebut bahwa batik berasal dari Malaysia, yang memicu kritik pedas dari warganet Indonesia. Peristiwa ini terjadi saat Aisha bertemu dengan Ariana Grande dan Cynthia Erivo dalam rangka promosi film Wicked 2. Setelah kejadian itu, banyak orang mulai tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang latar belakang, keluarga, dan perjalanan karier Aisha Retno.

Profil dan Perjalanan Karier Aisha Retno

Aisha Retno lahir di Kuala Lumpur pada 1 Agustus 2000 sebagai penyanyi muda berbakat asal Malaysia. Ia memulai debutnya pada 2018 melalui lagu “Mengikat Jiwa” yang diproduksi bersama musisi Indonesia, Aldi Nada Permana. Kariernya berkembang pesat setelah merilis lagu kedua berjudul “Terima Kasih” bersama penyanyi Indonesia Yuka Kharisma. Nama Aisha semakin dikenal publik setelah menjuarai ajang pencarian bakat Vokal Mania di Malaysia.

Selain itu, ia juga mengikuti ajang Big Stage musim keempat dan berhasil meraih posisi juara ketiga. Lagu “W.H.U.T. (Wanna Hold U Tight)” membuat popularitasnya naik drastis dengan jutaan pendengar di Spotify. Pada 2025, Aisha merilis mini album pertamanya dan kembali berkolaborasi dengan Ade Govinda.

Selain bernyanyi, Aisha mulai merambah dunia akting melalui FTV Malaysia berjudul Cangkul pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan kemampuan multidimensinya sebagai artis.

Kontroversi Akibat Pernyataan Batik

Aisha menjadi viral setelah menyebut bahwa batik berasal dari Malaysia ketika memberikan bingkisan kepada Ariana Grande. Ucapan tersebut memicu respons negatif karena batik telah lama diakui sebagai warisan budaya Indonesia. Publik Indonesia kemudian menggali latar belakang Aisha dan menemukan bahwa ia memiliki darah Jawa. Meski begitu, Aisha tetap menyatakan apresiasinya terhadap budaya dan seni yang menginspirasinya sejak kecil.

Keturunan Indonesia dan Peran Keluarga dalam Perjalanan Karier

Aisha Retno adalah putri dari penyanyi keroncong keturunan Jawa, Jean Retno Aryani yang lahir di Karanganyar. Jean merupakan penyanyi berbakat yang memenangkan Pemilihan Bintang Radio sebanyak tiga kali pada era 80-an. Meski kini berkewarganegaraan Malaysia, Jean masih terdaftar sebagai anggota PAPRI Indonesia.

Ayah Aisha, Sayed Sipulijam Sayed Alwee, adalah seorang pengusaha asal Kelantan dan sangat mendukung karier putrinya. Aisha juga memiliki seorang adik bernama Sayed Abu Hanifa Radityo yang tumbuh dalam lingkungan penuh seni. Walau sibuk berkarier, Aisha tetap menempuh pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Ekonomi di Universiti Malaya.

Biodata Lengkap Aisha Retno

  • Nama lengkap: Sharifah Aisha Retno binti Sayed Sipulijam
  • Nama panggung: Aisha Retno
  • Tanggal lahir: 1 Agustus 2000
  • Tempat lahir: Kuala Lumpur, Malaysia
  • Kewarganegaraan: Malaysia
  • Agama: Islam
  • Pendidikan: Sarjana Ekonomi, Universiti Malaya
  • Profesi: Penyanyi, aktris, pengacara
  • Genre musik: Pop, balada, R&B, soul
  • Awal karier: Menyanyi sejak usia lima tahun
  • Penghargaan: Juara Vokal Mania, juara ketiga Big Stage 4
  • Drama: Cangkul, Gadis Muzikal
  • Media sosial: Instagram @aisharetno02, TikTok @aisharett
  • Keturunan: Indonesia–Malaysia, ibu berasal dari Jawa

Aisha Retno merupakan penyanyi muda berbakat Malaysia dengan perjalanan karier yang cukup gemilang. Meski viral karena pernyataannya tentang batik, Aisha tetap memiliki hubungan kuat dengan Indonesia melalui garis keturunannya. Prestasinya di bidang musik dan akting membuat namanya terus bersinar di industri hiburan Malaysia. Kontroversi yang muncul kini menjadi pengingat pentingnya memahami budaya, sejarah, dan sensitivitas publik dalam setiap pernyataan.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *