My WordPress Blog

Gaya Rias ‘Sunkist Caramel’ Karya Dwi Putri Utami Makin Dikenal, Industri Makeup Lokal Semakin Kompetitif

Makassar – Tren riasan wajah Sunkist Caramel Makeup buatan makeup artist (MUA) lokal Dwi Putri Utami, yang juga dikenal dengan nama profesional Putriviola atau Putri Viola, semakin diminati masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, gaya rias ini menjadi salah satu pilihan favorit untuk acara pernikahan, prewedding, hingga pemotretan editorial.

Sunkist Caramel Makeup menonjolkan warna-warna hangat seperti orange soft, peach, dan brown caramel yang dipadukan secara halus, memberikan kesan segar sekaligus elegan. Karakter riasan ini dianggap cocok oleh banyak pengguna karena menyesuaikan tone kulit perempuan Indonesia.

Menurut Putri, gaya rias tersebut tercipta dari eksperimen yang panjang sebelum akhirnya diterima pasar. “Tujuan saya sederhana, membuat tampilan glowing yang tidak berlebihan. Hasilnya harus tahan lama, nyaman, dan menyatu dengan karakter klien,” kata Putri saat ditemui di studio riasnya di Makassar.

Respons positif terhadap gaya rias ini membuat Putri menerima lebih banyak permintaan setiap bulannya. Bahkan, beberapa MUA dari daerah lain datang langsung mengikuti kelas privat yang dibukanya untuk mempelajari teknik layering khas Sunkist Caramel.

Pengamat kecantikan lokal menilai kehadiran MUA seperti Putri Viola membantu meningkatkan kualitas industri makeup daerah. Konsumsi produk lokal turut meningkat karena banyak teknik yang ia ajarkan memanfaatkan brand-brand kosmetik Indonesia.

“Pasar kecantikan Indonesia sangat besar dan kreatifitas para MUA lokal memainkan peran penting dalam pengembangannya,” ujar Risa Hartati, pengamat industri kecantikan di Makassar.

Dengan tren ini, para pelaku industri memperkirakan gaya rias Sunkist Caramel akan tetap diminati setidaknya hingga beberapa tahun mendatang, karena keunikan dan fleksibilitasnya dalam berbagai acara.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *