Kenangan Arum Indah tentang Alvaro Kiano Nugroho
Arum Indah, ibunda dari Alvaro Kiano Nugroho, mengungkapkan kenangan yang menyentuh tentang putranya yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian diketahui menjadi korban pembunuhan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49). Ditemui di rumah duka di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025), Arum menceritakan bagaimana Alvaro adalah anak yang periang, banyak bercerita, dan sangat dekat dengan dirinya.
“Sehari-hari ya seperti biasa bersama Alvaro. Layaknya orang tua dengan anaknya: jalan, menemani, bermain, semuanya. Kalau sama aku, kami selalu bersama,” ujarnya.
Alvaro dikenal sebagai anak yang baik dan periang. Ia suka bernyanyi, apa pun lagunya. Dia juga sangat manja dan rajin mengaji. Menurut Arum, kegemarannya bernyanyi menjadi salah satu hal yang paling membekas dalam ingatannya.
“Apa saja yang dia dengar, pasti dinyanyikan. Dia suka menonton video lucu dan konten YouTube yang sedang viral, lalu menirukannya,” katanya.
Selain itu, Alvaro memiliki cita-cita menjadi pilot. Bahkan, saat sesi foto di sekolah, ia hanya ingin mengenakan kostum pilot.
“Dia cerita suka sekali jadi pilot. Waktu ada foto di sekolah, dia tidak mau pakai baju lain selain seragam pilot yang dia punya,” tuturnya.
Pengalaman Buruk dengan Ayah Tiri
Arum menjelaskan bahwa ia dan Alex Iskandar sudah berpisah sejak 2024. Hal tersebut terjadi karena sifat temperamental Alex yang tidak bisa menerima anak-anaknya. Ia juga mengaku pernah mengalami kekerasan fisik selama menikah.
“Oh, dulu iya. Cuma karena dipikir, dulu kan enggak pernah mau bilang sama orang tua karena kan itu masalah rumah tangga sendiri ya kan,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Alex pernah mengancam akan menculik Alvaro.
“Emang dia pernah melontarkan ‘kalau lu enggak mau balik lagi sama gue, gue bakal culik anak itu’. Itu di tahun 2024, bulan Juni, Juli deh, kalau enggak salah. Dia pernah melontarkan itu,” katanya.
Meski sudah berpisah, pelaku masih berusaha untuk balikan serta mendekatkan diri kepada keluarga dan kerap datang ke rumah.
“Karena kan udah pisah lama, dia mau ‘Ayo dong balikan, Beb, saya enggak tahu mau hidup sama siapa lagi kalau enggak sama kamu’, gitu. Ya, enggak bisa, gitu kan. Ya udah, kayak gitu sih,” katanya.
Peristiwa Hilangnya Alvaro
Arum menduga telepon pada 6 Maret 2025 saat menghubungi Alex terdengar ngos-ngosan. Ia menduga pelaku habis melakukan kekerasan terhadap Alvaro.
“Itu di tanggal 6 Maret (Alvaro hilang), kan bingung mau hubungin siapa, orang rumah udah pada nyari semua. Saya telepon dia lah, ya kan ‘Beb, tolong ke rumah dulu, si Alvaro hilang’, kan gitu ya,” kata dia.
“Karena dia tuh kalau misalnya saya yang nyuruh mau apa aja gitu ya kan. Akhirnya dia ke rumah, itu saya juga baru sadar tuh, oh, iya, waktu itu dia ngangkat telepon dalam kondisi ngos-ngosan ya kan, atau mungkin dia lagi habis eksekusi Alvaro, udah gitu sih,” sambungnya.











