Wisata Anak di Banda Aceh yang Menyenangkan dan Edukatif
Banda Aceh menawarkan berbagai pilihan wisata yang ramah anak, cocok untuk dikunjungi saat liburan akhir tahun. Mulai dari taman kota yang rindang, area bermain outdoor, hingga museum edukatif yang memperkenalkan budaya dan sejarah Aceh. Beberapa tempat wisata ini bahkan gratis, sehingga bisa menjadi pilihan destinasi hemat untuk liburan keluarga. Deretan tempat wisata ini juga memiliki akses yang mudah, berada di pusat kota, dan dilengkapi fasilitas ramah keluarga seperti area bermain, ruang terbuka hijau, hingga spot foto menarik.
Berikut adalah panduan lengkap 7 tempat wisata kids friendly yang bisa kamu kunjungi bareng keluarga:
- Hutan Kota BNI
Alamat: Jalan Hutan, Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh
Jam buka: 08.00–18.00 WIB
Tiket: Gratis
Hutan Kota BNI menjadi destinasi yang pas bagi keluarga yang ingin menikmati suasana sejuk tanpa jauh-jauh ke luar kota. Taman ini berada tak jauh dari Universitas Ubudiyah, dengan area yang tertata rapi, pepohonan rindang, dan udara yang cukup segar. Di dalamnya tersedia jogging track, playground untuk anak-anak, mushola, hingga toilet bersih. Area bermain balita juga aman dan cukup luas, sehingga cocok untuk aktivitas sore bersama anak. Hutan Kota BNI juga bisa dipakai untuk kegiatan sekolah maupun acara keluarga karena areanya lapang dan mudah diakses dari arah Taman Kencana dan kampus Unsyiah.
- Nol Kilometer Kota Banda Aceh
Alamat: Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh
Jam buka: Sabtu–Kamis 10.00–18.30 WIB
Tiket: Gratis
Tugu Nol Kilometer menjadi salah satu ikon Banda Aceh yang sering dikunjungi wisatawan. Bangunan ini memiliki nilai simbolik sebagai titik awal jarak Kota Banda Aceh dan cukup menarik untuk dijadikan spot foto keluarga. Banyak pengunjung yang datang pada pagi hari setelah matahari terbit atau menjelang magrib untuk menikmati angin laut. Pemandangan sunset di area ini cukup indah, namun perlu berhati-hati karena anginnya kencang, terutama bagi pengunjung yang membawa anak kecil. Orang tua disarankan tetap berada di pinggir area agar lebih aman.
- Taman Bustanussalatin

Alamat: Jalan Sultan Iskandar Muda, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman
Jam buka: 24 jam
Tiket: Gratis
Taman Bustanussalatin merupakan ruang terbuka hijau terbesar di pusat Kota Banda Aceh. Luasnya mencapai sekitar tiga kali lapangan sepak bola, menjadikannya satu area publik paling favorit untuk bersantai bersama keluarga. Taman ini dikelilingi destinasi populer lain seperti Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, dan Makam Peucut Kerkhof. Spotnya teduh dengan pohon-pohon besar yang membuat suasana tetap adem meski cuaca terik. Pengunjung bisa bersantai, piknik, atau membiarkan anak bermain bebas di area rumput. Taman ini juga menjadi lokasi bersejarah yang dulunya bernama Taman Sari dan dibangun pada masa Kesultanan Aceh Darussalam. Selain nyaman untuk bersantai, jaringan wifi gratis juga tersedia di beberapa titik.
- Taman Sulthanah Safiatuddin

Alamat: Jalan Senangin, Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam
Jam buka: 24 jam
Tiket: Gratis
Taman Sulthanah Safiatuddin cocok untuk bermain sore bersama anak-anak. Area ini biasanya dipakai untuk aktivitas sepeda, main layangan, hingga bermain sepatu roda. Banyak keluarga yang menghabiskan waktu sore di sini karena suasananya yang aman dan lapang. Taman ini juga dikenal sebagai pusat kebudayaan Aceh karena memiliki berbagai replika rumah adat dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Anak-anak bisa belajar mengenal arsitektur tradisional sambil berjalan-jalan santai.
- Pantai Ulee Lheue

Alamat: Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa
Jam buka: 06.00–18.00 WIB
Tiket: Gratis (kecuali parkir dan wahana)
Pantai Ulee Lheue menjadi destinasi favorit keluarga di Banda Aceh. Air lautnya jernih, ombak kecil, dan garis pantainya cukup aman untuk aktivitas anak-anak seperti bermain pasir atau berendam dengan pelampung. Beberapa wahana seperti bebek kayuh dan pelampung sewaan tersedia di sekitar pantai. Area ini juga menawarkan pemandangan sunset yang indah dengan latar pulau-pulau di kejauhan. Banyak jajanan dan minuman yang dijual di sekitar pantai, membuat suasana santai semakin lengkap. Dari pelabuhan Ulee Lheue juga tersedia kapal feri menuju Sabang.
- Museum Aceh

Alamat: Jalan Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Baiturrahman
Jam buka: Sabtu–Kamis, 09.00–12.00 & 14.00–16.00 WIB
Tiket masuk: Dewasa Rp 5.000, Anak-anak Rp 3.000, WNA Rp 15.000
Museum Aceh adalah satu destinasi edukasi terbaik di Banda Aceh. Tempat ini menampilkan sejarah panjang Aceh melalui koleksi senjata, pakaian adat, manuskrip kuno, perhiasan, hingga alat musik tradisional. Ikon utamanya adalah Rumoh Aceh, rumah adat panggung yang dibangun pada tahun 1915 dan kini menjadi bagian utama museum. Museum ini mudah dijangkau karena halte Trans Koetaradja berada tepat di depannya. Pengunjung bisa menjelajahi koleksi sejarah, melihat lonceng Cakra Donya yang melegenda, hingga menikmati taman kecil di bagian belakang museum.
- Museum Tsunami Aceh

Alamat: Jalan Sultan Iskandar Muda No.3, Sukaramai
Jam buka: Sabtu–Kamis, 09.00–12.00 & 14.00–16.00 WIB
Tiket masuk: Dewasa Rp 5.000, Anak-anak Rp 3.000, WNA Rp 20.000
Museum Tsunami Aceh menjadi destinasi wajib yang tidak hanya edukatif tetapi juga emosional. Begitu masuk, pengunjung akan melalui lorong gelap dengan suara gemuruh air dan lantunan zikir yang menghadirkan suasana reflektif. Museum ini menampilkan dokumentasi tsunami 2004, bantuan internasional, dan edukasi kebencanaan. Anak-anak bisa belajar tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan menghargai nilai kemanusiaan. Ruangan populer seperti Lorong Tsunami dan The Light of God memberikan pengalaman yang mendalam bagi setiap pengunjung.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











