Isu Perselingkuhan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Terungkap
Isu perselingkuhan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi kini semakin hangat dan akhirnya terungkap. Dalam perjalanan hubungan yang dijalaninya, Insanul ternyata memiliki rencana untuk berpoligami dengan menggandeng tangannya kanan dan kiri oleh Mawa dan Inara. Namun, impian ini kini pupus setelah dikuak oleh istrinya, Mawa.
Kabar mengejutkan sempat menyelimuti publik terkait rencana pernikahan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Hubungan ini terungkap setelah keduanya mengakui bahwa mereka telah terikat pernikahan siri sejak Agustus 2025. Meskipun demikian, kisah cinta ini menyimpan lapisan pengakuan yang lebih kompleks dan memilukan.
Inara Rusli memutuskan menjalani pernikahan siri tersebut karena didasari oleh pengakuan Insanul Fahmi bahwa ia sudah berstatus tidak memiliki istri. Berbekal keyakinan ini, Inara merasa hubungannya dengan Insan adalah sah dan berhak untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Bahkan, pasangan ini disebut-sebut telah menyusun rencana detail untuk menggelar pernikahan resmi yang direncanakan pada tahun 2026.
“Saat itu klien kami diajak taaruf dan Insan langsung mengajak klien kami ke jenjang pernikahan yang akan direncanakan tahun depan, rencana tahun 2026,” jelas kuasa hukum Inara, Putra Kurniadi, di Jakarta.
Sayangnya, mimpi indah itu dengan cepat berubah menjadi kekecewaan besar. Inara harus menelan kenyataan bahwa Insanul Fahmi ternyata masih berstatus suami sah dari Wardatina Mawa.
Inara Memilih Mundur: Dibohongi Sejak Awal
Begitu mengetahui fakta yang sebenarnya, Inara Rusli mengambil keputusan tegas: menghentikan seluruh hubungan dan mundur sepenuhnya. “Setelah klien kami mengetahui status sebenarnya, klien kami memilih mundur dan tidak lagi ingin berhubungan dengan Saudara Insan,” terang kuasa hukum Inara lainnya, Andi Taslim.
Ia menambahkan bahwa keputusan ini murni diambil karena Inara merasa dibohongi. “Semua murni karena laki-laki ini bercerita kebohongan-kebohongan,” tegasnya.
Pembelaan Insanul Fahmi dan Impian Poligami
Sebelum pengakuan mengejutkan ini, Insanul Fahmi sempat membela diri di podcast bersama dr. Richard Lee. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Inara bukanlah perselingkuhan karena telah dilindungi oleh pernikahan siri. Pernyataan ini sontak memicu perdebatan publik, mengingat status pernikahan Insanul dengan Mawa masih sah secara hukum negara.
Dalam podcast yang sama, Insan juga sempat memaparkan alasannya memilih Inara. “Kenapa harus Inara Rusli? Karena bukan dia publik figur, aku orang biasa,” ucap Insan. Insan mengaku melihat nilai yang sangat ia cari dalam diri Inara. “Aku tahu bukan orang terkenal, bukan dari kalangan artis. Tetapi ada satu hal: dia punya nilai agama jadi dia mengerti, dan dia wife material-nya baik,” katanya.
Insanul juga menyebut telah menjatuhkan talak secara agama kepada Mawa, meskipun status resmi mereka sebagai suami istri masih berlaku. Saat ini, kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret kedua nama ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian.
Impian Rumah Tangga ‘Ideal’ Versi Insan
Sementara itu, dari sisi Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, terungkap kisah pilu di balik rencana poligami suaminya. Mawa mengungkapkan betapa hancurnya ia ketika Insanul menyampaikan keinginan untuk berpoligami. Insanul bahkan sempat menyampaikan rasa iba yang mendalam kepada wanita yang diduga adalah Inara, karena harus berjuang membesarkan anak-anaknya seorang diri.
“Dia kasihan sama anak-anaknya, kehidupannya, sampai benar-benar pontang-panting kerja, anaknya nggak keurus,” kata Mawa. Lebih jauh, Insanul bahkan menggambarkan skenario ideal di mana kedua perempuan itu Mawa dan Inara akan cocok satu sama lain jika poligami terjadi. Ia juga sempat menjanjikan rencana untuk memboyong Mawa dan anak-anak mereka ke Jakarta. “‘Kalau nanti emang jadi, ayang ke Jakarta, kita hidupnya nggak di Medan lagi’,” ucap Mawa, menirukan perkataan suaminya.
Pada momen lain yang lebih sureal, Insanul Fahmi pernah menceritakan impiannya jika rumah tangga poligami terwujud. Ia menggambarkan bayangan hidup satu rumah dengan dua istrinya, lengkap dengan suasana yang ia anggap ideal. “Abang lucu lah kalau ngebayangin pakai jubah, terus kalian kanan, kiri, anak-anak di belakang. Terus pakai backsound ‘habibi habibi’,” kenang Mawa, menirukan imajinasi suaminya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











