My WordPress Blog

Emosi Hendri Diuji, Salam Tewas Ditebas Egrek oleh Kakak Ipar

Pembunuhan di Desa Embacang Baru Ilir Akibat Perkelahian Terkait Bantuan Sosial

Peristiwa tragis terjadi di Desa Embacang Baru Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Seorang pria berusia 33 tahun, Ahmad Hendri, tega membunuh kakak iparnya sendiri, Salamat (55), setelah emosinya memuncak akibat pertengkaran yang bermula dari masalah bantuan sosial (bansos).

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/12/2025) di depan rumah pelaku. Saat itu, Salamat datang ke depan rumah dan mengucapkan kata-kata tantangan kepada Hendri. Dalam percakapan tersebut, Salamat menanyakan tentang bansos yang dibawa pulang oleh Hendri. Bansos berupa beras dan minyak goreng tersebut sebenarnya adalah milik ibu Hendri yang baru saja meninggal sebulan lalu. Bansos tersebut rencananya digunakan untuk keperluan 40 hari pemakaman sang ibu.

Pertengkaran ini memicu emosi Hendri yang akhirnya memutuskan untuk meladeni tantangan Salamat. Ia mengambil alat pemanen sawit (egrek) yang ada di dalam rumah dan langsung keluar mengejar korban yang berada di pinggir jalan. Setelah mengejar, Hendri langsung menebas Salamat hingga korban terjatuh dan mengalami luka parah di tubuh serta kepala.

Warga sekitar mencoba memberikan pertolongan dengan membawa Salamat ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sedangkan Hendri kemudian diamankan oleh warga dan diserahkan ke polisi untuk diproses lebih lanjut.

Latar Belakang Wilayah Karang Jaya

Kecamatan Karang Jaya merupakan salah satu wilayah administratif di Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah ini memiliki karakteristik pedesaan dengan penduduk mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan darat. Wilayah ini juga dilintasi jalur penghubung antar kecamatan, sehingga menjadi jalur mobilitas warga dan aktivitas ekonomi lokal.

Desa Embacang Baru Ilir, tempat kejadian peristiwa, adalah salah satu desa yang berada di bawah wilayah administratif Kecamatan Karang Jaya. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang masih menjaga tradisi dan hubungan sosial yang kuat antar warga.

Penjelasan Polisi Terkait Peristiwa

Menurut keterangan dari Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kasat Intelkam, Iptu Baitul Ulum, kejadian bermula saat Hendri sedang makan di dalam rumah. Korban, Salamat, datang ke depan rumah sambil memanggil dari luar dengan ucapan “Hen, minta beras tuh” (Hen minta beras itu) sebanyak tiga kali.

Istri Hendri menjawab dari dalam rumah dengan ucapan “Ambeklah beras tuh, cuma genti be duet aku” (ambilah beras cuma ganti saja uang saya). Namun, Salamat menolak dan mengatakan bahwa jumlah uang yang diminta tidak cukup.

Setelah itu, Salamat mengucapkan kalimat tantangan yang membuat Hendri merasa emosi. “Keluar lah kau dikit, aku dak takut, potong kemaluan aku nah men aku takut, walaupun kaki aku cacat aku dak takut.” Kalimat ini diucapkan Salamat sambil memegang pisau.

Hendri yang merasa terganggu oleh ucapan tersebut langsung mengambil egrek dari dalam rumah dan mengejar Salamat. Saat dikejar, Salamat terjatuh dan Hendri langsung menebas korban sekali. Ketika korban berusaha bangun, Hendri kembali menebas sebanyak empat kali hingga pisau yang dipegang korban terjatuh.

Setelah kejadian, warga segera menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian. Pelaku kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana karena melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Proses Hukum yang Dilalui

Setelah penyerahan dari warga, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan interogasi terhadap pelaku. Hendri mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa emosinya memuncak akibat tantangan yang diberikan oleh Salamat. Hasil interogasi ini menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk menjerat pelaku dengan pasal yang berlaku.

Saat ini, kasus ini sedang dalam proses penyidikan dan akan segera dilanjutkan ke tahap persidangan. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa semua fakta dan bukti terkait peristiwa ini telah dikumpulkan dan diverifikasi secara lengkap.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *