Pengalaman Horor WS yang Menjadi Korban Penipuan Love Scam
WS (46 tahun), seorang ibu janda dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seorang pria asal Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Pria tersebut merupakan warga negara Kamerun yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kejadian ini menimbulkan rasa kecewa dan kehilangan bagi WS, yang kini memohon bantuan agar kasus ini dapat segera diselesaikan.
Permintaan Bantuan kepada Gubernur Jawa Barat
Dalam pernyataannya di Rumah Makan Kampung Lawas Kabupaten Cirebon, WS membuat Surat Terbuka untuk Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Dalam surat tersebut, ia meminta bantuan KDM untuk membantu menyelesaikan kasus yang sedang dialaminya. WS menyampaikan bahwa dirinya mengalami penipuan dan perampokan yang dilakukan oleh warga setempat.
“Pak Dedi Mulyadi, saya memohon pertolongan bapak. Saya mengalami penipuan dan perampokan yang dilakukan warga bapak. Warga Bapak menipu dan merampas uang saya sebanyak Rp2,1 M dengan sangat kejam dan tak berhati. Saya di tipu dan di rampok dengan metode kejahatan yang disebut dengan metode love scam. Saya didekati dan sangat mungkin saya di hipnotis karena banyak hal saya rasa tidak mungkin masuk logika tetapi terjadi. Saya betul-betul membutuhkan bantuan Bapak KDM untuk menolong saya mengambil kembali apa yg dirampas dari saya,” ucap WS saat membacakan Surat Terbuka tersebut.
Uang Rp2,1 M yang Dibawa Kabur
WS menyebut bahwa uang sebesar Rp2,1 M yang dibawa kabur pelaku bernama Heric Simphorien Mbouya. Pelaku mengaku bernama William Lebaux dan mengaku baru datang dari Prancis. Uang tersebut merupakan hasil kerja keras WS dan sangat berarti bagi keluarganya. Menurut WS, pelaku mengaku sebagai pegawai Unicef PBB dan mereka bertemu sebanyak delapan kali.
Menurut informasi yang diberikan, istri pelaku mengakui telah menerima uang hasil penipuan yang dilakukan suaminya terhadap korban. Pengakuan istrinya itu disaksikan oleh polisi dan ketua RT setempat serta sejumlah tetanggannya. Namun, istri pelaku menolak mengembalikan uang tersebut meskipun sudah dijelaskan secara lengkap tentang situasi WS. Beberapa hari kemudian, istri pelaku menghilang dari Cirebon dan informasinya lari ke luar negeri.
Kasus yang Belum Diselesaikan
WS menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum diketahui keberadaan pelaku beserta istrinya. Heric dan istrinya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Metro Jakarta Pusat. Meskipun kasus ini sudah berlangsung selama hampir satu tahun, pihak kepolisian belum berhasil menemukan pelaku.
Perjalanan Awal dan Pertemuan dengan Pelaku
Sebelumnya, WS dengan putrinya berasal dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban Love Scam seorang pria warga Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi kehidupan WS yang berjuang seorang diri membesarkan putrinya.
Pada 11 September 2024, WS sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk menonton konser musik Bruno Mars. Ia tinggal di Jakarta selama tiga hari dan rencananya akan terbang ke Australia untuk mengikuti Sydney Marathon. Setiba di Jakarta, WS menginap di Apartement Menara Jakarta dan menonton konser Bruno Mars.
Pertemuan Awal dengan Heric
Pertemuan pertama WS dengan Heric terjadi di tempat fitnes apartemen. Saat itu, WS sedang menggunakan treadmill dan sempat istirahat sejenak. Tiba-tiba, Heric datang dan menanyakan charger yang berada di depan WS. Karena merasa bukan miliknya, WS hanya menggeleng. Tiba-tiba, pria tersebut memperkenalkan diri dengan nama William yang berasal dari Unicef berkewarganegaraan Prancis.
Heric kemudian meminta nomor telepon WS, namun ditolak. Perbincangan pun berhenti hingga akhirnya Heric kembali mengajak bicara dengan bertanya “Apakah kamu atlet?”. Momen tersebut, langsung dimanfaatkan Heric untuk berbicara banyak hal termasuk mengaku berasal dari Prancis dan bekerja di Unicef PBB.
Komunikasi yang Memperkuat Hubungan
Heric mengaku berencana berkeliling Indonesia, namun tidak punya teman. Saat itu, Heric kembali meminta nomor telepon WS dengan alasan agar bisa bertanya tentang banyak hal. WS kembali menghindar dan hanya memberikan akun Instagram dan berkomunikasi lewat Derek Massage (DM). Baru setelah komunikasi itu, akhirnya WS memberikan nomor telepon. “Itulah salah saya akhirnya memberikan nomor telepon,” kata WS.
Setelah itu, Heric aktif menghubungi dan memberikan perhatian. Seperti menanyakan kabar, mengucapkan selamat dan lain-lainnya. Bahkan, pria itu sempat datang ke Surabaya dengan penerbangan pulang pergi sekitar Bulan Oktober 2024. Saat itu, Heric mulai mengutarakan cinta. Namun, WS terus menolak karena memang sedang tidak mencari teman hidup. Kendati demikian, komunikasi antara keduanya terus berlanjut.
Permainan Peran dan Pemerasan
Heric yang pandai bermain peran, mulai dapat menarik simpati WS. Pasca pertemuan itu, 10 hari kemudian kembali bertemu di Jakarta. Kebetulan WS sedang ada agenda. Berusaha untuk Datang
Namun pertemuan itu, tidak ada hal yang aneh. Sampai di Bulan November, Heric datang ke Surabaya untuk menemui WS yang berulang tahun. Meski sudah dicegah, ternyata Heric tetap berusaha untuk datang. Pasca pertemuan itu, barulah upaya pemerasan dilakukan. Heric mengaku dipecat dari pekerjaannya karena bepergian keluar kota. Bahkan, Heric terus bermain peran dan membuat WS mulai masuk dalam jebakan.
Permintaan Uang dan Pembawaan Uang
Dari situ permintaan uang mulai dilakukan. Mulai dari minta untuk servis HP, kemudian minta uang. Kemudian Heric meminta pinjaman uang sebesar Rp5 miliar untuk bisnis dengan teman-teman di Unicef. Tetapi WS hanya menyanggupi Rp2,1 miliar. “Saya tidak tahu apakah ini natural atau ada pengaruh magic,” ungkapnya.
Menyanggupi permintaan itu, kemudian WS mulai mengumpulkan uang tunai yang ditukarkan ke Dollar setiap hari sesuai permintaan Heric. Sampai pada satu ketika sekitar tengah malam, Heric meminta untuk ditemani ke Jakarta dengan alasan ada keperluan. Pada akhirnya, WS menyanggupi hal tersebut sembari membawa uang tersebut dalam mobil. Rupanya, itu adalah skenario yang dimainkan oleh Heric agar seolah-olah terjadi seperti perampokan.
Perampokan yang Mengakibatkan Kehilangan Uang
Di rest area di tengah perjalanan itu, Heric kembali meminta uang Rp22,5 juta. Setiba di lokasi yang ditentukan, Heric membawa backpack yang diyakini berisi uang keluar dari mobil. Tiba-tiba ada mobil yang malang di depan mobil WS. Heric tiba-tiba ditodong pistol oleh orang yang keluar dari mobil itu. Kaget dengan peristiwa itu, WS mencoba mengejar dan ditodong oleh orang asing tersebut. “Saya masuk mobil dan bingung. Sementara uang dan Heric sudah dibawa kabur,” katanya.
Di dalam tas tersebut, terdapat uang sekitar Rp2,063 M. Setelah itu, Heric tidak bisa dihubungi. Pasca kejadian itu, WS mengaku sempat datang ke kantor Unicef mencari orang-orang yang dimaksud. Akan tetapi, memang mereka sebenarnya tidak pernah ada.
Penipuan yang Dilakukan oleh Heric
Dari situ, Unicef kemudian menyatakan bahwa banyak penipuan yang melakukan penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut. WS juga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian di Jakarta dan saat itu, baru mengenal istilah love scam. Pasca laporan itu, WS kemudian datang ke Apartemen Menara Jakarta, ternyata memang hanya ada satu orang kulit hitam di apartemen itu. Orang-orang di Apartemen itu, bahkan mengenali bahwa Heric sudah punya istri dan anak.
Harapan WS untuk Penyelesaian Kasus
Setelah mengetahui hal tersebut, WS sempat menemui istri dari Heric. Saat itu, pertemuan didampingi oleh polisi. Saat itu, istrinya hanya diam dan mengaku tidak tahu menahu. WS berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan bantuan polisi. Dia juga berharap agar keluarga dari istri Heric yang diketahui seorang pengusaha besar di Cirebon untuk turut membantu. WS pun ingin uangnya kembali.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











