My WordPress Blog

Resepsi Pernikahan Viral Tanpa Makanan, WO Ayu Puspita Ditangkap

Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita Terungkap, 87 Korban Mengeluh

Polres Metro Jakarta Utara sedang menangani kasus penipuan yang dilakukan oleh sebuah wedding organizer (WO) bernama Ayu Puspita. Kasus ini terbongkar setelah pernikahan salah satu klien berantakan akibat tidak adanya hidangan sesuai kesepakatan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan bahwa telah ada lima orang yang diperiksa dan ditahan terkait kasus ini. Kelimanya adalah APD selaku Direktur serta empat stafnya yaitu HE, BDP, DHP, dan RR. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan berdasarkan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Menurut informasi yang dihimpun, penipuan ini terbongkar setelah sebuah pernikahan yang dijadwalkan di Pelindo Tower Yos Sudarso No 9 RT 006 RW 013 Rawabadak Utara Koja Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) pukul 19.00 WIB, berlangsung tanpa hidangan. Pelapor yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan WO Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi sebesar Rp82.740.000 ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti. Namun, ketika hari H tiba, pihak WO tidak menyiapkan fasilitas sesuai kesepakatan.

“Pihak wedding organizer tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tambahnya.

Setelah insiden ini viral di media sosial, banyak korban lainnya mulai menyatakan diri sebagai korban dugaan penipuan atau penggelapan dari WO tersebut. Total ada 87 korban lainnya yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita. Korban-korban ini berasal dari berbagai profesi, mulai dari swasta, ASN hingga Polri.

Tindakan yang Diambil oleh Polisi

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi, menyita barang bukti seperti transfer uang, print out WhatsApp, data catering, dan panduan acara pernikahan. Hal ini dilakukan guna memperkuat bukti-bukti dalam penyidikan kasus ini.

Ayu Puspita dikenal sebagai pengelola WO yang mempromosikan paket lengkap termasuk venue, dekorasi, catering, hingga layanan dokumentasi. Alamat operasional WO terduga pelaku berada di Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur. Dari informasi yang beredar, uang penipuan terhadap ratusan calon pengantin di Jakarta ternyata digunakan untuk membeli rumah mewah dan jalan-jalan ke luar negeri.

Pengakuan Ayu Puspita

Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya. Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu.

Ratusan pasangan yang terdampak tak bisa menahan kekecewaan. Banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dana. Kasus ini memicu sorotan luas dan desakan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti demi melindungi hak korban.

Reaksi Korban

Insiden ini memicu kemarahan keluarga mempelai dan menciptakan reaksi luas di media sosial. Para korban langsung mendatangi rumah Ayu Puspita meminta pertanggung jawaban. Rumah yang dibeli Ayu tersebut adalah rumah mewah yang berada di sebuah komplek perumahan. Namun, di lapangan, pihak RT dan RW tak mengetahui bahwa Ayu Puspita Dinanti telah menempati rumah mewah tersebut.

“Jangan-jangan duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy,” ungkap curhatan seorang klien.

Kesimpulan

Skema yang dijalankan Ayu Puspita disebut mirip ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk membayar tanggungan sebelumnya. Dana korban dilaporkan digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk berlibur ke luar negeri dan membeli rumah mewah di Jakarta.

Dalam linimasa media sosial, banyak korban yang mendatangi kediaman Ayu untuk meminta pertanggungjawaban. Rumah mewah yang dibeli Ayu bahkan tidak diketahui RT/RW setempat, menimbulkan kemarahan publik.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi calon pengantin untuk selalu memeriksa kredibilitas wedding organizer, memastikan kontrak dan layanan benar-benar jelas sebelum melakukan pembayaran. Kasus WO Ayu Puspita kini tengah ditangani pihak kepolisian untuk memastikan hak para korban terpenuhi.




Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *