Keenan dalam Versi Baru: Dewara Zaqqi Menggali Kedalaman Karakter di Panggung Musikal
Memerankan karakter yang sudah sangat melekat di benak pengemar memang tidak mudah. Dalam musikal Perahu Kertas, Keenan kembali hadir dengan wajah baru, dan kini berada di tangan Dewara Zaqqi. Ia menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan kembali sosok ini dengan pendekatan yang berbeda, tanpa terjebak pada bayangan versi sebelumnya.
Keenan yang diperankan oleh Adipati Dolken di layar lebar memang menjadi ikon bagi banyak penonton. Namun Zaqqi memilih jalan yang berbeda. Ia tidak hanya menonton ulang film tersebut, melainkan kembali ke sumber aslinya, yaitu novel. Dengan demikian, ia bisa memahami Keenan dari sudut pandang yang lebih murni dan penuh makna.
Pendekatan yang Berbeda untuk Memahami Keenan
Bagi Zaqqi, memahami Keenan bukan sekadar meniru gaya atau gestur yang ada. Ia ingin menemukan versi Keenan yang ia pahami sendiri, bukan sekadar salinan dari yang sudah ada. Ini adalah cara terbaik untuk menghadirkan sesuatu yang baru tanpa merusak esensi karakter.
Dengan pendekatan ini, Keenan tampil lebih personal dan manusiawi. Ia bukan lagi sekadar tokoh idealis, tetapi juga memiliki kedalaman emosional yang lebih dalam. Zaqqi berhasil menciptakan interpretasi yang segar dan relevan dengan audiens masa kini.
Tantangan dalam Format Musikal
Format musikal memang menuntut kemampuan yang lebih kompleks. Selain akting, para pemain harus menguasai vokal dan gerakan panggung. Bagi Zaqqi, hal ini justru menjadi ruang yang memperkaya ekspresi. Lagu-lagu yang ia nyanyikan membantu memperkuat emosi, sedangkan gerakan panggung memberikan dimensi tambahan pada karakter.
Setiap latihan membuat Zaqqi semakin dekat dengan cara Keenan merasakan dunia. Dengan staging yang megah dan konsep dunia mimpi yang dihadirkan dalam musikal ini, Zaqqi merasa lebih mudah “masuk” ke dalam peran ini. Semua elemen panggung bekerja sama untuk membangun Keenan dari luar ke dalam—sebuah proses organik yang terjadi pelan-pelan hingga akhirnya menyatu.
Menghadapi Ekspektasi Penggemar
Banyak penggemar yang sudah memiliki ekspektasi kuat terhadap sosok Keenan versi film. Namun Zaqqi justru melihat ini sebagai kesempatan untuk bereksplorasi. Menurutnya, perbedaan platform antara film dan musikal membuat ceritanya tampil dalam nuansa baru. Musikal lebih ekspresif, lebih puitis, dan tentu saja lebih emosional karena kehadiran lagu di setiap momen penting.
Dengan begitu, Zaqqi merasa memiliki kebebasan penuh untuk membangun Keenan dari pondasi yang berbeda. Ia ingin menghadirkan versi Keenan yang lebih jujur terhadap perjalanan mimpi, bukan hanya kisah cintanya. Fokus musikal yang menggali tema mimpi membuat interpretasinya terasa segar dan relevan dengan audiens hari ini.
Proses Latihan yang Intens
Proses yang dilalui Zaqqi dan seluruh cast bukanlah perjalanan singkat. Audisi dilakukan sejak Juni, pemilihan cast final diumumkan pada Agustus, lalu dilanjutkan dengan workshop, latihan vokal, big reading, hingga latihan intens hampir setiap hari menjelang pertunjukan.
Berbulan-bulan proses itu membuat Zaqqi dan seluruh cast memiliki “muscle memory” terhadap adegan-adegan penting. Setiap run-through selalu memperkuat konsistensi emosi dan timing panggung. Proses panjang ini yang akhirnya membentuk chemistry antar karakter, termasuk kedekatan Kugy–Keenan yang harus terasa hidup dan alami.
Mimpi yang Diwujudkan di Atas Panggung
Musikal Perahu Kertas bukan hanya tentang cinta. Zaqqi paham betul bahwa produksi ini ingin mengembalikan semangat bermimpi, tema yang sangat dekat dengan anak muda hari ini. Lewat karakter Keenan, ia ingin mengingatkan penonton bahwa mimpi tidak selalu berjalan lurus. Ada jalan memutar, kegagalan, bahkan penolakan. Tapi semuanya bisa tetap membawa kita pada tujuan akhir.
Di panggung, Zaqqi bukan sekadar memerankan seorang pelukis idealis. Ia menjadi representasi perjalanan mimpi yang sering kita rasakan: gelisah, ingin menyerah, namun tetap berjalan. Inilah sisi Keenan yang ingin ia bagikan adalah sebuah sosok yang rapuh namun terus bertumbuh, persis seperti yang dialami banyak anak muda masa kini.











