Kronologi Pengeroyokan Debt Collector di Kalibata, Jakarta Selatan
Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, terjadi peristiwa pengeroyokan yang menimpa dua debt collector di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Kejadian ini memicu perhatian publik setelah berujung pada kematian dua korban. Peristiwa tragis ini bermula dari upaya penagihan cicilan sepeda motor dan berubah menjadi aksi kekerasan yang melibatkan banyak orang.
Awal Peristiwa
Peristiwa dimulai sekitar pukul 15.45 WIB di Jalan Raya Kalibata, tepatnya di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Dua pria dengan inisial MET (41) dan NAT (32), yang bekerja sebagai debt collector atau mata elang, menghentikan seorang pengendara sepeda motor. Penindakan tersebut dilakukan karena motor yang dikendarai diduga menunggak cicilan kredit. Namun, pengendara motor tidak menerima perlakuan tersebut dan terlibat adu argumen dengan kedua korban.
Situasi semakin memanas ketika pengendara motor tersebut memanggil sejumlah rekannya. Berdasarkan keterangan polisi, teman-teman pemotor itu diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang. Mereka langsung mendatangi lokasi kejadian dan terlibat dalam pengeroyokan terhadap dua debt collector tersebut.
Aksi Kekerasan Massal
Menurut kesaksian warga, selain kelompok yang dipanggil oleh pemotor, terdapat lima orang dari sebuah mobil yang berada tepat di belakang sepeda motor tersebut. Kelima orang itu turun dari kendaraan dan ikut terlibat dalam pengeroyokan. Kapolsek Pancoran Komisaris Polisi Mansur menjelaskan bahwa para pelaku memukuli kedua korban secara bersama-sama. Setelah dianiaya, MET dan NAT diseret ke pinggir jalan dalam kondisi mengenaskan.
Pelaporan dan Penanganan Medis
Kasus pengeroyokan debt collector ini kemudian dilaporkan oleh warga melalui layanan darurat 110. Sekitar pukul 16.00 WIB, personel Polsek Pancoran tiba di lokasi kejadian. Saat petugas datang, kedua korban sudah mengalami luka berat akibat penganiayaan. Salah satu korban, MET, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, korban lainnya, NAT, masih dalam kondisi hidup meski mengalami luka serius. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan NAT akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Dengan demikian, pengeroyokan debt collector ini resmi menewaskan dua orang korban.
Kerusakan Fasilitas dan Reaksi Masyarakat
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan secara resmi ke Polda Metro Jaya pada pukul 20.11 WIB. Aparat kepolisian langsung melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga pengumpulan keterangan saksi.
Kematian dua debt collector tersebut memicu reaksi lanjutan di sekitar lokasi kejadian. Rekan-rekan korban meluapkan kemarahan mereka dengan merusak dan membakar sejumlah fasilitas milik warga. Tercatat sedikitnya empat mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. Selain itu, sebanyak 14 lapak pedagang dan dua kios dilaporkan terbakar atau rusak berat. Tidak hanya itu, dua rumah warga di sekitar lokasi kejadian juga mengalami kerusakan pada bagian kaca. Polisi segera melakukan pengamanan untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Penangkapan Enam Terduga Pelaku
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menetapkan enam orang sebagai terduga pelaku pengeroyokan. Keenamnya berinisial JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AN. Mereka merupakan anggota Satuan Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri. Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain proses pidana, keenam anggota polisi tersebut juga diperiksa atas dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.
Sidang Komisi Kode Etik dijadwalkan akan digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Polri menegaskan bahwa penanganan kronologi pengeroyokan debt collector ini dilakukan secara profesional dan transparan. Selama 1×24 jam, aparat telah melakukan berbagai langkah intensif, termasuk pemeriksaan 12 orang saksi, pengamanan lokasi, serta pendampingan terhadap keluarga korban. Polisi juga terus berkomunikasi dengan pemilik kios, pemilik kendaraan yang rusak, serta warga terdampak.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi dari Polsek Pancoran, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polda Metro Jaya berkolaborasi untuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Demikianlah kronologi debt collector dikeroyok di Kalibata.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











