My WordPress Blog

Cerita Amethisya Puspitorini: Mengatasi Wardrobe yang Berbeda!

Perbedaan Konsep Wardrobe Agak Laen dan Agak Laen: Menyala Pantiku!



Tisha, panggilan akrab Amethisya Puspitorini, menegaskan bahwa ada perbedaan konsep wardrobe antara film Agak Laen (2024) dan Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025). Hal ini terutama karena latar belakang pekerjaan para karakter berbeda. Di film pertama, Bene, Jegel, Oki, dan Boris sering memakai baju dengan pattern yang mencolok.

“Aku dan tim kami bermain dengan pattern. Kami mempertimbangkan jenis pattern yang biasanya dipakai oleh kalangan tertentu. Kita kasih yang ada stripes, terus yang ada gambar atau desain aneh-aneh. Baju-baju mereka juga tidak terlalu fit. Kadang ada yang oversized, ada yang terlalu fit, terlalu ngetat,” jelas Tisha mengingat wardrobe para karakter di film pertama.

Sementara di film kedua, karakter-karakter tersebut digambarkan sebagai polisi. Maka dari itu, wardrobe mereka cenderung lebih clean, tanpa pattern berlebih, dan terkesan fashionable. “Kami carikan baju yang lebih rapi, yang lebih preppy (klasik Amerika), yang lebih pas, gak kebesaran atau gak kekecilan, jadi lebih fit saja. Tapi dengan pakem warna yang sudah ditentukan dari awal,” lanjutnya.

Penyesuaian Wardrobe dengan Latar Belakang Karakter



Untuk menentukan wardrobe karakter, Tisha dan tim mengacu pada latar belakang yang sudah dijelaskan dalam naskah. Contohnya adalah Koh Acim (Chew Kin Wah) yang dulunya bekerja sebagai tukang dan Darso (Egi Fedly), mantan tentara. “Biasanya dari sutradara akan menyampaikan, tapi gak semua disertai latar belakang, kecuali kayak Acim yang background-nya penting banget. Atau Darso yang dulu mantan militer, dia sering berperang,” ujar Tisha.

Bagaimana dengan karakter penting lain yang tidak dijelaskan secara gamblang latar belakangnya di naskah? Tisha menyiapkan look book yang berisi referensi sekitar 8 sampai 10 gaya untuk masing-masing karakter. Nantinya, akan dipilih tiga teratas oleh sutradara dan didiskusikan bersama tim artistik, sebelum dikembangkan oleh tim wardrobe. “Kalau background-nya cuma kayak Linda ini ekonominya seberapa sih? Dulu sebelum membuat panti jompo itu dia orang dari ekonomi kelas seperti apa? Terus dia sukanya didengerin apa? Karena ngaruh, Linda kan kebanyakan di ruangannya dan itu nempel sama set dari tim artistik, biar gak jomplang juga,” jelas Tisha.

Tujuan utamanya adalah agar wardrobe karakter bisa selaras dengan ruangan tempat mereka beradegan. Maka tidak mengherankan, wardrobe dan set ruangan Linda Rajagukguk mampu memperkuat karakter yang diperankan Gita Bhebhita ini.

Penempatan Lencana Polisi yang Teliti



Banyak netizen yang memuji penempatan lencana baju polisi di Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025). Ternyata, sejak film pertama, tim produksi sudah melakukan riset dan berkonsultasi dengan Gamayel, komika yang juga berprofesi sebagai polisi. “Kami konsul dengan beberapa kawan kami yang dari kepolisian. Bagaimana penempatan-penempatan dari patch-patch yang benar. Nah, begitupun sekarang ada polisi juga. Dan kebetulan kami di sini sering diskusi sama namanya Gamayel. Mas Gamayel itu komika juga, stand-up komedian juga, yang dia adalah seorang polisi,” ujar Tisha.

Gamayel menjelaskan mana PDH (Pakaian Dinas Harian), PDU (Pakaian Dinas Upacara), dan PDL (Pakaian Dinas Lapangan), serta kapan saja seragam itu digunakan. Tisha juga selalu berdiskusi dari proses fitting hingga syuting di lokasi. “Setiap kami fitting itu, kami selalu bertanya sama Mas Gamayel. Kami present juga, kami foto, kami kirim ke Mas Gamayel kayak, ‘Mas ini posisi sudah benar belum?’, ‘Oh Sudah benar’, ‘Oh ya sudah’, ‘Mas kalau ini pakai topi, topinya nanti kira-kira harus yang seperti apa di sini? Warnanya apa?’ Karena selama kami preparation, selama kami syuting, kami tidak pernah skip untuk tektokan, untuk diskusi sama Mas Gamayel, begitu juga sama Bang Acho,” lanjutnya.

Adegan di Masjid yang Mengundang Tawa



Buat kamu yang sudah nonton Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025), pasti gak asing sama salah satu adegan ikonik berlatarkan masjid. Berusaha gak ngasih spoiler berlebih, Tisha menjelaskan konsep di balik wardrobe yang berhasil bikin ngakak satu studio. “Memang di script itu sudah ditulis kayak, nanti Bene dan Boris akan datang menggunakan baju yang sudah mereka beli. Ternyata datang dengan baju tersebut. Sebenarnya tidak terlalu dijelaskan mau seperti siapa. Akhirnya aku obrolin lagi sama Bang Acho kayak kalau jadi gini gimana?” ungkap Tisha menjelaskan naskah untuk adegan tersebut.

Tisha mencari referensi dari internet, tanpa berusaha memiripkan penampilan Bene dan Boris dengan sosok tertentu. Agar tidak terlalu mirip, Tisha mengubah atasan Bene dengan warna-warna yang mendekati cokelat dan hitam, serta sedikit pattern. “Misalnya orang tersebut suka pakai warna-warna coklat, warna-warna hitam. Akhirnya kami coba ganti dengan yang mendekati. Terus si orang tersebut suka ada pattern dikit, tapi di sini bukan seperti itu bajunya. Dia lebih suka pakai kemeja atau apa, kita ganti, misalnya baju koko, tapi dengan pattern yang sedikit menyerupai. Tapi yang paling ciri khas itu di topi dan kacamata,” jelas tim wardrobe dari film Komang (2025) ini.

Sementara untuk Boris, outfit yang ia kenakan sebenarnya cukup sering ditemui di Instagram atau internet. Tisha dan tim juga tidak ingin mencari masalah dengan mengimpersonate tokoh tertentu. “Kalau yang untuk Boris itu kita coba yang paling umum aja. Maksudnya, kami tidak mengarahkan ke siapapun, karena takut bahaya juga kalau kayak ini dimiripin sama ini,” lanjutnya.

Setiap wardrobe yang dipakai para karakter di film Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) hadir untuk menunjang peran mereka. Bahkan untuk satu karakter saja, Tisha dan tim bisa menyiapkan look book berisi 8 sampai 10 gaya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *