My WordPress Blog

Sayembara 1 Miliar Rupiah Cari Ayah Imelda, Terungkap Kasus Pemalsuan Jenazah

Upaya Pencarian Ayah yang Hilang Berujung Dugaan Pemalsuan Data Jenazah

Imelda (51), seorang wanita asal Manado yang kini tinggal di Tangerang, Banten, mengalami dugaan pemalsuan data jenazah terkait hilangnya ayahnya, Rudy Watak. Kejadian ini berawal dari hilangnya Rudy sejak 2022. Ia tinggal sendirian di salah satu apartemen di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Hilangnya Rudy pertama kali dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada Maret 2022 oleh kakak Imelda. Namun, Imelda baru mengetahui hal tersebut setelah enam bulan berlalu.

Imelda menduga hilangnya Rudy berkaitan dengan transaksi jual beli tanah yang sedang dalam proses pembayaran. Sebelumnya, Rudy sempat dibawa ke Bali oleh orang-orang tertentu dengan alasan pelunasan transaksi. Namun, setelah pulang dari Bali, tidak ada pembayaran yang dilakukan. Rudy kemudian mencoba menagih dengan bantuan adik-adiknya. Setelah itu, tidak ada kabar lagi tentang dia.

Mencari Bantuan Melalui Aksi Kamisan

Pada awal 2025, Imelda ingin melapor ke Presiden Prabowo karena tidak ada perkembangan signifikan dari kepolisian. Namun, ia terhalang izin untuk melakukan orasi langsung di depan Istana Negara. Pada suatu Kamis, Imelda melintas di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan melihat sekumpulan orang berbaju hitam di depan Istana Presiden. Aksi mereka yang membawa atribut seperti poster dan pengeras suara menarik perhatiannya.

Ia pun menghampiri kelompok tersebut. Ia berbincang dengan Sumarsih sebagai penanggung jawab aksi. Kepada Imelda, Sumarsih menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan menyuarakan nasib kerabat mereka yang hilang dalam peristiwa pelanggaran HAM pada 1998. Imelda menyampaikan bahwa ia juga sedang berusaha mencari ayahnya yang hilang. Sumarsih mengajak dia untuk ikut bergabung di aksi Kamisan ini.

Imelda setuju. Dia dan suaminya melakukan orasi selama empat kali. Terakhir kalinya, pada 28 Agustus 2025, Imelda membawa spanduk berukuran 2 meter berisi permintaan tolong mencari ayahnya dengan imbalan Rp 1 miliar. Ia mencantumkan nomor khusus untuk informasi terkait keberadaan ayahnya pada spanduk itu. Keesokan harinya, ratusan pesan masuk ke nomor itu.

Dugaan Pemalsuan Kematian

Salah satu pesan dari nomor tak dikenal mengarahkan Imelda untuk mencari ayahnya ke Panti Sosial Cipayung. Imelda menghubungi nomor itu untuk mengonfirmasi lebih lanjut. Namun, nomor tak dikenal itu tak bisa dihubungi. Ia merasa ada sesuatu yang tidak wajar. Ia mengira orang tersebut tahu bahwa ini kayak sayembara dan akan dapat duit dari dia karena memberi tahu tempat ayahnya.

Begitu Imelda menyambangi panti tersebut, ia diinformasikan bahwa ayahnya telah meninggal dunia pada Mei 2022, dua bulan sejak ia diantar ke panti dengan dugaan gangguan jiwa. Pihak panti menunjukkan dokumen dan foto saat Rudy diantar ke panti dan meninggal. Imelda merasa janggal karena tidak yakin orang yang meninggal itu benar-benar ayahnya. Ditambah lagi kejanggalan pada dokumen-dokumen yang diberikan.

Hasil Tes DNA dan Pelaporan ke Polri

Imelda meminta kepada Polres Jakarta Selatan untuk membongkar makam ayahnya. Ia dan adik ayahnya melakukan tes DNA dengan sampel pembanding dari kerangka yang ada di makam atas nama Rudy Watak. Benar saja, hasil tes DNA menunjukkan sampel kerangka tidak identik dengan sampel Imelda dan adik ayahnya.

Imelda melaporkan kejadian ini ke Bareskrim Polri. Laporan Imelda teregistrasi pada nomor laporan (LP) STTL/603/XII/2025/BARESKRIM. Oleh penyidik Mabes Polri, laporan Imelda didaftarkan atas pemalsuan surat dan kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Penanganan Kasus oleh Polda Metro Jaya

Kini, laporan Imelda dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk ditindak lanjut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan berkas kasus ini diterima Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) pada Kamis (18/12/2025). Selanjutnya akan dilakukan penetapan terhadap sub-direktorat yang akan menangani kasus ini.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *