My WordPress Blog

BMKG: Wilayah Ini Siap Dihantam Hujan Lebat dan Angin Kencang 29-30 Desember 2025

Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG untuk Natal dan Tahun Baru



Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang meliputi hujan lebat dan angin kencang pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Berdasarkan analisisnya, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kondisi tersebut selama dua hari, yaitu Senin (29/12/2025) hingga Selasa (30/12/2025).

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer baik skala global, regional, maupun lokal dalam sepekan ke depan. BMKG menyatakan bahwa perubahan iklim dan pola cuaca secara umum turut berkontribusi pada peningkatan intensitas hujan di berbagai daerah.

Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pada hari pertama, Senin (29 Desember 2025), beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Daftar wilayah tersebut mencakup:

  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Nusa Tenggara Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Selatan.

Selain itu, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat seperti:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Selatan.

Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang adalah Bali. Sementara itu, beberapa kabupaten/kota yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga ekstrem antara lain:

  • Aceh: Aceh Jaya, Pidide, Pidie Jaya
  • Sumatera Utara: Langkat, Simalungun, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padang Sidimpuan, Tapanuli Tengah, Humbahas, Nias Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung: Belitung
  • Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan
  • Nusa Tenggara Timur: Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan
  • Kalimantan Timur: Kutai Barat, Kutai Kartanegara
  • Kalimantan Selatan: Tapin, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru
  • Sulawesi Selatan: Maros, Gowa, Sidrap, Enrekang.

Hari Kedua: Potensi Hujan dan Angin Kencang

Pada hari kedua, Selasa (30 Desember 2025), wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat mencakup:

  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat antara lain:

  • Sumatera Utara
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Aceh.

Sementara itu, wilayah yang berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem adalah Aceh. Beberapa kabupaten/kota yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga ekstrem antara lain:

  • Aceh: Gayo Lues, Aceh Tenggara
  • Sumatera Utara: Langkat, Palas, Mandailing Natal
  • Kepulauan Bangka Belitung: Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur
  • Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur
  • Kalimantan Timur: Kutai Timur, Berau
  • Kalimantan Selatan: Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungi Utara.

Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang

Menurut BMKG, penyebab utama hujan lebat dan angin kencang adalah dinamika atmosfer yang terjadi di berbagai skala. Di tingkat global, adanya El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang menguat menunjukkan bahwa La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan.

Di skala regional, perbedaan tekanan, suhu muka laut yang menghangat, serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator turut berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan.

BMKG juga melaporkan adanya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km per jam) dan tekanan udara minimal 997 hPa. Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S muncul di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan 28 km per jam dan tekanan udara 1.008 hPa.

BMKG memperkirakan bahwa kondisi-kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis, bibit siklon tropis, dan sirkulasi siklonik. Oleh karena itu, potensi peningkatan cuaca akibat dinamika atmosfer akan terus berlangsung selama sepekan ke depan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *