My WordPress Blog

Nasib DM: Dosen Diduga Pelecehan Mahasiswi Unima hingga Tewas, Diperiksa Polisi dan Diberi Sanksi Kampus

Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Universitas Negeri Manado (Unima)

Universitas Negeri Manado (Unima) telah mengambil tindakan tegas terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswa. Dosen tersebut berinisial DM, yang kini telah dibebastugaskan dari posisi sebagai dosen tetap. Tindakan ini dilakukan setelah munculnya dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal secara tidak wajar di kosannya.

Evia Maria, yang merupakan mahasiswi FIPP Unima, ditemukan meninggal di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Selasa (30/12/2025). Kejadian ini memicu reaksi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat luas. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar oleh Aliansi Mahasiswa UNIMA Peduli Korban Pelecehan untuk menuntut pengusutan tuntas kasus ini.

Pihak kampus Unima menyatakan bahwa DM telah menjalani pemeriksaan internal sebelum kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan respons resmi terkait laporan tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, DM langsung diserahkan kepada Polda Sulawesi Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa Kematian Evia Maria

Kasus kematian Evia Maria memicu banyak pertanyaan. Berikut adalah beberapa poin penting yang terungkap:

  1. Kronologi Awal Jasad Ditemukan

    Jenazah Evia Maria ditemukan oleh pemilik kost, YR, pada pukul 08.00 Wita. Ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan dan polisi. Polsek Tomohon Tengah kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

  2. Disemayamkan di Minahasa Utara

    Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara. Rencana pemulangan jenazah ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, dibatalkan karena rencana otopsi.

  3. Jenazah Akan Jalani Otopsi

    Keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi setelah menemukan lebam biru di tubuh korban. Proses otopsi dilakukan di RS Kandou Manado.

  4. Unggah Story Menyentuh Sebelum Natal

    Evia Maria dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, dan pendiam. Ia sering mengunggah story yang menunjukkan kebahagiaannya sebelum Natal.

  5. Oknum Dosen FIPP Disorot

    DM, oknum dosen FIPP Unima, menjadi sorotan setelah dugaan kekerasan seksual terhadap Evia Maria. Banyak alumni dan mahasiswa Unima menyampaikan kekecewaan atas kurangnya penanganan kasus ini.

Reaksi Mahasiswa dan Masyarakat

Aliansi Mahasiswa UNIMA Peduli Korban Pelecehan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penanganan kasus pelecehan seksual di FIPP. Koordinator aksi, Jemris Jurebe, menyampaikan kekecewaan atas lambannya penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan, aliansi mendesak pihak kampus dan kepolisian segera mengambil langkah tegas.

Menurut Jemris, investigasi menyeluruh sangat dibutuhkan agar tidak muncul korban baru. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima aliansi, jumlah korban tidak hanya satu orang. Banyak korban memilih diam karena trauma, meski sebagian mulai memberanikan diri untuk bersuara.

Tanggapan dari GMNI Minahasa

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Minahasa, Rian Salu, menyatakan bahwa kasus ini harus diusut tuntas. Ia menilai, kegagalan institusi dalam menangani kekerasan seksual adalah kegagalan serius. “Ini adalah kegagalan serius institusi. Ketika kekerasan seksual dibiarkan dan sanksi dijatuhkan setengah hati, korbanlah yang menanggung dampak paling tragis,” tegas Rian.

GMNI Minahasa mendesak penanganan kasus secara transparan, penjatuhan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai hukum, serta evaluasi menyeluruh sistem penanganan kekerasan seksual di UNIMA. “Kampus harus bertanggung jawab, memastikan ruang pendidikan yang aman dan manusiawi,” tambahnya.

Kesimpulan

Kasus kematian Evia Maria Mangolo menjadi peringatan bagi seluruh institusi pendidikan untuk lebih waspada terhadap kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Penanganan yang cepat dan transparan sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Kampus dan pihak berwajib harus bekerja sama untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah terjadinya kekerasan seksual di masa depan.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *