My WordPress Blog

Rencana Cinta Maria yang Tak Pernah Terwujud

Kabar Duka yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Evia Maria (21), seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) asal Kepulauan Sitaro, ditemukan meninggal secara tidak wajar di kamar kosnya di Kota Tomohon. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar dan civitas akademika Unima. Evia dikenal sebagai sosok mahasiswa berprestasi dengan nilai nyaris sempurna dan semangat belajar yang tinggi.

Seorang Anak Harapan Keluarga

Evia merupakan anak harapan bagi kedua orang tuanya. Ayahnya, Antonius Mangolo, mengungkapkan bahwa putrinya adalah penyemangat hidup yang membuatnya terus bekerja keras sebagai buruh. Bagi keluarga, Evia bukan hanya kebanggaan karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena kepribadiannya yang lembut dan penuh tanggung jawab. Sang ibu, Sofia Mangolo, mengenang Evia sebagai anak yang rajin belajar dan selalu patuh kepada orang tua.

Prestasi Akademik yang Nyaris Sempurna

Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, menyampaikan bahwa Evia memiliki rekam jejak akademik yang sangat baik. “Nilainya 4 koma, semua nilainya A,” ujarnya. Menurut Tatali, Evia bukan sekadar mahasiswa biasa, tetapi sosok yang menjadi harapan besar bagi keluarganya. Oleh karena itu, pihak keluarga meminta agar penyebab kematian Evia diusut secara tuntas dan transparan.

Kenangan dari Kerabat Dekat

Zefanya Brenda Montung (19), sepupu dekat Evia dari pihak ibu, mengenang almarhumah sebagai pribadi yang sangat tertutup, lembut, dan jauh dari kesan suka mengeluh. Zefanya mengatakan bahwa hubungan mereka telah terjalin sejak masa kanak-kanak. “Dari kecil torang dua so dekat (dari kecil kita berdua sudah dekat). Di keluarga kami dia dipanggil Atang, saya Yaya,” ujarnya.

Menurut Zefanya, Evia sering menghabiskan waktu liburan di rumah keluarganya di Manado. Meski dikenal pendiam, ia sangat pintar dan tekun. Bahkan sejak remaja, Evia dikenal sebagai siswa berprestasi. “Waktu SMP saja dia pernah ke Bali karena prestasi,” ujar Zefanya.

Aktif dalam Proses Akademik

Sebelum ditemukan meninggal dunia di Tomohon, Evia diketahui masih aktif menjalani proses akademik di Unima. Ia bahkan memiliki agenda penting dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Evia dijadwalkan akan mengikuti ujian proposal skripsi pada 6 Januari 2026. Selain fokus pada pendidikan, Evia juga memiliki rencana pribadi setelah wisuda, seperti rencana pertunangan.

Duka Mendalam dan Tanda Tanya

Kepergian Evia Maria meninggalkan duka mendalam yang belum terjawab. Rencana-rencana yang telah ia susun kini tinggal cerita. Dunia pendidikan yang mengenalnya sebagai sosok berprestasi dan penuh harapan kini merasa kehilangan. Semangat dan prestasinya menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Masa Depan yang Terenggut

Evia Maria adalah sosok yang memiliki potensi besar untuk mencapai kesuksesan. Namun, nasibnya yang tragis mengakhiri segala harapan yang telah ia bangun. Keluarga dan rekan-rekan kampusnya kini harus menerima kehilangan yang tak tergantikan. Semoga almarhumah diberi tempat yang layak di sisi Tuhan.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *