My WordPress Blog

Evia Maria Diduga Tewas, Keluarga Temukan Luka Lebam, Jenazah akan Diotopsi

Keluarga Tidak Percaya Kematian Evia adalah Bunuh Diri

Keluarga dari Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang meninggal secara tak wajar di kamar kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara, menolak anggapan bahwa kematian putrinya merupakan tindakan bunuh diri. Mereka menduga kuat bahwa Evia dibunuh dan memutuskan untuk melakukan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Evia ditemukan dalam kondisi tidak wajar di kamar kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, pada Selasa 30 Desember 2025 pagi. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam kondisi tubuh Evia, termasuk adanya luka lebam yang memicu curiga.

Melalui kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, pihak keluarga memutuskan untuk menjalani proses otopsi. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menghindari berbagai penafsiran yang simpang siur di tengah masyarakat. “Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi,” kata Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026).

Cyprus menjelaskan bahwa ayah Evia telah membawa jenazah putrinya untuk menjalani proses otopsi beberapa hari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa hasil otopsi diharapkan dapat membuka seluruh fakta yang selama ini tertutup. “Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya,” ujarnya tegas.

Penanganan Awal oleh Pihak Kepolisian Dinilai Tidak Sesuai

Dalam kesempatan yang sama, Cyprus juga menyampaikan kekecewaan keluarga terhadap penanganan awal pihak kepolisian di Tomohon. Ia mempertanyakan keputusan oknum polisi yang langsung memindahkan jenazah korban ke rumah sakit. “Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Ia menekankan bahwa dalam kasus kematian tidak wajar, seharusnya kepolisian segera melibatkan Inafis. Menurutnya, Inafislah yang memiliki kewenangan untuk menangani jenazah dan menentukan penyebab kematian. “Kami minta tolong pada pak kapolda, pak kapolda ini adalah seorang yang berprestasi, profesional dan tegak lurus dalam menegakkan aturan, tak ada alasan oknum polisi di Tomohon mengambil langkah sebelum menghubungi Inafis, karena matinya tak wajar, mereka juga tidak bisa menyimpulkan telah terjadi bunuh diri, ini wewenangnya Inafis,” kata Cyprus.

Kronologi Penemuan Jenazah Evia Maria

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost. Dalam panggilan tersebut, YR diberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal. Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.

Setibanya di tempat kejadian, YR melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal. Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian. Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah Disemayamkan di Minahasa Utara



Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Jenazah Evia kini disemayamkan di kediaman Kel. Pdt Roos Merry Kabuhung. Pendeta Roos merupakan tante Evi Maria yang melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget. Keluarga berencana membawa pulang jenazah Evi Maria ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut Rabu (31/12/2025) pagi ini. Meskipun demikian, rencana ini batal menyusul keputusan jenazah Evi akan diotopsi.

Otopsi Dilakukan untuk Mengungkap Fakta

Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025). Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah. Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah. “Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka,” katanya.

Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas. “Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” katanya. Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari. Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi. Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis. Namun batal karena ada otopsi.

Kehidupan dan Harapan Evia Maria

Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam. Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025). “Ia memang pendiam, tapi rajin,” katanya. Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas. “Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” katanya.

Rencana Tunangan yang Tergantung



Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati. “Ia sudah punya pacar,” kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025). Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua. Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda. Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung. “Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar,” katanya.

Cita-Cita Evia Maria Ingin Jadi Pramugari

Di mata sahabatnya, Nadia, Evia adalah gadis ceria dengan mimpi besar untuk terbang tinggi dengan pesawat meninggalkan pulau kecil asalnya di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Evia Maria kerap berbicara tentang langit dan seragam pramugari yang suatu hari ingin ia kenakan. Kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Nadia mengungkap cita-cita Evia Maria. Nadia mengenang Evia sebagai sosok yang ceria dan memiliki mimpi besar. Salah satu cita-cita Evia yang sering ia ceritakan adalah keinginannya untuk menjadi pramugari. “Dia sering bilang sebenarnya dia sangat ingin jadi pramugari,” katanya.

Curhatan Evia ke Sahabat Sambil Menangis

Nadia juga mengungkap percakapan terakhirnya dengan almarhumah. Evia, kata Nadia kerap curhat soal kasus dugaan pelecehan seksual yang ia alami. Sosok yang kerap disebut Evia dalam curhatannya yakni salah satu oknum dosen di Unima. Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Evia sempat mendatangi kos Nadia. Saat itu, Evia mengatakan ingin ke kos Nadia untuk bercerita, sembari menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA. “Waktu di kos, dia tiba-tiba curhat sambil menangis. Dia cerita tentang dosen yang diduga melecehkannya,” kata Nadia saat diwawancarai di akun Facebooknya bernama Nadia, Kamis 1 Januari 2026 sore.

Nadia menuturkan, Evia juga pernah menyampaikan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak pantas melalui pesan langsung (DM) dari dosen yang bersangkutan. Evia bahkan sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan itu kepada Wakil Dekan III (WD III). “Almarhumah bilang sudah lapor ke WD III soal pesan DM dan perlakuan dosen itu,” kata Nadia.

Persiapan Ujian Proposal Skripsi

Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado. Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi. Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025. “Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian,” kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025).

Nasib Oknum Dosen yang Diduga Lecehkan Evia Maria



Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) membebastugaskan oknum dosen berinisial D.M. DM dibebastugaskan sebagai dosen imbas dugaan kasus kekerasan seksual yang ditulis Evia Maria melalui surat pernyataan. Wafatnya Evia Maria membuat warga Sulut menyoroti Unima. Menanggapi kasus ini, Unima langsung membebastugaskan DM. Kebijakan tersebut diambil menyusul pemeriksaan internal kampus terhadap dosen yang bersangkutan pada Rabu (31/12/2025). Kepala Humas Unima Titof Tulaka menyebut, setelah diperiksa di lingkungan kampus, oknum dosen tersebut langsung menuju kepolisian. “Setelah diperiksa, oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” ujar Kepala Humas Unima saat diwawancara, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan itu merupakan panggilan dari pihak kepolisian terhadap dosen tersebut terkait adanya dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi. Namun, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, mengatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kasus tersebut. “Laporan tidak masuk ke kami, dia diperiksa ke Polda Sulut,” ujar Iptu Stenly saat dihubungi via telepon, Jumat (2/1/2026). Hingga berita ini diturunkan, saat dihubungi, pihak Humas Polda Sulawesi Utara belum memberikan tanggapan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *